Duduk Perkara Cekcok Sopir Alphard di Bundaran HI versi Satpam
Petugas keamanan yang terlibat konflik verbal dan fisik dengan pengemudi Toyota Alphard di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, telah menyampaikan

Versi Satpam Vicol soal Insiden di Bundaran HI
Beritaterbaik.com – Petugas keamanan yang terlibat konflik verbal dan fisik dengan pengemudi Toyota Alphard di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, telah menyampaikan penjelasannya. Vicol, nama panggilan petugas tersebut, menguraikan rangkaian peristiwa melalui rekaman video yang beredar. Ia menyebutkan bahwa kejadian dimulai saat ia sedang bertugas di penyeberangan dan lampu lalu lintas berubah menjadi merah untuk kendaraan bermotor, sehingga pejalan kaki mendapat kesempatan untuk melintas.
Kronologi dari Sudut Pandang Satpam
Menurut Vicol, awalnya mereka menunggu lampu merah di Bundaran HI. Setelah lampu berubah, giliran pejalan kaki menyeberang. Pada momen yang sama, sebuah mobil terlihat menerobos lampu merah. Karena merasa kesal, petugas keamanan itu memukul kaca mobil sambil berteriak agar pengemudi menghentikan kendaraannya.
“Karena saya kesal, saya pukul kaca mobilnya. Saya teriak, ‘Woi, lampu merah!'”
Vicol kemudian mendekati mobil yang bergerak lambat dan menegur pengemudi sekali lagi. Ia menyatakan bahwa tindakannya bertujuan untuk menyelamatkan nyawa orang lain. Namun, pengemudi tidak membuka kaca mobilnya saat ditegur.
“‘Woi Pak, lampu merah. Saya cuma menyelamatkan nyawa orang lain.’ Terus dia tidak buka kaca mobilnya,” ujarnya.
Konflik Memuncak dan Solusi
Tiga orang kemudian keluar dari dalam mobil, termasuk pengemudi, dan terjadi aksi saling dorong antara mereka dengan satpam. Vicol menjelaskan bahwa dua orang keluar dari sisi kiri mobil, dan pengemudi juga ikut turun. Mereka saling mendorong satu sama lain.
Untuk menghindari keributan di tengah jalan yang ramai, Vicol mengambil inisiatif membawa seluruh pihak ke Pos Polisi Thamrin. Ia merasa lokasi tersebut lebih tepat untuk menyelesaikan masalah di hadapan petugas resmi. Selama perjalanan menuju pos polisi, aksi saling dorong masih berlanjut.
“Karena saya lihat di belakang saya banyak kendaraan, saya inisiatif membawa atau menyelesaikan masalah tersebut di Pos Polisi,” ucapnya.
Mediasi dan Penyelesaian
Sesampainya di pos polisi, Vicol mengetuk pintu sebelum Kepala Pospol datang. Di dalam ruangan, ia menjelaskan kronologi kejadian. Kepala Pospol kemudian menegur tindakan Vicol yang memukul kaca mobil, menyatakan bahwa ia tidak berhak melakukannya.
“‘Kamu salah, kamu tidak ada hak untuk memukul kaca mobil,'” kata Vicol menirukan ucapan Kepala Pospol.
Setelah mendengar penjelasan tersebut, Vicol memutuskan untuk meminta maaf kepada pengemudi Alphard. Ia mengakui kesalahannya dan berjanji akan menjadikan peristiwa ini sebagai pedoman untuk lebih berhati-hati dalam menjalankan tugas di area kerja terbatas.
“Saya salah, saya akan jadikan pengalaman saya, pedoman saya untuk ke depannya untuk lebih hati-hati dalam melaksanakan tugas di area kerja terbatas,” ujarnya.
Namun, masalah tidak sepenuhnya selesai setelah mediasi. Saat keluar dari pos polisi, Vicol kembali dimarahi oleh pengemudi Alphard. Pengemudi tersebut mengangkat kerah baju Vicol sambil menegurnya dengan keras, menyuruhnya bekerja dengan benar dan menatapnya saat berbicara.
“Kerah baju saya ini diangkat sama sopirnya sambil ngomong, ‘Woi! Jangan kayak preman di sini lu! Kamu kerja yang bener aja! Tatap mata saya!'” tuturnya.
Vicol hanya merespons dengan mengakui kesalahannya dan menjawab singkat, “Siap, siap, saya salah, Pak.”
