Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
Bisnis

Topics Covered: Sederet Upaya Pertamina Patra Niaga Perbaiki Tata Kelola Pengadaan Energi

Daniel Smith 3 mins read 5 views

Pertamina Patra Niaga Perbaiki Tata Kelola Pengadaan Energi Topics Covered – PT Pertamina Patra Niaga terus memperkuat komitmen untuk meningkatkan tata kelola

Topics Covered: Sederet Upaya Pertamina Patra Niaga Perbaiki Tata Kelola Pengadaan Energi

Pertamina Patra Niaga Perbaiki Tata Kelola Pengadaan Energi

Topics Covered – PT Pertamina Patra Niaga terus memperkuat komitmen untuk meningkatkan tata kelola pengadaan energi dengan tujuan menciptakan transparansi, akuntabilitas, dan keandalan dalam sistem bisnis. Upaya ini merupakan bagian dari perbaikan menyeluruh untuk menyesuaikan proses dengan dinamika pasar global, sekaligus menjaga konsistensi dengan regulasi yang berlaku.

Kemitraan dan Kolaborasi untuk Kualitas Pengadaan

Dalam rangka memperbaiki tata kelola pengadaan energi, Pertamina Patra Niaga menggelar diskusi kelompok fokus (DKF) bersama Kejaksaan, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), serta lembaga terkait lainnya. Kegiatan ini berlangsung di Jakarta pada hari Kamis, 11 Juni 2026, sebagai upaya sinergi antara sektor publik dan swasta dalam menjaga keandalan pasokan energi nasional.

Pertemuan tersebut melibatkan Jaksa Agung Muda Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Jamdatun), serta Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen (Jamintel) dari Kejaksaan Agung. Selain itu, hadir pula akademisi, perwakilan pengawasan internal, dan pihak-pihak yang terlibat dalam pengadaan bahan bakar minyak (BBM), LPG, dan minyak mentah/kondensat. Kehadiran berbagai pihak bertujuan memperkaya perspektif dan strategi dalam mereformasi sistem pengadaan energi.

“Tugas kami adalah memastikan kebutuhan energi rakyat terpenuhi secara optimal, sekaligus memastikan seluruh proses pengadaan dilaksanakan secara akuntabel dan dapat dipertanggungjawabkan, serta sesuai dengan peraturan yang berlaku,” jelas Erwin Suryadi, Direktur Niaga Pertamina Patra Niaga.

Erwin menekankan bahwa upaya perbaikan tata kelola ini tidak hanya mencakup perubahan prosedur, tetapi juga pengintegrasian prinsip kepatuhan di seluruh tahapan. Dengan kerja sama lembaga hukum seperti KPK dan kejaksaan, Pertamina Patra Niaga berupaya mendorong adaptasi terhadap perubahan pasar global dan mengurangi risiko korupsi.

Implementasi Prinsip Keterbukaan dan Efisiensi

Peningkatan tata kelola mencakup perbaikan prosedur dalam situasi darurat, penerapan prinsip segregasi tugas, dan penggunaan prinsip dua mata (four eyes principle) sebagai upaya mencegah kesalahan atau penyalahgunaan dalam pengadaan. Selain itu, Pertamina Patra Niaga juga memperkuat fungsi compliance untuk memastikan kesesuaian dengan regulasi dan menekan potensi risiko.

Direktur Pertimbangan Hukum Jamdatun, Irene Putri, menyampaikan bahwa kolaborasi antara perusahaan dan lembaga pemerintah menjadi kunci keberhasilan reformasi ini. Ia menegaskan bahwa keberhasilan perbaikan tata kelola pengadaan energi bergantung pada komitmen bersama dan transparansi dalam setiap keputusan.

“Dari sisi kami, Pertamina Patra Niaga selama ini merupakan mitra yang aktif bekerja sama, meminta bantuan agar proses pengadaan sesuai aturan dan risiko bisa diminimalkan secara efektif,” ujar Irene Putri.

Dari perspektif Jamintel, Deny Alvianto, Kepala Seksi Energi dan Sumber Daya Alam (ESDA), menilai bahwa upaya perbaikan ini memberikan dampak positif pada keandalan pasokan energi nasional. Ia menambahkan bahwa Pertamina Patra Niaga terus membangun sistem yang lebih matang, termasuk penguatan di seluruh aspek manajemen.

“Pertamina Patra Niaga telah melakukan berbagai penguatan dalam memperbaiki tata kelola pengadaan agar lebih baik,” ungkap Deny Alvianto.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) juga memberikan apresiasi terhadap komitmen Pertamina Patra Niaga. Dian Patria, Kepala Satuan Tugas Koordinasi dan Supervisi (Kasatgas Korsup) KPK, menyatakan bahwa upaya ini menunjukkan keinginan perusahaan untuk meningkatkan kualitas pengadaan energi secara berkelanjutan. Dengan penyesuaian terhadap dinamika pasar dan pengendalian risiko hukum, Pertamina Patra Niaga mencoba menjadi contoh dalam manajemen energi yang lebih baik.

Erwin Suryadi menegaskan bahwa masukan dari para narasumber menjadi bekal penting dalam pengembangan tata kelola pengadaan. Ia menambahkan bahwa keberhasilan perbaikan ini memerlukan penyesuaian terhadap tuntutan pasar global dan pertimbangan kepatuhan secara menyeluruh. Dengan begitu, Pertamina Patra Niaga tetap menjadi pelaku utama dalam menjaga stabilitas energi nasional.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6.

Gabung diskusi