Skip to content
beritaterbaik
bd66379f-ae92-4c3e-ba95-2e54682ea02d-0
  • Home
  • News
  • Bisnis
  1. Home
  2. News
  3. What Happened During: Bawa Teori Max Weber ke MK, Kepala Lab 45 Soroti Titik Sakral Batasan TNI
News

What Happened During: Bawa Teori Max Weber ke MK, Kepala Lab 45 Soroti Titik Sakral Batasan TNI

Mary Hernandez Reporter Selasa, 26 Mei 2026 pukul 17:15 WIB 2 min read
0 Views 0 Komentar
Share:
68a57579-ccf3-4eb5-b641-ebbce01b6df3-0

Table of Contents

Toggle
  • Bawa Teori Max Weber ke MK: Kepala Lab 45 Soroti Titik Sakral Batasan TNI
    • Teori Max Weber dan Monopoli Kekuasaan
    • Kriteria Penting untuk Batasan TNI

Bawa Teori Max Weber ke MK: Kepala Lab 45 Soroti Titik Sakral Batasan TNI

What Happened During sidang lanjutan peninjauan materiil Undang-Undang TNI dalam perkara nomor 197 dan 238/PUU-XXIII/2025 di Gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta Pusat, Selasa (26/5/2026) menjadi topik utama yang dibahas oleh akademisi dan Kepala Laboratorium 2045 (Lab 45), Jaleswari Pramodawardhani. Ia menyoroti pentingnya menjaga batasan kewenangan TNI agar tidak melebar dari fungsinya sebagai kekuatan pertahanan. Dalam What Happened During proses ini, Jaleswari memaparkan bahwa TNI memiliki karakteristik unik yang membedakannya dari institusi negara lain.

Teori Max Weber dan Monopoli Kekuasaan

Dalam What Happened During sidang, Jaleswari memaparkan prinsip teori Max Weber yang mengakui bahwa negara adalah entitas yang memiliki monopoli sah atas penggunaan kekuatan. Menurutnya, TNI sebagai kekuatan militer harus ditegakkan batasan yang jelas agar tidak menjadi ancaman terhadap kekuasaan sipil. “What Happened During kehidupan demokrasi, TNI harus tetap berada dalam kerangka kontrol hukum dan akuntabilitas, bukan menjadi lembaga yang bisa mengambil alih kekuasaan politik secara sembarangan,” jelasnya.

Teori ini, menurut Jaleswari, menjadi landasan penting dalam menilai keberadaan TNI di tengah dinamika politik dan sosial Indonesia. “What Happened During era modern, TNI sering kali digunakan untuk tujuan yang melampaui fungsi pertahanan. Ini berpotensi mengubah monopoli kekerasan menjadi alat pengendalian terhadap masyarakat,” tambahnya.

Kriteria Penting untuk Batasan TNI

What Happened During perdebatan di MK, Jaleswari juga menekankan tiga kriteria kritis yang perlu dipenuhi agar TNI tetap berada dalam jalur fungsinya. Pertama, adanya dasar hukum yang jelas dan tidak ambigu. Kedua, ketaatan terhadap otoritas sipil yang dipilih rakyat melalui pemilu. Ketiga, mekanisme akuntabilitas yang transparan dan bisa diawasi oleh lembaga legislatif, yudikatif, atau kelompok masyarakat independen.

Menurutnya, ketiga kriteria tersebut sangat relevan dalam What Happened During pembaruan UU TNI. “Jika batasan-batasan ini tidak dipenuhi, maka kekuasaan TNI bisa menjadi sarana untuk memperluas pengaruh politik dan mengabaikan kepentingan rakyat,” ujarnya. Ia juga menyoroti bahwa keberhasilan pembatasan ini akan menentukan apakah monopoli kekerasan militer tetap bisa diandalkan dalam sistem negara demokrasi.

What Happened During proses penyusunan UU TNI, Jaleswari mengingatkan bahwa masyarakat harus terus memantau peran TNI untuk memastikan ia tidak terlibat dalam urusan politik atau sosial yang bisa menimbulkan konflik. “Kita perlu menyadari bahwa TNI adalah alat pertahanan, bukan alat kekuasaan,” pungkasnya.

Lebih lanjut, Jaleswari menyoroti bahwa pemisahan fungsi antara TNI dan Polri juga menjadi bagian dari What Happened During upaya menjaga keseimbangan dalam sistem negara. “TNI harus fokus pada ancaman luar negeri, sementara Polri mengurus keamanan dalam negeri. Jika dua lembaga ini saling mengambil alih tugas, maka What Happened During peran mereka akan menjadi bingkai kekacauan,” tambahnya.

Bagikan:

Berita Terkait

1eccf430-dfad-4d88-9c86-6fcb6289f962-0

Solving Problems: Jokowi Kaget, Demam ‘Mas Bahlil Ganteng’ Sampai Depan Rumahnya

30 Mei 2026

Topics Covered: Jaga Stabilitas dan Pemerataan Ekonomi, Mendagri Dorong Kepala Daerah se-Sulawesi Perkuat Sinergitas

30 Mei 2026
0b5f03d6-7960-4d7c-898f-53a69ad4e937-0

Solution For: Gunung Semeru Erupsi, Kolom Abu Membumbung 1 Kilometer di Atas Puncak

30 Mei 2026

Komentar

Tinggalkan Komentar Batal

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Field yang wajib diisi ditandai *

Dengan mengirim komentar, Anda menyetujui kebijakan komentar kami.

Terpopuler

Berita Terbaru

75cb4b5e-2e23-4076-8b0c-2d38f1fd0103-0

Key Strategy: Aturan Baru PPH Final UMKM 0,5%, Ini Daftar Wajib Pajak yang Berhak Menerima

1 jam yang lalu
054781200_1469523917-agustina_melani-44

Liga Champions PSG Vs Arsenal: Segini Hadiah Uang yang Bakal Diterima Pemenang

1 jam yang lalu

New Policy: Pegadaian Salurkan 913 Hewan Kurban pada Idul Adha 1447 H, Jangkau Berbagai Daerah di Indonesia

1 jam yang lalu

Latest Program: Influencer dan Selebgram Tak Bisa Nikmati PPh Final UMKM 0,5%

1 jam yang lalu
054781200_1469523917-agustina_melani-43

Official Announcement: Michael Dell Salip Mark Zuckerberg jadi Orang Terkaya ke-6 di Dunia

1 jam yang lalu

Kategori

  • Bisnis (795)
  • News (1063)
  • Uncategorized (1)

About Us

beritaterbaik menyajikan berita terbaru, analisis tajam, dan update penting setiap hari dengan gaya yang jelas dan terpercaya.

Trending Post

  • Hello world!
  • Solving Problems: Jokowi Kaget, Demam ‘Mas Bahlil Ganteng’ Sampai Depan Rumahnya
  • Historic Moment: Polri Buru Bos dan Perekrut Utama di Balik Markas Judi Online di Hayam Wuruk
  • Top 3 News: Aktivitas Terakhir Anggota BPK Haerul Saleh Sebelum Meninggal dalam Kebakaran Rumah
  • Historic Moment: Kapolri Rotasi 9 Kapolda, Ini Daftar Lengkapnya

Quick Links

  • Bisnis
  • News
  • Uncategorized

Contact Us

Ready to get started? Contact us today!

  • Contact Us

Copyright © 2026 . All rights reserved.