Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
News

Latest Program: Prabowo Setuju Sebagian Keuntungan BUMN untuk Dana Riset dan Inovasi

Mary Hernandez 3 mins read 14 views

Program Terbaru: Prabowo Setuju Sebagian Laba BUMN untuk Dana Riset dan Inovasi Latest Program - Program terbaru yang diusung oleh Presiden Prabowo Subianto

Latest Program: Prabowo Setuju Sebagian Keuntungan BUMN untuk Dana Riset dan Inovasi

Program Terbaru: Prabowo Setuju Sebagian Laba BUMN untuk Dana Riset dan Inovasi

Latest Program – Program terbaru yang diusung oleh Presiden Prabowo Subianto menyoroti komitmen pemerintah dalam memperkuat sektor BUMN melalui alokasi sebagian laba sebagai dana riset dan inovasi. Pernyataan ini diungkapkan dalam acara Sarasehan Kebangsaan yang diadakan di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta Pusat, pada Minggu (28/6/2026), dihadiri oleh sekitar 2.600 peserta yang terdiri dari rektor, dekan, dan dosen perguruan tinggi negeri (PTN) serta swasta (PTS) dari seluruh Indonesia. Acara tersebut berfokus pada tema “Strategi Kemandirian Ekonomi dan Kesejahteraan Indonesia,” dengan Prabowo menyoroti pentingnya program ini untuk meningkatkan kualitas riset dan inovasi nasional.

Langkah Strategis untuk Kemandirian Ekonomi

“Tadi juga usul sektor biaya riset, diusulkan agar tiap BUMN mengalokasikan sebagian laba mereka untuk riset dan inovasi. Ini bagus usulnya,” ujar Prabowo.

Dalam rangka mendukung program terbaru ini, Prabowo menekankan bahwa BUMN harus menjadi pusat pengembangan teknologi dan inovasi yang lebih efektif. Ia mengatakan bahwa dana riset dan inovasi dari laba BUMN akan membantu mengurangi ketergantungan pada bantuan luar negeri serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. “Dengan menyalurkan laba ke bidang riset, kita bisa meningkatkan kapasitas BUMN dalam menghasilkan solusi berbasis teknologi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat,” tambahnya.

Program terbaru ini diharapkan menjadi bagian dari kebijakan jangka panjang pemerintah untuk mendorong transformasi BUMN menjadi perusahaan yang lebih kompetitif dan inovatif. Prabowo menyebut bahwa pengalokasian dana riset dan inovasi akan fokus pada bidang-bidang strategis seperti energi terbarukan, pertanian modern, dan teknologi digital. “Kita perlu berpikir jangka panjang, sehingga keuntungan BUMN bisa dipakai untuk membangun kekuatan ekonomi nasional,” jelasnya.

Penataan BUMN dan Eksplorasi Potensi

Prabowo juga menyoroti penataan besar-besaran BUMN yang sedang dilakukan pemerintah. Menurutnya, jumlah BUMN sekarang terlalu banyak dan banyak dari mereka tidak berjalan efisien. “Kita sudah tutup lebih dari 200 BUMN, dan targetnya nanti hanya tersisa sekitar 250 perusahaan,” katanya. Penutupan BUMN yang tidak efisien dianggap sebagai langkah penting untuk fokus pada perusahaan yang benar-benar mampu berkontribusi bagi kepentingan nasional.

Dalam program terbaru, Prabowo menekankan bahwa perusahaan-perusahaan BUMN yang tetap beroperasi harus memiliki kapasitas untuk menghasilkan laba dan mengalokasikannya secara bijak. “Laba BUMN sekarang mulai ada, dan ini waktunya kita memanfaatkan untuk riset dan inovasi,” tambahnya. Ia menegaskan bahwa pendanaan dari laba BUMN akan menjadi sumber utama untuk mengembangkan riset yang bisa digunakan dalam berbagai sektor, termasuk pertanian, industri, dan transportasi.

Prabowo juga mengungkapkan bahwa pemerintah akan terus mengevaluasi kinerja BUMN secara berkala, sehingga program terbaru ini bisa menjadi bagian dari sistem yang lebih berkelanjutan. “Saya minta dalam tahun ini harus selesai ya. Jadi dalam dua tahun, kita akan membuat BUMN-BUMN lebih efisien, lebih transparan, dan lebih mampu berkontribusi untuk rakyat,” tegasnya. Ia menambahkan bahwa program ini adalah bagian dari upaya membangun kemandirian ekonomi yang didukung oleh riset dan inovasi.

Program terbaru ini juga diharapkan mendorong kolaborasi antara BUMN, perguruan tinggi, dan lembaga riset. Prabowo menyebut bahwa perusahaan-perusahaan pelat merah perlu bekerja sama dengan institusi akademik untuk menghasilkan solusi inovatif yang bisa diaplikasikan langsung di lapangan. “Kita perlu membangun kemitraan yang baik antara BUMN dan PTN, karena riset dan inovasi adalah kunci untuk meningkatkan daya saing bangsa,” katanya.

Dengan program terbaru ini, Prabowo optimis bahwa BUMN akan menjadi lebih berkualitas dan berkontribusi besar bagi pembangunan Indonesia. Ia menilai bahwa alokasi laba ke bidang riset dan inovasi adalah langkah pragmatis yang bisa memberikan dampak jangka panjang. “Kita bisa lihat bahwa keuntungan BUMN tidak hanya untuk keuntungan perusahaan, tetapi juga untuk masyarakat luas,” pungkasnya. Program ini diharapkan menjadi salah satu prioritas pemerintah dalam mewujudkan visi kemandirian ekonomi dan inovasi nasional.

Gabung diskusi