Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
Bisnis

Special Plan: Dorong UMKM Naik Kelas, Pengguna LinkUMKM BRI Tembus 16,46 Juta Pengusaha UMKM hingga April 2026

Jessica Hernandez 3 mins read 19 views

Special Plan: BRI's LinkUMKM Users Reach 16.46 Million UMKM Entrepreneurs by April 2026 Special Plan - Dalam upaya mendorong UMKM naik kelas, Bank Rakyat

Special Plan: Dorong UMKM Naik Kelas, Pengguna LinkUMKM BRI Tembus 16,46 Juta Pengusaha UMKM hingga April 2026

Special Plan: BRI’s LinkUMKM Users Reach 16.46 Million UMKM Entrepreneurs by April 2026

Special Plan – Dalam upaya mendorong UMKM naik kelas, Bank Rakyat Indonesia (BRI) melalui platform LinkUMKM terus mengembangkan strategi pemberdayaan yang berfokus pada akses informasi, pelatihan, dan pendampingan. Sampai April 2026, jumlah pengguna LinkUMKM BRI telah mencapai 16,46 juta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), menunjukkan komitmen perusahaan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi lokal melalui inovasi digital. Special Plan ini menjadi bagian dari upaya BRI memperkuat kapasitas UMKM di tengah persaingan yang semakin ketat.

Inisiatif Digital BRI: Membangun Ekosistem Pemberdayaan UMKM

Platform LinkUMKM BRI tidak hanya berfungsi sebagai alat pendampingan, tetapi juga dirancang sebagai pusat pelatihan digital yang terpadu. Dengan enam fitur utama seperti UMKM Smart, Rumah BUMN, UMKM Media, Komunitas, Etalase Digital, dan Register Nomor Induk Berusaha (NIB), platform ini membuka peluang bagi UMKM untuk meningkatkan kompetensi dan ekspansi bisnis. Special Plan BRI mencakup berbagai solusi digital yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan pelaku usaha di berbagai tahapan pertumbuhan.

“Melalui LinkUMKM, setiap pelaku usaha memiliki akses untuk mengikuti pelatihan berkualitas yang relevan dengan kebutuhan bisnisnya. Platform ini adalah bagian dari Special Plan yang bertujuan memberdayakan UMKM secara holistik, mulai dari pengelolaan operasional hingga pemasaran yang lebih efektif,” jelas Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya.

Satu fitur yang menonjol dalam Special Plan BRI adalah UMKM Smart, yang memberikan rekomendasi pengembangan usaha berdasarkan hasil penilaian mandiri pelaku bisnis. Dengan sistem penilaian digital, pengusaha dapat memahami kekuatan dan kelemahan bisnis mereka, lalu menerima rekomendasi pelatihan yang sesuai dengan kategori usaha, mulai dari tradisional hingga modern. Selain itu, fitur Self-Assessment Naik Kelas memungkinkan pelaku usaha mengevaluasi kapasitas bisnis secara online, sehingga proses kenaikan kelas bisa dilakukan secara mandiri dan terstruktur.

690 Modul Pelatihan: Membangun Kompetensi Teknis dan Non-Teknis

Special Plan BRI dilengkapi dengan lebih dari 690 modul pelatihan yang mencakup berbagai bidang, termasuk teknis seperti manajemen keuangan dan pemasaran digital, serta non-teknis seperti kemampuan negosiasi dan pengembangan kreativitas. Modul-modul ini disusun dengan pendekatan aplikatif, sehingga pelaku usaha bisa langsung menerapkannya dalam operasional bisnis. Platform ini juga menyediakan akses ke sumber daya seperti konsultasi berbasis digital, bantuan pengurusan dokumen, dan sertifikasi bisnis yang dapat memperkuat kepercayaan pelanggan dan mitra.

“Kami ingin proses pemberdayaan UMKM tidak hanya berhenti pada pelatihan, tetapi benar-benar memandu pelaku usaha memahami posisi serta potensi bisnisnya. Dengan pendekatan digital ini, setiap pengusaha bisa belajar dan berkembang sesuai dengan kapasitasnya,” tambah Akhmad.

Keberhasilan Special Plan BRI tidak hanya terlihat dari jumlah pengguna yang meningkat, tetapi juga dari kontribusi nyata UMKM dalam menggerakkan perekonomian nasional. Dengan akses ke pasar yang lebih luas melalui Etalase Digital dan pemasaran yang lebih efektif, pengusaha UMKM bisa meraih peluang bisnis baru, baik secara lokal maupun ekspor. Program ini juga mendukung ekosistem pendukung yang menyatukan pembelajaran, pendampingan, dan jaringan usaha, menjadikannya solusi komprehensif untuk penguatan UMKM.

Salah satu contoh nyata keberhasilan Special Plan adalah pelaku usaha dari Jakarta Timur, Shinta Paramarti, yang memanfaatkan LinkUMKM untuk memasarkan produk KainIndonesia.co. Dengan bantuan platform, Shinta bisa mengakses pelatihan pemasaran digital, lalu memperluas jaringan usaha melalui marketplace dan media sosial. Penggunaan fitur Etalase Digital memungkinkan produk kain tradisionalnya diketahui oleh konsumen di berbagai daerah, bahkan hingga pasar ekspor. Pengalaman ini menunjukkan potensi LinkUMKM dalam membantu UMKM memperkuat daya saing di pasar global.

Gabung diskusi