Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
News

Latest Program: 3 Orang Meninggal, Begini Prosedur Penanganan Peserta SPPI Saat Sakit

James Brown 2 mins read 30 views

3 Orang Meninggal, Begini Prosedur Penanganan Peserta SPPI Saat Sakit Latest Program - Korps Marinir TNI Angkatan Laut (AL) memberikan penjelasan tentang

Latest Program: 3 Orang Meninggal, Begini Prosedur Penanganan Peserta SPPI Saat Sakit

3 Orang Meninggal, Begini Prosedur Penanganan Peserta SPPI Saat Sakit

Latest Program – Korps Marinir TNI Angkatan Laut (AL) memberikan penjelasan tentang mekanisme medis untuk peserta latihan dasar kemiliteran (latsarmil) yang menjalani program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) dan mengalami gangguan kesehatan. Penjelasan ini diberikan sebagai respons terhadap perhatian publik setelah tiga peserta dinyatakan meninggal dunia selama kegiatan pelatihan. Komandan Batalyon Latihan SPPI KDMP dan KNMP di Brigif 1 Marinir Cilandak, Letkol Marinir Agus Mutaqin, menjelaskan langkah-langkah yang diambil.

Prosedur Pelaporan dan Penanganan Kondisi Kesehatan

Korps Marinir menegaskan bahwa peserta yang mengalami keluhan kesehatan akan diurus sesuai prosedur yang sudah ditetapkan. Proses ini dimulai dengan pelaporan kondisi kepada komandan peleton, kemudian ditindaklanjuti secara bertahap hingga sampai ke tingkat batalyon. “Mereka melaporkan ke tingkat bawah, yaitu Danton, lalu Danton melapor ke Danki, dan Danki berkoordinasi dengan Danyonlat,” jelas Agus, Kamis (25/6/2026).

“Sambil proses pelaporan berlangsung, peserta yang sakit segera diberikan penanganan medis dari fasilitas kesehatan di lingkungan markas. Namun, jika Tonkes atau dokter di peleton tidak mampu menangani, kita sudah siapkan Rumah Sakit Marinir Cilandak untuk melakukan rawat inap dan perawatan lebih lanjut,” tambahnya.

Langkah Pencegahan untuk Mengurangi Risiko

Untuk meminimalkan risiko kesehatan selama pelatihan, Korps Marinir menerapkan upaya preventif. Peserta dengan riwayat penyakit kronis atau kondisi khusus dipisahkan dari kegiatan fisik berat. “Kita sengaja membagi peserta berdasarkan kondisi kesehatan, sehingga mereka tidak terlibat dalam aktivitas lapangan yang membebani tubuh,” ucap Agus.

Data kesehatan peserta dikumpulkan melalui pemeriksaan sebelum program dimulai. Peserta dengan riwayat medis tertentu diberikan penyesuaian dalam kegiatan, lebih banyak mengikuti materi pembelajaran di dalam kelas sesuai kemampuan fisik mereka.

Progress Program dan Harapan Pemangku

Sampai saat ini, seluruh rangkaian latsarmil masih berjalan aman dan kondusif. Agus berharap peserta dapat menguasai pengetahuan, kedisiplinan, serta wawasan kebangsaan yang diperlukan untuk mengelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Program ini diikuti oleh 674 peserta yang terbagi dalam empat kompi, masing-masing terdiri dari enam peleton. Mereka menjalani berbagai materi latihan untuk membangun semangat pengabdian dan jiwa nasionalisme.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Gabung diskusi