Jalur MRT Bundaran HI-Monas Beroperasi Mulai 2027
Key Strategy menjadi salah satu prioritas utama dalam pengembangan infrastruktur transportasi di Jakarta. Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka secara resmi mengumumkan bahwa proyek perluasan rute MRT Jakarta, khususnya jalur Bundaran HI-Monas, akan selesai dan mulai beroperasi pada tahun 2027. Pernyataan ini disampaikan dalam kunjungan ke lokasi pembangunan Fase 2A, yang menandai langkah penting dalam Key Strategy pemerintah untuk meningkatkan ketersediaan moda transportasi massal di Ibu Kota. Jalur ini diharapkan menjadi bagian dari strategi jangka panjang dalam mengoptimalkan alur lalu lintas dan mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi.
Kemajuan Progres Fase 2A
“Secara keseluruhan, tadi sudah dilaporkan Pak Dirut (MRT) progres pembangunannya sudah mencapai 59 persen. Di akhir tahun 2027, HI-Monas tersambung dan sudah beroperasi, lalu di akhir 2029 nyambung sampai ke Stasiun Kota,” ujar Gibran, mengutip keterangan resmi, Selasa (12/5/2026).
Kemajuan ini menunjukkan bahwa Key Strategy dalam pembangunan MRT Fase 2A sedang berjalan stabil. Pemerintah pusat dan daerah telah menyatukan upaya untuk memastikan progres konstruksi sesuai dengan target waktu. Dalam Key Strategy ini, pemerintah juga menekankan pentingnya keterlibatan para tenaga konstruksi, yang menjadi tulang punggung keberhasilan proyek. Selain itu, Key Strategy ini mencakup penggunaan teknologi modern untuk memastikan operasional yang efisien dan ramah lingkungan.
Kontribusi Terhadap Mobilitas Kota
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyoroti keberhasilan proyek Fase 2A, dengan menyebutkan bahwa segmen HI-Monas telah mencapai 80,47 persen, sementara segmen Harmoni-Kota sebesar 51,04 persen. “Kehadiran MRT bukan hanya meningkatkan akses transportasi umum di Jakarta, tetapi juga menjadi solusi mobilitas perkotaan yang inovatif,” terang Dudy. Hal ini sejalan dengan Key Strategy nasional dalam mengurangi kemacetan dan mempercepat pergerakan warga.
“Semoga pembangunan MRT Jakarta dapat menjadi tonggak penguatan sistem transportasi massal perkotaan yang terintegrasi serta mendukung pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan,” imbuh Dudy.
Dalam Key Strategy yang dirancang, MRT Bundaran HI-Monas akan memperkuat jaringan transportasi yang terhubung ke beberapa ikon kota Jakarta, seperti Bundaran HI dan Monas. Rute ini diperkirakan mampu mengangkut ratusan ribu penumpang per hari, mengurangi beban di jalan raya, dan meningkatkan efisiensi perjalanan. Pemprov DKI Jakarta, yang juga berperan aktif dalam Key Strategy, telah memastikan koordinasi antara berbagai pihak untuk mempercepat penyelesaian proyek.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan bahwa progres proyek mencapai 59,7 persen, dengan target pengujian coba jalur HI-Kota dilakukan pertengahan 2027. “Setelah meninjau proyek bersama Pak Gibran, kami yakin jalur ini akan menjadi bagian penting dari Key Strategy Jakarta dalam mewujudkan kota yang lebih terjangkau,” tambah Pramono di Balai Kota, Jakarta, Selasa (12/5/2026) melansir Antara.
Kelengkapan Key Strategy ini juga melibatkan peningkatan kualitas layanan dengan memperkenalkan teknologi keamanan terkini dan sistem informasi yang memudahkan penumpang. Dengan keseluruhan progres yang signifikan, pihak terkait berharap MRT Fase 2A menjadi model keberhasilan dalam Key Strategy infrastruktur transportasi nasional.
Key Strategy dalam pengembangan MRT Jakarta tidak hanya terfokus pada selesainya jalur Bundaran HI-Monas, tetapi juga mencakup rencana ekspansi ke wilayah lain, seperti jalur Timur-Barat. Proyek ini diperkirakan akan memberikan dampak luas terhadap mobilitas warga dan pertumbuhan ekonomi wilayah. Dengan Key Strategy yang konsisten, pemerintah berharap Jakarta dapat menjadi contoh kota berbasis transportasi umum yang inovatif dan berkelanjutan.
