Bank Raya Perkuat Komitmen ESG dengan Strategi Pembiayaan Inklusif dan Efisiensi Operasional
Key Strategy – Dalam upaya meningkatkan keberlanjutan bisnis, Bank Raya, sebagai bagian dari Bank Raya Group, mengembangkan key strategy yang mengintegrasikan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) ke dalam seluruh aktivitas operasional. Strategi ini mencakup peningkatan akses permodalan untuk usaha kecil menengah (UMKM) melalui program pembiayaan inklusif, serta penekanan pada pengurangan penggunaan sumber daya di lingkungan kerja. Pada tahun 2025, perusahaan mencatatkan total kredit berkelanjutan sebesar Rp3,6 triliun, yang merupakan 47,49% dari seluruh portofolio kredit. Angka ini mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya, mencerminkan komitmen Bank Raya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata dan ramah lingkungan.
Transformasi digital menjadi bagian integral dari key strategy Bank Raya, karena dianggap sebagai penopang efektivitas pengelolaan ESG. Hingga akhir 2025, realisasi digital saving mencapai Rp2,20 triliun, naik 66,7% dibandingkan 2024. Selain itu, perusahaan juga mengoptimalkan portofolio investasinya dengan pembelian green bond, yang sejalan dengan target green banking. Integrasi prinsip keberlanjutan terus diperkuat melalui kebijakan kredit selektif, pengurangan emisi karbon, dan inisiatif untuk meningkatkan efisiensi energi. Hal ini tidak hanya mendukung transparansi perusahaan, tetapi juga memperkuat daya saing dalam industri perbankan modern.
Komitmen Lingkungan dalam ESG
Dalam bidang lingkungan, Bank Raya berhasil menurunkan konsumsi energi listrik hingga 40,41% dibandingkan tahun sebelumnya, dengan penggunaan mencapai 748.156 kWh. Penghematan ini dicapai melalui penerapan teknologi hemat energi di seluruh cabang dan operasional digital. Selain itu, penggunaan air juga berkurang 9,4% ke level 5.599 m3. Upaya ini dilakukan sebagai bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), termasuk inisiatif khusus seperti key strategy penghijauan melalui Pantura Greenbelt Program. Setiap transaksi keuangan nasabah melalui Aplikasi Raya mendukung penanaman 3.500 bibit pohon bakau, yang diperkirakan menyerap karbon sebanyak 28 tCO2 per tahun.
“Kami meyakini pertumbuhan bisnis berkualitas harus sejalan dengan tanggung jawab terhadap lingkungan dan masyarakat. Melalui key strategy pembiayaan UMKM, inovasi digital, serta implementasi ESG, Bank Raya berkomitmen menciptakan nilai jangka panjang yang berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan,” ujar Danar Widyantoro, Direktur Manajemen Risiko, Kepatuhan, dan Sumber Daya Manusia Bank Raya.
Inisiatif Sosial dan Peningkatan Kapasitas SDM
Dalam aspek sosial, Bank Raya tidak hanya fokus pada pembiayaan UMKM, tetapi juga meningkatkan kemampuan sumber daya manusia (SDM) melalui pelatihan dan sertifikasi ESG. Langkah ini memastikan bahwa staf dan karyawan memahami pentingnya keberlanjutan dalam semua level operasional. Selain itu, perusahaan memperkuat perlindungan hak asasi manusia dengan mengadakan program CSR yang mencakup empat bidang: sosial, ekonomi, lingkungan, dan tata kelola. Komitmen terhadap masyarakat juga diwujudkan melalui edukasi literasi keuangan yang diselenggarakan sebanyak 36 kali, rata-rata tiga kali sebulan, melalui media sosial. Key strategy ini diharapkan memperluas akses pendidikan keuangan dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan keuangan secara bijak.
Bank Raya terus memperkuat key strategy ESG dengan pendekatan holistik. Program penghijauan, misalnya, tidak hanya terbatas pada penanaman pohon, tetapi juga mencakup perbaikan kualitas lingkungan sekitar cabang bank. Inisiatif ini sejalan dengan visi perusahaan untuk menciptakan ekosistem keuangan yang lebih berkelanjutan. Peningkatan efisiensi operasional juga menjadi bagian dari key strategy ini, dengan adopsi sistem digital yang mengurangi dampak lingkungan dan meningkatkan kecepatan layanan keuangan kepada nasabah.
Strategi ESG Bank Raya mencakup pengurangan emisi karbon melalui penggunaan energi terbarukan dan optimisasi transportasi dalam operasional. Perusahaan juga menggandeng mitra lokal untuk memastikan keberlanjutan dalam setiap proyek pembiayaan. Selain itu, kebijakan kredit selektif dilakukan untuk mendukung bisnis-bisnis yang sesuai dengan prinsip ESG, seperti usaha yang ramah lingkungan atau memiliki komitmen sosial tinggi. Key strategy ini tidak hanya menciptakan nilai ekonomi, tetapi juga memberikan dampak positif pada masyarakat dan lingkungan jangka panjang.
Untuk mendukung key strategy ESG secara komprehensif, Bank Raya terus mengevaluasi kinerja keberlanjutan dalam setiap divisi. Keterlibatan aktif dalam mengurangi penggunaan sumber daya dan memperkuat transparansi informasi menjadi fokus utama. Perusahaan juga berupaya memperluas jangkauan program ESG melalui kolaborasi dengan pemerintah dan lembaga nirlaba. Dengan key strategy yang terus ditingkatkan, Bank Raya memastikan keberlanjutan bisnisnya menjadi prioritas, sejalan dengan perkembangan industri perbankan yang semakin peduli terhadap isu sosial dan lingkungan.
