Abdul Aziz Jatuh Bangun, Sukses Bangun BRILink
Menghadapi Tantangan, Abdul Aziz Temukan Jalan Keluar
Facing Challenges – Abdul Aziz, yang kini menjalankan usaha BRILink di Jonggol, Jawa Barat, menempuh perjalanan penuh challenges sebelum berhasil membangun bisnis yang kini memiliki tiga cabang. Diawali dari usaha kecil di toko kelontong, ia mulai menghadapi challenges ekonomi keluarga selama pandemi. Meski situasi sulit, Aziz tak menyerah dan mencari solusi melalui layanan perbankan digital.
Awal Karir: Usaha Riset dan Perubahan Pandangan
Sebelum memulai BRILink, Aziz pernah mencoba berbagai macam usaha. Ia menjual sayur, berdagang parfum secara daring, serta menjalankan usaha pakaian bersama keluarga. Namun, challenges ekonomi akibat pandemi membuat bisnis tersebut terhambat. Saat seharusnya menempuh pendidikan di Mesir, ia memilih fokus pada bisnis lokal. Keputusan ini menjadi awal dari challenges yang memperkuat tekadnya.
“Waktu itu ekonomi keluarga lagi darurat. Bingung mau ngambil uang ke mana,” cerita Abdul Aziz saat berbincang dengan Liputan6.com di tempat usahanya, Jumat, 8 Mei 2026.
Menjalani Challenges: Konsep BRILink Muncul
Dengan challenges dalam akses perbankan di Jonggol, Aziz memutuskan memanfaatkan keagenan BRILink yang ditawarkan BRI. Awalnya, usahanya hanya fokus pada layanan transaksi digital, seperti tarik tunai dan transfer antarbank. Namun, keberhasilan awal memicu peningkatan kebutuhan masyarakat terhadap layanan tersebut.
“Alhamdulillah meningkat. Sekarang bisa sampai ratusan transaksi sehari,” ujarnya.
Dalam proses challenges, Aziz memperoleh bantuan modal dari orang tua dan pendapatan dari YouTube serta NFT yang pernah mengalami kejayaan. Uang sekitar Rp25 juta digunakan untuk mengembangkan BRILink, sementara BRI memberikan dana tambahan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) senilai Rp60 juta. KUR kedua sebesar Rp100 juta juga membantu menjaga alur dana usahanya.
Ekspansi Usaha: Dari Satu Kios ke Tiga Cabang
Perkembangan BRILink membawa Aziz pada challenges baru. Ia tidak hanya fokus pada transaksi digital, tetapi juga menambahkan penjualan sembako, makanan beku, dan kebutuhan sehari-hari. Barang-barang tersebut cepat laku karena sesuai dengan kebutuhan pasar. Saat ini, usaha BRILink tidak lagi terbatas pada satu kios, melainkan memiliki tiga cabang.
“Kalau BRILink itu paling gampang diaudit. Jadi saya tahu perputarannya,” katanya.
Kemudahan pengawasan BRILink menjadi keuntungan besar, terutama dalam mempercepat pertumbuhan usaha. Layanan tarik tunai menjadi yang paling diminati, diikuti transaksi transfer antarbank, pembayaran token listrik, dan BPJS. Pelanggan berasal dari berbagai kalangan, mulai dari karyawan, ibu rumah tangga, hingga pengusaha.
Berhasil Mencapai Target: Pemasukan dan Dukungan Keluarga
Perkembangan BRILink memberikan pemasukan signifikan, mencapai omzet Rp3 juta hingga Rp4 juta per hari. Meski sukses, Aziz tetap menghadapi challenges dalam mengelola pertumbuhan bisnis. Namun, dukungan keluarga dan pengalaman sebelumnya menjadi fondasi penting. Saat ini, ia juga menyelesaikan pendidikan di Universitas Terbuka (UT) sebagai mahasiswa semester dua.
“BRILink tidak hanya membuka peluang finansial, tetapi juga memperluas jaringan bisnis, termasuk kerja sama langsung dengan pemasok dan pabrikan frozen food,” ujarnya.
