Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
News

Important Visit: Alarm El Nino: Kemenhut Minta Rehabilitasi 12,3 Juta Hektare Lahan Kritis

Joseph Thomas 4 mins read 19 views

nhut Peringatkan Dampak El Nino dan Perluasan Rehabilitasi Lahan Kritis Important Visit menjadi sorotan utama dalam upaya menghadapi ancaman degradasi lahan

Important Visit: Alarm El Nino: Kemenhut Minta Rehabilitasi 12,3 Juta Hektare Lahan Kritis

Important Visit: Kemenhut Peringatkan Dampak El Nino dan Perluasan Rehabilitasi Lahan Kritis

Important Visit menjadi sorotan utama dalam upaya menghadapi ancaman degradasi lahan dan kekeringan yang semakin mengkhawatirkan. Kementerian Kehutanan (Kemenhut) mengungkapkan bahwa sekitar 12,3 juta hektare lahan kritis membutuhkan perhatian khusus untuk dipulihkan. Wakil Menteri Kehutanan, Rohmat Marzuki, menjelaskan bahwa rencana rehabilitasi ini merupakan bagian dari strategi nasional untuk menjaga keseimbangan ekosistem di tengah perubahan iklim.

Data Lahan Kritis dan Pemicu El Nino

Dalam acara ‘Peringatan Hari Penanggulangan Degradasi Lahan dan Kekeringan’ di Jakarta, Rabu (1/7/2026), Rohmat menyampaikan data bahwa sebanyak 6,6 juta hektare lahan kritis berada di dalam kawasan hutan, sedangkan 5,7 juta hektare lainnya berada di luar zona hutan. Angka ini menunjukkan bahwa situasi lingkungan Indonesia memburuk secara signifikan, terutama akibat fenomena El Nino yang sedang berlangsung.

“El Nino tahun ini memiliki dampak lebih parah dibandingkan periode lima tahun terakhir, sehingga perlu ada respons yang cepat dan berkelanjutan,” ujar Rohmat.

Menurut Rohmat, luas area terbakar hutan dan lahan meningkat hingga 81.000 hektare sepanjang Januari-Mei 2026, yang menjadi indikasi bahwa kekeringan memperparah kondisi lingkungan. El Nino diperkirakan akan memperpanjang durasi musim kemarau, terutama di 482 zona musim yang mengalami curah hujan di bawah normal. Kemenhut menegaskan bahwa rehabilitasi lahan kritis adalah bagian integral dari upaya pencegahan kerusakan lebih lanjut.

Strategi Rehabilitasi dan Mitigasi Dampak El Nino

Kemenhut telah memperkenalkan beberapa langkah strategis dalam upaya pulihkan lahan kritis. Salah satunya adalah penanaman pohon di area hulu sungai untuk mengurangi risiko erosi tanah dan meningkatkan daya tahan ekosistem. Selain itu, pengelolaan lahan tanpa metode pembakaran diterapkan untuk mencegah kebakaran hutan yang sering terjadi selama musim kemarau. Rohmat juga menekankan pentingnya kolaborasi antar sektor dalam mengelola sumber daya alam.

“Rehabilitasi lahan kritis tidak hanya menjadi tanggung jawab Kemenhut, tetapi juga melibatkan berbagai pihak, termasuk masyarakat setempat, untuk mencapai hasil yang optimal,” tambah Rohmat.

Strategi ini diharapkan dapat mengurangi dampak El Nino terhadap kekeringan dan memperkuat ketahanan lingkungan. Dengan menggandeng lembaga terkait, Kemenhut berupaya memastikan bahwa langkah-langkah rehabilitasi tidak hanya sekadar tindakan jangka pendek, tetapi juga berkelanjutan. Rohmat juga menyoroti peran penting pengelolaan sumber daya air dan pengurangan emisi karbon dalam mengatasi krisis iklim.

Peran Mitigasi Jangka Panjang dalam Pemulihan Ekosistem

El Nino 2026 tidak hanya memengaruhi musim kemarau, tetapi juga memerlukan persiapan mitigasi jangka panjang. Kemenhut berupaya membangun sistem pencegahan yang lebih baik, termasuk penerapan teknologi pengelolaan lahan secara modern. Rohmat menjelaskan bahwa kekeringan yang berlanjut akan menyebabkan hilangnya keanekaragaman hayati dan mengganggu ketersediaan air bersih bagi masyarakat.

“Dengan perubahan iklim yang terus berlangsung, Kemenhut meminta pihak terkait untuk menyusun rencana mitigasi yang lebih berkelanjutan, terutama dalam menghadapi siklus kemarau empat tahunan,” kata Rohmat.

Langkah-langkah seperti penerapan sistem irigasi terpadu, peningkatan ketersediaan air tanah, dan pembangunan infrastruktur penangkapan air hujan diharapkan dapat mengurangi risiko kekeringan. Rohmat juga menyebutkan bahwa Kemenhut sedang memperkuat pengawasan terhadap kegiatan deforestasi dan mengembangkan kebijakan yang lebih ketat untuk menjaga lahan kritis.

Upaya Kemenhut dalam Memperkuat Ketersediaan Air

Menurut Rohmat, kenaikan suhu dan penurunan curah hujan akibat El Nino memerlukan respons yang cepat. Salah satu upaya Kemenhut adalah memperluas sistem penangkapan air hujan di berbagai wilayah rawan kekeringan. Pemerintah juga berupaya meningkatkan efisiensi penggunaan air melalui teknologi penghematan dan program pengurangan konsumsi air di sektor pertanian serta industri.

“Kita harus waspada, karena dampak El Nino akan terus berlangsung hingga beberapa bulan ke depan, dan memerlukan kebersamaan dalam mengatasi masalah ini,” jelas Rohmat.

Dalam important visit ini, Kemenhut juga menyampaikan rencana pengembangan kebijakan yang lebih terpadu antara sektor kehutanan, pertanian, dan lingkungan hidup. Rohmat menekankan bahwa langkah-langkah ini tidak hanya untuk menghadapi tantangan El Nino, tetapi juga untuk membangun ketahanan lingkungan di masa depan. Program rehabilitasi akan dimulai dengan prioritas di daerah yang paling terdampak, seperti Kalimantan dan Sumatra.

Kolaborasi Antar Sektoral dan Peran Masyarakat

Rehabilitasi lahan kritis yang diusulkan Kemenhut membutuhkan kolaborasi antar sektor. Rohmat menyebutkan bahwa Kemenhut sedang bekerja sama dengan lembaga penelitian, organisasi masyarakat, dan pemerintah daerah untuk menjamin keberhasilan program ini. Peran masyarakat juga menjadi fokus utama, karena pengelolaan lahan tidak dapat terlepas dari partisipasi aktif masyarakat setempat.

“Important Visit ini menjadi momen penting untuk menggali keterlibatan seluruh pihak dalam menjaga lingkungan. Masyarakat harus terlibat aktif, terutama di daerah yang rawan degradasi,” tambah Rohmat.

Dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat, Kemenhut berencana mengadakan pelatihan dan sosialisasi tentang pentingnya menjaga lahan kritis. Rohmat menegaskan bahwa langkah-langkah ini adalah bagian dari upaya nasional untuk mencapai target penurunan emisi karbon dan menjaga keberlanjutan lingkungan. Pemulihan lahan kritis juga menjadi bagian dari rencana pembangunan ekonomi yang berkelanjutan.

Sebagai penutup, Kemenhut mengimbau masyarakat dan pihak terkait untuk terus memperkuat komitmen dalam menghadapi perubahan iklim. Dengan menerapkan strategi rehabilitasi yang tepat, Indonesia diharapkan dapat mengurangi dampak negatif El Nino dan menjaga keseimbangan ekosistem. Rohmat Marzuki mengatakan bahwa Important Visit kali ini menjadi langkah awal dalam menciptakan solusi yang lebih komprehensif untuk masalah lingkungan yang kritis.

Gabung diskusi