Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
Bisnis

Visit Agenda: Mentan Amran Bantah Beras Langka, Stok Tembus 5,3 Juta Ton

James Gonzalez 3 mins read 5 views

angkaan Beras, Stok Nasional Capai 5,3 Juta Ton Visit Agenda - Jakarta, Liputan6.com - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman secara tegas membantah

Visit Agenda: Mentan Amran Bantah Beras Langka, Stok Tembus 5,3 Juta Ton

Mentan Amran Tolak Isu Kelangkaan Beras, Stok Nasional Capai 5,3 Juta Ton

Visit Agenda – Jakarta, Liputan6.com – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman secara tegas membantah adanya kelangkaan beras di tingkat konsumen. Dalam wawancara terbaru, ia menjelaskan bahwa pasokan beras di pasaran tetap stabil dan memadai. “Produksi beras kita sangat memadai, sehingga tidak ada alasan untuk mengkhawatirkan kelangkaan di pasar. Kami sudah menginstruksikan Satgas Pangan untuk memastikan persediaan tetap terjaga,” ujar Amran, Jumat (12/6/2026). Pernyataan ini memberi penjelasan jelas mengenai status stok beras yang mengalami peningkatan signifikan, dengan total mencapai 5,3 juta ton.

Pernyataan Mentan dan Strategi Pemerintah

Amran menegaskan bahwa produksi beras nasional berada dalam kondisi melimpah, memungkinkan Indonesia mencapai status swasembada beras. “Stok cadangan beras pemerintah (CBP) saat ini mencapai 5,3 juta ton, jadi tidak ada yang langka. Kami juga memastikan bahwa gudang-gudang yang dimiliki pemerintah serta penyewaan tambahan telah cukup untuk menampung kebutuhan,” tambahnya. Ia menambahkan bahwa ketersediaan beras tidak hanya tergantung pada produksi, tetapi juga pada distribusi yang efisien.

“Jangan dibuat langka. Tidak ada langka. Semua gudang kita penuh dengan beras sekarang ini. Stok sekarang 5,3 juta ton. Kemampuan gudang kita 3 juta ton. Kita sudah sewa 2,3 juta ton dan ini tertinggi selama merdeka,” beber Amran.

Dalam upayanya menjaga ketersediaan beras, Kementerian Pertanian bekerja sama dengan Satgas Pangan Polri untuk memantau distribusi di seluruh Indonesia. Amran juga meminta para pelaku usaha tidak menaikkan harga beras secara tidak wajar. “Kami bersama Satgas Pangan sudah sepakat mengawasi seluruh wilayah. Modus untuk menaikkan harga agar terjadi impor tidak lagi berlaku karena stok dalam negeri melimpah,” imbuhnya.

Data Global dan Penjelasan Lebih Lanjut

Dalam laporan Rice Outlook May 2026 yang dikeluarkan oleh United States Department of Agriculture (USDA), produksi beras global pada periode 2025-2026 mengalami kenaikan sebesar 1,5 juta ton. Di bulan April, produksi beras tercatat 541,3 juta ton, kemudian meningkat menjadi 542,8 juta ton. Indonesia menjadi salah satu negara dengan peningkatan produksi beras terbesar, bersama Nigeria, Pantai Gading, dan Vietnam.

Menurut laporan tersebut, produksi beras Indonesia mencapai lebih dari 30 juta ton per tahun, sedangkan Nigeria berada di angka 5,9 juta ton, Pantai Gading 1,7 juta ton, dan Vietnam 26,2 juta ton. “Kita surplus. Kita sudah swasembada,” ucap Amran. Ini menunjukkan bahwa Indonesia memiliki kapasitas produksi yang cukup untuk memenuhi kebutuhan domestik dan memiliki potensi ekspor.

“Visit Agenda menyoroti bahwa stok beras nasional telah mencapai titik maksimal, sehingga tidak perlu khawatir tentang kekurangan pasokan. Kebijakan pemerintah dalam mengelola CBP dan kerja sama dengan Satgas Pangan memastikan bahwa distribusi beras berjalan lancar,” tulis pihak berwenang dalam laporan terbaru.

Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, menambahkan bahwa Perum Bulog harus mengisi kekurangan pasokan beras di ritel modern. “Bulog memiliki merek premium seperti Befood, Punokawan, dan Setra Ramos, sehingga ini menjadi peluang untuk memperluas pasaran,” katanya. Hal ini menegaskan bahwa peran Bulog dalam menjaga ketersediaan beras sangat krusial, terutama dalam menghadapi permintaan konsumen yang meningkat.

Stok Beras dan Pemenuhan Kebutuhan Konsumen

Data terkini menunjukkan bahwa stok beras komersial yang dimiliki Bulog per 12 Juni mencapai 11,4 ribu ton. Realisasi pengadaan beras untuk stok komersial terus bertambah, mencapai 45,5 ribu ton dari total target 3,1 juta ton. “Dengan stok yang melimpah, kami yakin kebutuhan masyarakat akan terpenuhi secara aman dan terjangkau,” kata Amran dalam wawancara eksklusif dengan Visit Agenda.

Kebijakan pemerintah dalam menjamin ketersediaan beras juga mencakup pengaturan harga yang stabil. “Kami memastikan harga beras tidak terlalu tinggi karena stok dalam negeri melimpah. Ini adalah hasil dari kerja sama yang solid antar instansi,” tambahnya. Amran berharap langkah-langkah ini bisa memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap ketersediaan beras, terutama di tengah isu kelangkaan yang sering muncul.

“Visit Agenda mengungkapkan bahwa stok beras nasional yang mencapai 5,3 juta ton adalah bukti keberhasilan program swasembada beras. Ini juga mengurangi ketergantungan pada impor, yang sebelumnya menjadi perhatian utama bagi pemerintah,” sambung Amran.

Dengan stok beras yang melimpah, pemerintah berharap bisa mengurangi risiko kenaikan harga yang tidak wajar. “Visit Agenda mengingatkan bahwa ketersediaan beras yang cukup akan membantu menstabilkan harga di pasar, terutama saat musim panen berakhir,” tambah Amran. Pernyataan ini menegaskan bahwa kebijakan pemerintah dalam mengelola produksi dan distribusi beras sangat strategis untuk menjaga keseimbangan pasar.

Gabung diskusi