Prabowo Ingin Peran Sektor Swasta yang Besar
Main Agenda – Salah satu main agenda yang paling menonjol dalam pidato Prabowo Subianto di acara Rapat Paripurna DPR pada Rabu (20/5/2026) adalah penekanan terhadap peran sektor swasta yang signifikan dalam perekonomian nasional. Ia mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi tidak dapat tercapai tanpa dukungan yang kuat dari bisnis swasta. “Main Agenda kami adalah menumbuhkan peran sektor swasta yang besar, tapi besar yang benar. Jangan besar tetapi tidak benar,” ujarnya dengan tegas. Prabowo menegaskan bahwa sektor swasta harus menjadi pilar utama dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, serta menyelesaikan tantangan yang dihadapi oleh bangsa Indonesia.
Ekosistem Bisnis yang Dinamis dan Inovatif
Prabowo berpendapat bahwa sektor swasta memerlukan perubahan mindset agar dapat berkontribusi secara maksimal. Ia menyoroti pentingnya pengusaha yang tidak hanya fokus pada profit, tetapi juga memiliki komitmen terhadap pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. “Kita butuh sektor swasta yang dinamis, dengan pengusaha yang penuh inovasi, memiliki kemampuan manajerial yang handal, dan semangat berbisnis tinggi,” tegasnya. Menurutnya, kinerja sektor swasta yang efektif akan menjadi penentu utama dalam menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat global.
“Kita harus mengakui prestasi perusahaan kita yang bersaing di tingkat global. Sebut saja Indofood, produknya seperti Indomie diakui hampir di seluruh dunia. Saya ke Eropa, orang Eropa carinya Indomie. Banyak negara Afrika juga menganggap produk mereka. Juga perusahaan seperti Mayora yang memasarkan Kopiko ke lebih dari 100 negara. Mereka sukses karena memiliki brand ambassador, presidennya mendukung minum kopi di mana-mana,” ujar Prabowo dalam pidatonya.
Kompetensi sektor swasta yang diungkapkan Prabowo menjadi bagian dari main agenda pemerintah dalam memperkuat kemitraan dengan dunia usaha. Ia menekankan bahwa keberhasilan ekonomi Indonesia tidak hanya bergantung pada kebijakan pemerintah, tetapi juga pada kemampuan sektor swasta untuk beradaptasi dengan perubahan pasar dan teknologi. Prabowo menyebutkan bahwa keberlanjutan pertumbuhan ekonomi membutuhkan kolaborasi yang lebih kuat antara pemerintah dan bisnis, serta penggunaan sumber daya secara optimal.
Main Agenda: Strategi Penguatan Sektor Swasta
Dalam rangka memperkuat main agenda tersebut, Prabowo mengusulkan beberapa langkah strategis. Pertama, ia menekankan perlunya pemerintah memberikan kepastian regulasi yang mendukung pertumbuhan usaha swasta. Kedua, Prabowo ingin meningkatkan akses pemasaran dan ekspor bagi produk lokal, terutama untuk usaha kecil dan menengah (UKM). “Main Agenda ini juga mencakup penguatan infrastruktur dan peningkatan kualitas SDM, karena tanpa itu, perusahaan swasta sulit berkembang,” tambahnya.
Kebijakan pemerintah yang akan diusulkan dalam KEM-PPKF RAPBN 2027 diharapkan dapat menjadi fondasi untuk mencapai main agenda tersebut. Prabowo menyebutkan bahwa pemerintah harus berperan sebagai mitra yang mendukung, bukan hanya pengatur. “Main Agenda ini menekankan bahwa sektor swasta harus diberi ruang untuk berkembang, tetapi juga diawasi agar tidak menimbulkan risiko bagi masyarakat,” jelasnya. Ia mencontohkan beberapa perusahaan nasional yang telah menunjukkan kemampuan untuk bersaing di tingkat internasional, sekaligus memperlihatkan potensi Indonesia sebagai negara yang mampu membangun ekonomi berbasis swasta.
Prabowo juga mengingatkan bahwa main agenda ini harus dipadukan dengan kebijakan lain, seperti reformasi birokrasi dan peningkatan kualitas pendidikan. “Main Agenda sektor swasta adalah bagian dari kebijakan nasional yang mengutamakan kemandirian ekonomi dan kesejahteraan rakyat,” tegasnya. Dalam konteks ini, Prabowo menegaskan bahwa pemerintah harus berperan sebagai fasilitator, sementara sektor swasta bertindak sebagai motor penggerak utama.
