Usai Bertemu Ratusan Tokoh Dunia, CEO MasterClass Bongkar Kunci Kesuksesan
Usai Bertemu Ratusan Tokoh Dunia – Dalam rangkaian wawancara dengan beratus-ratus tokoh terkenal dari berbagai bidang, David Rogier, pendiri MasterClass, menyimpulkan bahwa kesuksesan tidak hanya bergantung pada usaha keras. Menurutnya, banyak orang masih meyakini bahwa kerja keras sendirian cukup mengantarkan seseorang ke puncak pencapaian, tetapi ia menilai anggapan ini kurang lengkap. “Usai Bertemu Ratusan Tokoh Dunia, kami menemukan bahwa keberanian menghadapi kegagalan dan kemauan untuk mencoba hal baru adalah faktor kunci,” jelas Rogier, dikutip dari CNBC pada Kamis (14/5/2026).
Mengapa Kegagalan Justru Menjadi Pemicu Kesuksesan
Rogier menekankan bahwa keberanian untuk mencoba hal baru dan menerima kegagalan adalah elemen penting dalam perjalanan sukses. Ia menunjukkan bahwa seseorang harus mampu keluar dari zona nyaman, mengambil risiko, serta belajar dari kesalahan. Hal ini menjadi pelajaran utama yang ia dapatkan dari wawancara dengan tokoh seperti Serena Williams, mantan CEO The Walt Disney Company Bob Iger, hingga Sara Blakely, pendiri Spanx. “Usai Bertemu Ratusan Tokoh Dunia, kami sadar bahwa kegagalan bukan akhir dari segalanya, melainkan bagian dari proses pertumbuhan,” tambahnya.
Pendekatan Kunci dalam Membangun Keberanian
“Saya justru akan takut pada seseorang yang tidak takut gagal,” ujar Rogier. Ia menjelaskan bahwa rasa takut gagal justru bisa menjadi motivasi untuk terus berkembang. Kegagalan adalah kemungkinan yang bisa terjadi, tapi juga peluang belajar.
Dalam wawancara CNBC, Rogier memaparkan bahwa pola pikir ini dikenal sebagai growth mindset, konsep yang menjadi ciri utama para figur sukses. Ia menekankan bahwa keberanian dalam mencoba hal baru adalah kunci untuk menciptakan inovasi dan mencapai tujuan. “Usai Bertemu Ratusan Tokoh Dunia, kami menemukan bahwa kegagalan sering kali menjadi penjelmaan dari usaha yang belum sepenuhnya mengarah ke keberhasilan,” kata Rogier.
Konten MasterClass: Penjelasan dari Tokoh Dunia
Rogier mendirikan MasterClass pada 2015 setelah mengumpulkan banyak pelajaran dari wawancara dengan tokoh dunia. Kini, lebih dari 200 nama publik seperti atlet, aktor, dan pengusaha telah terlibat dalam program tersebut. Dalam wawancara CNBC tahun 2013, Sara Blakely, pendiri Spanx, pernah menyebutkan bahwa ayahnya mendorongnya dan saudara laki-lakinya untuk berani gagal sejak kecil. “Usai Bertemu Ratusan Tokoh Dunia, kami menemukan bahwa keberanian dalam mencoba hal baru adalah pengalaman yang bisa dijadikan contoh,” tambah Rogier.
“Ayah saya saat saya kecil mendorong saya dan saudara laki-laki saya untuk gagal,” kata Blakely. Ia menjelaskan bahwa kegagalan bukan tentang hasil akhir, melainkan ketika seseorang tidak mencoba apa-apa.
Dalam konteks ini, MasterClass memberikan wawasan tentang cara tokoh dunia menghadapi tantangan. Rogier menekankan bahwa kegagalan adalah bagian dari perjalanan, dan penting untuk tidak memandangnya sebagai akhir. “Usai Bertemu Ratusan Tokoh Dunia, kami sadar bahwa seseorang yang bisa berani mengambil risiko dan belajar dari kegagalan cenderung lebih sukses,” jelasnya. Selain itu, ia juga menyebutkan bahwa promosi diri dan penunjukan pencapaian sangat berpengaruh dalam menentukan kesuksesan.
Peran Kemajuan dan Komunikasi dalam Mencapai Tujuan
Jeffrey Pfeffer, profesor perilaku organisasi dari Universitas Stanford, yang juga menjadi pengajar di MasterClass, menegaskan bahwa tampilan seseorang dalam menunjukkan kemajuan sangat berpengaruh. “Bagaimana Anda tampil setidaknya sama pentingnya dengan apa yang sebenarnya Anda lakukan,” kata Pfeffer. Rogier menyetujui pandangan ini, menyebut kemampuan berbicara tentang pencapaian sebagai salah satu kesamaan yang dimiliki oleh tokoh-tokoh sukses.
Dengan pendekatan ini, MasterClass berusaha menginspirasi audiensnya untuk tidak hanya bekerja keras, tetapi juga mengambil langkah kreatif dalam menghadapi tantangan. “Usai Bertemu Ratusan Tokoh Dunia, kami menemukan bahwa kesuksesan adalah hasil dari kombinasi usaha dan keberanian,” kata Rogier. Pola ini menunjukkan bahwa kesuksesan tidak datang secara instan, tetapi memerlukan proses belajar dan adaptasi yang berkelanjutan.
