Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
News

What Happened During: Momen Bahlil Panggil ‘Kanda’ ke Presiden Prabowo

Daniel Smith 3 mins read 1 views

Momen Bahlil Gunakan Panggilan 'Kanda' ke Presiden Prabowo What Happened During - Jakarta, Liputan6.com - Saat membuka Munas ke-XVIII Himpunan Pengusaha Muda

What Happened During: Momen Bahlil Panggil ‘Kanda’ ke Presiden Prabowo

Momen Bahlil Gunakan Panggilan ‘Kanda’ ke Presiden Prabowo

What Happened During – Jakarta, Liputan6.com – Saat membuka Munas ke-XVIII Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) di Lampung, Rabu (10/9/2026), Bahlil Lahadalia, ketua Dewan Kehormatan HIPMI, memperkenalkan Presiden Prabowo Subianto dengan sebutan yang unik. Ia meminta izin untuk menggunakan panggilan ‘Kanda’ agar suasana acara lebih santai dan akrab. Langkah ini menimbulkan reaksi positif dari peserta, yang menunjukkan dukungan terhadap pendekatan Bahlil dalam menciptakan iklim kolaboratif.

Konteks Penggunaan Istilah ‘Kanda’

Dalam pidatonya, Bahlil mengawali dengan menyapa para pejabat yang hadir, termasuk Ketua MPR RI Ahmad Muzani. Ia mengusulkan panggilan ‘Kanda’ untuk Muzani, seperti dikutip dari sumber berita:

“Saya hormati Ketua MPR RI, abang saya Bapak Ahmad Muzani, mungkin lebih akrab jika kita menyebutnya Kanda Ahmad Muzani,” ujarnya.

Bahlil menjelaskan bahwa istilah ‘kanda’ dan ‘dinda’ sering dipakai dalam lingkungan HIPMI sebagai cara untuk membangun kesan dekat dan saling hormat. Ini bukan sekadar istilah santai, tapi juga representasi nilai-nilai kekeluargaan yang dianggap penting dalam komunitas pengusaha muda. Ia lantas memohon izin ke Prabowo dengan cara yang sama:

“Jika Bapak memperkenankan, saya memohon izin untuk menyebut Kakanda Bapak Presiden Prabowo Subianto, tanpa mengurangi rasa hormat,” tambah Bahlil.

Permintaan tersebut disambut dengan tepuk tangan dari peserta Munas, menunjukkan bahwa penggunaan istilah ‘kanda’ dianggap sebagai simbol keakraban dan kehangatan dalam berkomunikasi. Bahlil mencoba membangun hubungan yang lebih personal dengan menghadirkan nuansa informal dalam momen resmi, yang sebelumnya mungkin terasa kaku.

Momen Khusus dalam Konteks Politik dan Sosial

What Happened During memperlihatkan bagaimana Bahlil memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyampaikan pesan bahwa dialog antara pemimpin dan rakyat perlu lebih terbuka. Ia menekankan bahwa penggunaan panggilan ‘kanda’ bukan hanya untuk keakraban, tapi juga untuk menunjukkan kepercayaan dan keintiman dalam hubungan antara tokoh politik dengan masyarakat. Hal ini menjadi momen menarik yang mendapat perhatian khusus dari para pengusaha muda dan pengamat politik.

Di tengah pidato, Bahlil juga menyampaikan apresiasi terhadap partisipasi peserta Munas, termasuk para menteri Kabinet Merah Putih yang hadir. Ia menyoroti pentingnya peran pengusaha muda dalam mendukung kebijakan pemerintah dan memperkuat sinergi antara dunia usaha dengan institusi negara. “Kita bisa lebih dekat, Pak, agar olahannya bisa segera masuk,” sambung Bahlil, disertai tawa dan respons antusias dari peserta.

Langkah ini menunjukkan bahwa Bahlil tidak hanya ingin membangun hubungan vertikal antara pemimpin dan rakyat, tetapi juga mengajak para peserta untuk merasa lebih terlibat dalam proses pengambilan keputusan. Ia memanfaatkan momen resmi untuk menghadirkan elemen keakraban yang biasanya lebih dominan dalam lingkungan kongres atau pertemuan internal HIPMI. Hal ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat citra HIPMI sebagai organisasi yang memiliki hubungan akrab dengan pemerintah.

Bahlil Lahadalia, sebagai tokoh muda yang dianggap berpengaruh dalam dunia politik, dikenal sebagai sosok yang selalu mencoba membangun jembatan antara generasi muda dan penguasa. Penggunaan panggilan ‘kanda’ dalam acara resmi ini menjadi bukti bahwa ia ingin menghadirkan nuansa santai tanpa mengurangi kesan hormat. Dalam konteks What Happened During, hal ini juga menunjukkan bagaimana komunikasi politik bisa disampaikan dengan cara yang lebih menarik dan efektif.

Reaksi peserta acara yang merespons dengan tepuk tangan menunjukkan bahwa pendekatan ini diterima baik. Selain itu, hadirnya Menteri ESDM dan beberapa menteri lain menggarisbawahi peran HIPMI dalam menjadi mitra strategis pemerintah. Momen Bahlil menggunakan panggilan ‘kanda’ menjadi salah satu contoh bagaimana keakraban bisa menjadi alat untuk memperkuat komunikasi dan kepercayaan antara pemimpin dan masyarakat.

What Happened During di Munas HIPMI ini juga memberikan kesan bahwa nuansa keakraban tidak bertentangan dengan formalitas acara. Justru, hal ini menciptakan kesan bahwa hubungan antara pemerintah dan masyarakat perlu lebih manusiawi. Bahlil mencoba membangun jembatan yang lebih dekat melalui langkah kecil ini, sambil tetap mempertahankan sikap respek dan profesional.

Secara keseluruhan, momen Bahlil memanggil Presiden Prabowo sebagai ‘Kanda’ menjadi buah pikiran yang menarik dan menginspirasi. Ia menggambarkan bahwa komunikasi politik tidak harus selalu formal, tetapi bisa lebih personal untuk membangun koneksi yang lebih kuat. Dalam konteks What Happened During, ini adalah salah satu langkah yang menunjukkan bagaimana inovasi dalam gaya berbicara bisa menjadi alat efektif untuk menyampaikan pesan penting.

Gabung diskusi