Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
News

Pramono Ungkap Alasan Tak Semua Sekolah Rusak Langsung Direnovasi

Jessica Hernandez - beritaterbaik.com 3 mins read 4 views

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan bahwa kebijakan efisiensi anggaran serta pemotongan Dana Bagi Hasil (DBH) memengaruhi jalannya program

Pramono Ungkap Alasan Tak Semua Sekolah Rusak Langsung Direnovasi

Pramono Jelaskan Mengapa Renovasi Sekolah Tidak Serentak Dilakukan

Beritaterbaik.com – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan bahwa kebijakan efisiensi anggaran serta pemotongan Dana Bagi Hasil (DBH) memengaruhi jalannya program renovasi sekolah di ibukota. Dampaknya, dari total 22 institusi pendidikan yang dijadwalkan rehabilitasi pada tahun 2026, baru tujuh unit yang telah mendapatkan jatah dana. “Terjadi hal ini karena adanya pemotongan DBH, efisiensi, dan faktor lainnya. Maka dari 22 sekolah, hanya tujuh yang akan segera dibangun,” jelas Pramono setelah meninjau SDN Kebayoran Lama Selatan 09 di Jakarta Selatan, Jumat (24/7/2026).

Kondrus SDN Kebayoran Lama Selatan 09 yang rusak parah mendorong Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk mengevaluasi kembali prioritas sekolah yang perlu segera ditangani. Evaluasi tersebut menghasilkan penambahan empat sekolah ke dalam daftar rehabilitasi tahun berjalan. “Sebenarnya 22 sekolah itu dijadwalkan pembangunannya dimulai tahun 2026. Karena pemotongan DBH, tujuh sekolah diprioritaskan. Namun setelah kejadian kemarin, Kepala Dinas Pendidikan melaporkan empat sekolah lain yang kondisinya mendesak,” paparnya.

Dengan penambahan tersebut, total ada sebelas sekolah yang akan ditangani pada tahun ini. Sisanya akan menyusul pada tahun 2027. Keempat sekolah tambahan yang masuk prioritas adalah SDN Kebayoran Lama Selatan 09, SMAN 102 Jakarta, SDN Cempaka Putih Barat 03, serta SDN Papango 01 dan TKN Papango 01. Anggaran yang dialokasikan untuk keempat proyek ini mencapai sekitar Rp 249 miliar.

Insiden Runtuhnya Bangunan SDN Kebayoran Lama Selatan 09

SDN Kebayoran Lama Selatan 09 di Jakarta Selatan telah hampir dua tahun tidak berfungsi untuk kegiatan belajar mengajar. Sejak salah satu bangunannya ambruk pada November 2024, para siswa terpaksa menumpang belajar di sekolah lain hingga saat ini gedung belum diperbaiki. Evi (33), seorang orang tua murid, masih mengingat momen ketika bangunan sekolah itu runtuh.

“Robohnya itu juga nggak langsung, pelan, nggak langsung bruk seperti ini. Pelan. Nah, waktu ketika di sore hari hujan deras pada saat itu, tiba-tiba langsung bruk gitu aja sih,” kata Evi kepada wartawan, Selasa (22/7/2026).

Menurut Evi, kejadian tersebut pertama kali diketahui oleh warga sekitar sebelum informasinya menyebar ke para orang tua. Pihak sekolah kemudian menyampaikan kabar tersebut secara resmi. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden itu. Lima ruangan terdampak, terdiri dari empat ruang kelas dan satu ruang Unit Kesehatan Sekolah (UKS).

Sejak peristiwa tersebut, kegiatan belajar mengajar dipindahkan ke SDN Kebayoran Lama Selatan 11 dan SDN Kebayoran Lama Selatan 12. Para siswa kini harus mengikuti pelajaran pada siang hingga sore hari karena ruang kelas digunakan secara bergantian dengan sekolah lain. Kondisi ini memengaruhi aktivitas mereka setelah pulang sekolah, termasuk kegiatan mengaji.

“Kan ngajinya itu di sore, habis Ashar biasanya kan. Kita kan di sini pulang sekolahnya jam 5, dari jam 1 sampai jam 5,” kata Evi. “Jadinya anak-anak di sore itu ya sudah untuk aktivitas agama jadinya nggak nyaman, kita belajar pun nggak nyaman. Jika siang gitu, pulang sore,” sambungnya.

Kondisi tersebut membuat Evi dan sejumlah orang tua murid merasa resah. Mereka berharap bangunan sekolah segera diperbaiki agar anak-anak dapat kembali belajar dengan nyaman. Evi mengaku bersyukur karena keluhan para orang tua akhirnya mendapat respons dari Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Menurutnya, Dinas Pendidikan DKI Jakarta juga telah turun tangan untuk menindaklanjuti persoalan tersebut.

“Alhamdulillah harapan kita di awal kan dapat tanggapan dari Pak Gubernur. Alhamdulillah sekarang sudah ada tanggapan dan dari dinas pun sudah turun tangan. Alhamdulillah masya Allah, tinggal harapan kita tetap untuk anak-anak terealisasi sama anak-anak biar lebih nyaman lagi belajarnya,” ungkapnya.

Gabung diskusi