Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
News

Daftar Sekolah di Jakarta Bakal Direnovasi Tahun Ini, Segini Anggarannya

Linda Moore - beritaterbaik.com 3 mins read 4 views

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, baru saja mengumumkan rencana renovasi untuk sebelas unit sekolah yang kondisinya dinilai rusak dan membutuhkan perhatian

Daftar Sekolah di Jakarta Bakal Direnovasi Tahun Ini, Segini Anggarannya

Sebanyak 11 Sekolah di Jakarta Akan Segera Direnovasi

Beritaterbaik.com – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, baru saja mengumumkan rencana renovasi untuk sebelas unit sekolah yang kondisinya dinilai rusak dan membutuhkan perhatian khusus. Daftar Sekolah di Jakarta Bakal direnovasi tahun ini mencakup berbagai jenjang pendidikan dari tingkat dasar hingga menengah. Penambahan jumlah sekolah yang akan direnovasi ini terjadi setelah sebelumnya hanya tujuh sekolah yang teridentifikasi membutuhkan perbaikan mendesak, termasuk SDN Kebayoran Lama Selatan 09 di Jakarta Selatan.

Menurut Gubernur, penambahan tersebut berasal dari laporan terbaru Kepala Dinas Pendidikan yang mengungkap empat sekolah tambahan dengan kondisi sangat mendesak. “Maka dengan demikian ada tujuh ditambah empat menjadi sebelas ditangani di tahun ini,” jelas Pramono saat meninjau SDN Kebayoran Lama Selatan 09, Jumat (24/7/2026). Ia menambahkan bahwa sisanya akan segera ditangani pada tahun 2027 untuk memastikan seluruh sekolah mendapatkan perhatian yang layak.

Anggaran dan Prioritas Renovasi

Sebenarnya, terdapat 22 sekolah rusak yang sudah dijadwalkan untuk memulai pembangunan pada 2026. Namun, proses rehabilitasi mengalami hambatan akibat pemotongan dana bagi hasil (DBH) oleh pemerintah pusat. Akibatnya, jumlah sekolah prioritas untuk rehabilitasi pun berkurang secara signifikan. Pemerintah daerah harus menyesuaikan rencana awal dengan anggaran yang tersedia saat ini.

Empat sekolah yang masuk dalam daftar prioritas tambahan beserta anggaran masing-masing adalah sebagai berikut:

  • SDN Kebayoran Lama Selatan 09 dengan anggaran Rp 48,1 miliar
  • SMAN 102 Jakarta sebesar Rp 67,5 miliar
  • SDN Cempaka Putih Barat 03 senilai Rp 48,4 miliar
  • SDN Papango 01 dan TKN Papango 01 dengan anggaran Rp 74,1 miliar

“Kemarin dalam rapat saya memutuskan ada empat yang saya minta untuk dibangun sekarang juga. Di antaranya adalah tempat ini. Kenapa harus dibangun sekarang juga? Karena memang kondisinya sudah sangat memprihatinkan,” ujar Pramono.

Perubahan Sistem Pengawasan

Dalam kesempatan yang sama, Pramono Anung memutuskan bahwa Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta tidak lagi bertanggung jawab penuh dalam mengawasi pembangunan sekolah. Pengawasan akan melibatkan dinas lain, yaitu Dinas Cipta Karya, Tata Ruang, dan Pertanahan (Citata) serta Dinas Bina Marga. Perubahan ini bertujuan untuk memastikan pengawasan yang lebih objektif dan profesional.

“Dan pengawasnya saya minta bukan dari Dinas Pendidikan. Dinas Pendidikan ini kan pemakainya. Pengawasnya tentunya dari dinas yang lain yang terkait,” kata Pramono.

Pramono menjelaskan bahwa pembangunan gedung sekolah bukanlah tugas pokok dan fungsi Disdik. Ia menginginkan pengawasan dilakukan oleh dinas yang memiliki kompetensi di bidang konstruksi. “Karena mengerjakan, membangun sesuatu itu sebenarnya bukan tupoksinya Dinas Pendidikan. Tetapi memang karena perubahan peraturan perundang-undangan kemudian harus 20 persen dimasukkan dalam beban itu,” ujarnya.

Pembentukan Tim Investigasi

Untuk mencegah kasus serupa terulang, Pemprov DKI Jakarta akan membentuk tim investigasi dan tim inventarisasi. Tim ini akan meneliti masalah yang sebenarnya sudah ada sejak tahun 2011, ketika kerangka bangunan tidak dipersiapkan secara proper. Langkah ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah untuk memperbaiki sistem yang sudah ada.

“Tim investigasi dan inventarisasi adalah melihat, seperti saya tadi melihat dengan gampang saja, kan tahu bahwa persoalan yang sebenarnya kerangkanya itu tidak dipersiapkan secara proper pada waktu itu, di tahun 2011 dulu. Dan itulah yang saya minta untuk tidak diulangi kembali,” jelas Pramono.

Ia menegaskan bahwa pembentukan kedua tim tersebut bertujuan untuk memperbaiki sistem pengawasan pembangunan sekolah, bukan untuk mencari pihak yang harus disalahkan. “Karena saya tidak mau ini terulang kembali, maka akan ada tim pengawas dan tim inventarisasi,” ujarnya. Dengan langkah-langkah ini, diharapkan renovasi sekolah di Jakarta dapat berjalan lebih efektif dan efisien.

Gabung diskusi