What Happened During Kasus Narkoba Hotel Jakbar, Oknum Polri Terlibat
What Happened During – Bareskrim Polri baru saja mengungkap fakta mengejutkan terkait operasi penyitaan narkoba di B Fashion Hotel dan The Seven, Jakarta Barat. Dalam penyelidikan terbaru, satu anggota kepolisian ditemukan terlibat langsung dalam aktivitas tersebut. Pernyataan ini disampaikan oleh Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Eko Hadi Santoso, yang menegaskan adanya oknum Polri yang menjadi bagian dari jaringan perdagangan narkoba.
“Iya, oknum Polri terlibat dalam operasi ini,” tutur Eko saat diwawancara, Senin (25/5/2026).
Kasus ini memicu perhatian publik karena melibatkan institusi kepolisian sendiri. Menurut informasi, anggota yang terlibat diberi inisial AFH dan ditemukan di B Fashion Hotel saat tim penyidik melakukan penyergapan. Eko juga menjelaskan bahwa polisi tidak akan menyembunyikan fakta keterlibatan oknum mereka dalam penyalahgunaan narkoba, terlepas dari peran yang dimainkan.
Operasi Penyergapan di Tujuh Lokasi
What Happened During – Operasi penyergapan terhadap jaringan narkoba di B Fashion Hotel dan The Seven dilakukan pada Sabtu (9/5/2026) dengan melibatkan tujuh lokasi berbeda. Penyergapan ini menargetkan area karaoke, showroom ladies, serta rumah indekos yang diduga menjadi tempat penyimpanan dan distribusi narkoba. Dalam aksi tersebut, sebanyak 55 orang diamankan, termasuk lima pengunjung dari Room B-02 yang ditemukan membawa 10 butir ekstasi berlogo Superman dan empat vape etomidate.
Keterlibatan Hotel dan Pengakuan Pelaku
What Happened During – Penyelidikan lanjut setelah Dania Eka Putri, alias Mami Dania, ditangkap di Room B-15 B Fashion Hotel. Dania diduga sebagai penyedia narkoba sekaligus perantara antara pengedar dan tamu hotel. Dari tangan Dania, petugas menyita lima butir ekstasi hijau berlogo Marvel dan enam vape etomidate. Selain itu, kasus ini juga mengungkap modus transaksi narkoba yang dilakukan secara rahasia melalui kapten hotel.
“Kita sudah mengungkap bahwa keterlibatan anggota Polri tidak disembunyikan, dan transaksi narkoba ini dilakukan melalui kapten hotel,” kata Eko.
Pelaku Penyelundupan dan Jaringan Lapas
What Happened During – Dalam pengembangan kasus, polisi menemukan hubungan antara Lapas Kelas I Cipinang dan jaringan narkoba. Esgianto alias Anto ditangkap di depan RS Sari Asih Ciputat saat membawa 100 vape etomidate merek Yakuza. Barang tersebut dikirimkan atas perintah Irwansyah alias Jeje, yang berada di dalam Lapas Cipinang. Penyergapan ke rumah indekos di Kemayoran, Jakarta Pusat, juga mengungkap peran Siti Dahlia alias Vonny dan suaminya, Canggi Dani Riyanto, dalam mengarahkan Yance untuk mengambil narkoba dari Rais di Kampung Bahari, Jakarta Utara.
Perkembangan Kasus dan Dampaknya
What Happened During – Pemeriksaan terhadap puluhan karyawan dan pengunjung hotel terus berlangsung. Dari total 55 orang yang diamankan, 18 di antaranya dinyatakan positif menggunakan narkoba. Lima orang ditetapkan sebagai tersangka, sementara 13 lainnya menjalani pemeriksaan di BNN Pusat, Cawang. Dugaan bahwa manajemen hotel mengetahui dan membiarkan aktivitas peredaran narkoba muncul setelah ditemukan bukti-bukti yang mengarah ke keterlibatan mereka dalam transaksi.
Kesiapan Penanganan Kasus
Penyidik Bareskrim Polri telah menyiapkan langkah-langkah tegas untuk menangani kasus ini. Eko Hadi Santoso menyatakan bahwa penegakan hukum akan dilakukan secara konsisten, terlepas dari status anggota Polri yang terlibat. Ia menegaskan bahwa fakta keterlibatan ini tidak akan memengaruhi proses investigasi, karena kejadian tersebut merupakan bagian dari operasi penyergapan yang memicu What Happened During.
What Happened During – Dengan 55 orang yang diamankan, kasus ini menjadi salah satu operasi terbesar dalam sejarah Bareskrim Polri. Pengungkapan keterlibatan oknum Polri semakin memperkuat dugaan bahwa jaringan narkoba ini memiliki struktur yang kompleks, dengan anggota internal yang membantu memudahkan proses distribusi. Eko menyatakan bahwa pihaknya sedang menelusuri lebih banyak bukti untuk memperkuat kasus serta menuntut pelaku sesuai dengan hukum yang berlaku.
