Topics Covered: Maruarar Targetkan 73 Ribu Rumah Subsidi dengan Bank Syariah
Topics Covered dalam upaya mendorong akses perumahan layak bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) di Indonesia, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara) telah menyetujui keterlibatan PT Bank Syariah Nasional (BSN) dalam mendukung pembiayaan 73 ribu unit rumah subsidi. “Kita telah berdiskusi, mengadakan rapat, dan berkomunikasi secara langsung. Target 73 ribu (rumah subsidi) saya yakin bisa tercapai. Langkah-langkah yang telah diambil, SDM yang tersedia, serta rencana strategisnya sudah siap,” ujar Ara, seperti dilaporkan Antara, Rabu (3/5/2026).
Dalam konteks ini, Ara menyoroti capaian BSN pada tahun sebelumnya, yaitu sekitar 59 ribu unit penyaluran rumah subsidi yang menjadi fondasi untuk mendorong percepatan target tahun ini. Menurutnya, tim direksi dan karyawan BSN terbukti berkomitmen tinggi dalam mengembangkan skema pembiayaan serta pembangunan hunian murah bagi masyarakat. “BSN kini menduduki posisi kedua sebagai bank penyalur pembiayaan perumahan terbesar setelah BTN, sehingga diharapkan dapat mempercepat pelaksanaan program nasional rumah subsidi,” tambah Ara.
“Ibu Kiki (Ketua OJK) sangat mendukung proses untuk KUR perumahan yang akan dijalankan oleh BSN. Persiapannya sudah sangat matang. Mudah-mudahan paling lama dua bulan lagi sudah bisa jalan,”
kata Ara, mengungkapkan tingkat kesiapan OJK dalam memastikan program tersebut berjalan lancar. Pembiayaan KUR perumahan ini bertujuan memberikan dukungan keuangan kepada UMKM, pengembang, kontraktor, hingga toko bangunan melalui bunga rendah yang bersubsidi.
KUR perumahan merupakan inisiatif baru pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, yang menurut Ara, mampu mendorong peningkatan partisipasi pelaku usaha properti dalam menyediakan rumah subsidi. Dalam skema ini, pelaku usaha perumahan bisa memperoleh pinjaman hingga Rp20 miliar dengan bunga terjangkau, sementara pinjaman di bawah Rp100 juta tidak memerlukan jaminan tambahan. “Dengan menurunkan biaya pembiayaan, kita bisa meningkatkan kualitas hidup MBR dan mempercepat pemerataan rumah layak huni,” jelas Ara.
Strategi Pembiayaan yang Inovatif
Dalam rangkaian upaya ini, pemerintah dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga sedang menyiapkan KUR perumahan yang akan segera dijalankan BSN. Ara telah menghubungi Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, untuk mendapatkan dukungan penuh terhadap program tersebut. Salah satu langkah yang diambil adalah penyesuaian sistem SLIK guna mempercepat proses pembiayaan bagi masyarakat dan pelaku usaha properti.
Program KUR perumahan ini diharapkan menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk mendorong pemerataan perumahan. Ara menyebutkan bahwa konsistensi BSN dalam menyediakan KPR subsidi terus meningkat dari tahun ke tahun. Dalam 2025, realisasi KPR subsidi mencapai 59.463 unit, lalu naik menjadi 73.700 unit di tahun 2026. “Ini menjadi indikator bahwa BSN bisa menjadi mitra kunci dalam mencapai target 3 juta rumah subsidi yang dicanangkan pemerintah,” tambahnya.
Penyelesaian Infrastruktur dan Pengembangan Kota Baru
Secara terpisah, pemerintah juga sedang merancang pengembangan kota baru yang mencakup berbagai fasilitas seperti hunian MBR, area menengah, pendidikan, kesehatan, rumah ibadah, dan sarana olahraga terpadu. Menteri Hukum telah merekomendasikan lahan seluas empat hingga lima hektare di Kabupaten Tangerang sebagai lokasi percontohan bersama BSN.
Menurut Ara, pengembangan kota baru ini akan menjadi bagian dari solusi jangka panjang dalam memenuhi kebutuhan perumahan masyarakat. “Kota baru yang kita bangun tidak hanya fokus pada rumah subsidi, tetapi juga memperhatikan keberlanjutan pembangunan di berbagai daerah,” terang Ara. Pemerintah dan Satgas Perumahan bekerja sama dengan sejumlah kementerian lain untuk melakukan survei terhadap lokasi strategis guna memastikan pembangunan berjalan efektif dan berkelanjutan.
