Skip to content
beritaterbaik
bd66379f-ae92-4c3e-ba95-2e54682ea02d-0
  • Home
  • News
  • Bisnis
  1. Home
  2. Bisnis
  3. Pertumbuhan Ekonomi 5,61% – Sektor Usaha Ini Diuntungkan dan Tertekan
Bisnis

Pertumbuhan Ekonomi 5,61% – Sektor Usaha Ini Diuntungkan dan Tertekan

Linda Moore Reporter Minggu, 10 Mei 2026 pukul 22:32 WIB 3 min read
0 Views 0 Komentar
Share:

Table of Contents

Toggle
  • Pertumbuhan Ekonomi 5,61%: Sektor Usaha yang Mengalami Perubahan
    • Sektor Usaha yang Mengalami Peningkatan
    • Sektor yang Mengalami Penurunan
    • Pertumbuhan Ekonomi 5,61% dan Kinerja Global

Pertumbuhan Ekonomi 5,61%: Sektor Usaha yang Mengalami Perubahan

Pertumbuhan Ekonomi 5 61 – Dalam kuartal pertama 2026, pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,61% secara tahunan (yoy), menjadi perhatian utama publik. Laporan terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa angka pertumbuhan ini menandai peningkatan dibandingkan periode yang sama tahun lalu, yang sebesar 4,87%. Dengan pertumbuhan ekonomi 5,61%, kegiatan usaha di berbagai sektor mengalami perubahan yang beragam, tergantung pada faktor-faktor internal dan eksternal yang memengaruhi permintaan serta pasokan.

Sektor Usaha yang Mengalami Peningkatan

Dalam analisis lebih lanjut, pertumbuhan ekonomi 5,61% utamanya didorong oleh sektor yang mengandalkan permintaan dari masyarakat dalam negeri. Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Shinta Kamdani, menjelaskan bahwa lonjakan permintaan di bidang akomodasi dan makan minum menjadi salah satu faktor kunci. Subsektor ini mencatatkan pertumbuhan hingga 13,14%, yang didukung oleh kegiatan musiman seperti libur panjang dan perayaan tradisional.

“Pertumbuhan ekonomi 5,61% terjadi karena permintaan dalam negeri yang meningkat, terutama selama periode musiman,” kata Shinta kepada Liputan6.com. “Aktivitas usaha di sektor jasa dan konsumsi lokal memberikan kontribusi signifikan terhadap PDB.”

Selain itu, sektor perdagangan besar dan eceran juga mengalami pertumbuhan positif sebesar 6,26%, sementara industri kesehatan dan sosial tumbuh 7,62%. Shinta menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi 5,61% ini menunjukkan perbaikan dari situasi sebelumnya, meskipun ada tantangan yang masih terasa di sektor manufaktur.

Sektor yang Mengalami Penurunan

Sementara itu, beberapa subsektor mengalami tekanan yang signifikan, terutama di sektor manufaktur. Meski pertumbuhan ekonomi nasional mencapai 5,61%, pertumbuhan kuartalan pada sektor manufaktur tercatat negatif sebesar -1,01%. Dari 16 subsektor, sepuluh di antaranya tumbuh di bawah rata-rata nasional, dengan empat subsektor bahkan mengalami penurunan, seperti industri karet dan plastik (-9,01%) serta alat angkutan (-5,02%).

“Lonjakan harga bahan baku seperti naphtha hingga lebih dari 92% sejak awal tahun menyebabkan biaya produksi meningkat, sehingga menekan pertumbuhan di sektor manufaktur,” tambah Shinta.

Penurunan ini diakui sebagai dampak dari inflasi yang terjadi di pasar internasional, terutama karena pelemahan nilai tukar rupiah dan ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Meski ekonomi nasional tumbuh 5,61%, Shinta menyoroti bahwa kenaikan harga produk hingga 100% di sektor kemasan UMKM menunjukkan bahwa manfaatnya belum dirasakan merata oleh seluruh pelaku usaha.

Sebagai contoh, sektor pengolahan tembakau dan kayu serta turunannya terpantau sedang mengalami tekanan, dengan pertumbuhan masing-masing sebesar -4,05% dan -0,02%. Shinta memperkirakan bahwa pertumbuhan ekonomi 5,61% ini akan terus berdampak pada kebijakan pemerintah dalam mengimbangi permintaan dan penawaran, khususnya di sektor yang rentan terhadap fluktuasi harga global.

Pertumbuhan Ekonomi 5,61% dan Kinerja Global

Dalam konteks ekonomi global, pertumbuhan ekonomi 5,61% Indonesia dianggap lebih baik dibandingkan tren rata-rata negara-negara berkembang, yang mencapai 3,9%. Namun, keberhasilan ini belum sepenuhnya mengubah dinamika inflasi yang sedang terjadi di berbagai sektor. Dalam kuartal I 2026, pertumbuhan triwulanan ekonomi nasional tercatat negatif sebesar -0,77%, yang disebabkan oleh pelemahan permintaan dari luar negeri.

Shinta menegaskan bahwa meskipun pertumbuhan ekonomi 5,61% mencerminkan peningkatan aktivitas usaha, keberlanjutan kinerja ini masih dipertanyakan. “Kita perlu memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi 5,61% ini dapat berkelanjutan, terutama dalam menghadapi tantangan inflasi dan kenaikan biaya produksi,” jelasnya.

Di sisi lain, ekonomi global pada April 2026 diperkirakan tumbuh 3,1% oleh International Monetary Fund (IMF), dengan pertumbuhan di kawasan Asia Tenggara cenderung lebih stabil dibandingkan negara-negara maju. Pertumbuhan ekonomi 5,61% Indonesia, yang mengalami kontraksi triwulanan, menjadi pertunjukan bagus yang menunjukkan ketahanan ekonomi terhadap tekanan global.

Analisis lebih lanjut menunjukkan bahwa sektor usaha yang diuntungkan dari pertumbuhan ekonomi 5,61% terutama berada di bidang jasa, sementara sektor manufaktur dan kecil-usaha tetap menghadapi tantangan. Shinta menyarankan bahwa pemerintah perlu memperkuat kebijakan yang menyeimbangkan antara kebutuhan masyarakat dan kinerja usaha, agar pertumbuhan ekonomi 5,61% dapat menyebar secara merata.

Dengan pertumbuhan ekonomi 5,61% ini, Indonesia menunjukkan kemampuan untuk menjaga kestabilan ekonomi di tengah ketidakpastian global. Namun, perlu diwaspadai bahwa sektor-sektor yang terkena tekanan seperti manufaktur dan UMKM masih memerlukan langkah-langkah khusus untuk mengurangi dampak inflasi. Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi 5,61% tidak hanya menjadi capaian tahunan, tetapi juga menjadi dasar untuk rencana kinerja ekonomi pada kuartal berikutnya.

Bagikan:

Berita Terkait

75cb4b5e-2e23-4076-8b0c-2d38f1fd0103-0

Key Strategy: Aturan Baru PPH Final UMKM 0,5%, Ini Daftar Wajib Pajak yang Berhak Menerima

30 Mei 2026
054781200_1469523917-agustina_melani-44

Liga Champions PSG Vs Arsenal: Segini Hadiah Uang yang Bakal Diterima Pemenang

30 Mei 2026

New Policy: Pegadaian Salurkan 913 Hewan Kurban pada Idul Adha 1447 H, Jangkau Berbagai Daerah di Indonesia

30 Mei 2026

Komentar

Tinggalkan Komentar Batal

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Field yang wajib diisi ditandai *

Dengan mengirim komentar, Anda menyetujui kebijakan komentar kami.

Terpopuler

Berita Terbaru

75cb4b5e-2e23-4076-8b0c-2d38f1fd0103-0

Key Strategy: Aturan Baru PPH Final UMKM 0,5%, Ini Daftar Wajib Pajak yang Berhak Menerima

1 jam yang lalu
054781200_1469523917-agustina_melani-44

Liga Champions PSG Vs Arsenal: Segini Hadiah Uang yang Bakal Diterima Pemenang

1 jam yang lalu

New Policy: Pegadaian Salurkan 913 Hewan Kurban pada Idul Adha 1447 H, Jangkau Berbagai Daerah di Indonesia

1 jam yang lalu

Latest Program: Influencer dan Selebgram Tak Bisa Nikmati PPh Final UMKM 0,5%

1 jam yang lalu
054781200_1469523917-agustina_melani-43

Official Announcement: Michael Dell Salip Mark Zuckerberg jadi Orang Terkaya ke-6 di Dunia

1 jam yang lalu

Kategori

  • Bisnis (795)
  • News (1063)
  • Uncategorized (1)

About Us

beritaterbaik menyajikan berita terbaru, analisis tajam, dan update penting setiap hari dengan gaya yang jelas dan terpercaya.

Trending Post

  • Hello world!
  • Solving Problems: Jokowi Kaget, Demam ‘Mas Bahlil Ganteng’ Sampai Depan Rumahnya
  • Historic Moment: Polri Buru Bos dan Perekrut Utama di Balik Markas Judi Online di Hayam Wuruk
  • Top 3 News: Aktivitas Terakhir Anggota BPK Haerul Saleh Sebelum Meninggal dalam Kebakaran Rumah
  • Historic Moment: Kapolri Rotasi 9 Kapolda, Ini Daftar Lengkapnya

Quick Links

  • Bisnis
  • News
  • Uncategorized

Contact Us

Ready to get started? Contact us today!

  • Contact Us

Copyright © 2026 . All rights reserved.