Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
News

What Happened During: Hadir di Atambua, Mendagri Minta Tenun NTT Jangan Sampai Diklaim Asing

Mark Williams 3 mins read 25 views

Mendagri Minta Tenun NTT Jangan Diklaim Asing di Atambua What Happened During – Jakarta, Liputan6.com – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito

What Happened During: Hadir di Atambua, Mendagri Minta Tenun NTT Jangan Sampai Diklaim Asing

Mendagri Minta Tenun NTT Jangan Diklaim Asing di Atambua

What Happened During – Jakarta, Liputan6.com – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian hadir di Atambua, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT), untuk mendukung perayaan Parade Tenun yang diadakan Jumat malam (26/6/2026). Acara ini, yang berlangsung di Pelataran Mal Pelayanan Publik Timor-Atambua, bertujuan mempertahankan seni tenun sebagai bagian dari warisan budaya nasional. Mendagri menekankan pentingnya kegiatan serupa sebagai sarana memperkuat identitas lokal dan menghindari kemungkinan seni tersebut dikuasai oleh pihak asing.

Peran Festival dalam Pelestarian Budaya

Dalam pidatonya, Mendagri menyatakan bahwa Parade Tenun bukan hanya acara hiburan, tapi juga alat strategis untuk menjaga keberlanjutan seni tradisional NTT. Ia menyoroti bahwa tenun Belu memiliki nilai estetika dan sejarah yang unik, sehingga perlu dijaga dari pengaruh eksternal. “What Happened During ini menunjukkan bagaimana budaya bisa tetap relevan di tengah perkembangan modern,” ujar Tito. Ia menambahkan, festival seperti ini mendorong kreativitas desainer lokal dan memberikan peluang ekonomi bagi pengrajin tenun.

Acara yang dihadiri oleh Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, Bupati Belu Willybrodus Lay, serta perwakilan dari Timor-Leste dan Australia ini menampilkan berbagai karya tenun yang dihiasi elemen modern. Selain itu, kegiatan tersebut juga menampilkan pertunjukan musik tradisional dan fashion show yang menunjukkan evolusi seni tenun dalam konteks kekinian. Mendagri menilai inisiatif ini menjadi langkah awal untuk menempatkan tenun NTT sebagai ikon pariwisata budaya nasional.

Collaboration and Economic Impact

Peserta parade busana, mulai dari usia SD hingga dewasa, menunjukkan kepercayaan diri saat mengenakan pakaian buatan lokal. Mendagri menyampaikan apresiasi terhadap partisipasi masyarakat yang mencerminkan rasa bangga terhadap warisan budaya. “What Happened During ini menjadi platform untuk memperkenalkan tenun kepada generasi muda dan pengunjung dari berbagai daerah,” tuturnya. Selain itu, acara ini juga mendorong keterlibatan UMKM lokal dalam ekspor produk tenun, yang menjadi salah satu pilar ekonomi wilayah perbatasan.

Dalam kunjungan ke stan pameran, Mendagri melihat berbagai inovasi dalam pengemasan dan pemasaran tenun. Beberapa desainer menggabungkan teknik tradisional dengan desain kontemporer, menunjukkan potensi industri kreatif NTT. “Festival ini membuka jalan untuk kolaborasi dengan pihak luar, seperti Australia, yang mengakui nilai seni tenun kita,” tambah Tito. Ia juga berharap kegiatan serupa diadakan secara berkala untuk meningkatkan daya tarik wisata budaya.

Parade Tenun di Atambua dianggap sebagai bentuk keberhasilan pelestarian budaya yang berkelanjutan. Dengan menggabungkan seni tradisional dan elemen modern, acara ini menawarkan pengalaman yang menarik bagi wisatawan lokal dan mancanegara. Mendagri menekankan bahwa keberhasilan ini bisa diulang di daerah lain dengan pendekatan serupa. “What Happened During di Atambua menjadi contoh bagaimana budaya bisa hidup kembali melalui inovasi,” ujarnya. Ia juga berharap pemerintah daerah dan masyarakat bersinergi untuk menjaga seni tenun NTT.

Acara ini memperlihatkan potensi tenun sebagai komoditas ekonomi yang bisa mendukung Pendapatan Asli Daerah (PAD). Dengan partisipasi UMKM dan desainer lokal, pasar tenun NTT diperkirakan akan berkembang lebih luas. Mendagri menyoroti bahwa keberhasilan festival ini bisa menjadi momentum untuk menarik investor dan pengusaha di sektor kreatif. “What Happened During di Atambua menunjukkan bahwa budaya tidak hanya berdampak pada identitas, tapi juga pada perekonomian,” katanya. Ia juga mengingatkan bahwa perlu terus diberikan dukungan untuk menjaga kualitas produk dan inovasi desain.

Gabung diskusi