What Happened During 2 Demo di Jakarta Hari Ini: Waspadai Kepadatan di Senayan dan Menteng
What Happened During dua aksi demonstrasi yang digelar di Jakarta pada Selasa (26/5/2026) menyita perhatian publik. Demonstran dari berbagai kelompok mengisi jalanan utama kota, termasuk Senayan dan Menteng, yang menjadi lokasi utama. Kasi Humas Polres Metro Jakarta Pusat, Iptu Erlyn Sumantri, mengungkapkan bahwa kepolisian telah mempersiapkan langkah strategis untuk mengendalikan situasi dan menghindari gangguan lalu lintas di sekitar area aksi.
Pengaturan Lalu Lintas dan Peralihan Arus
Dalam upaya meminimalkan kemacetan, pihak kepolisian mengambil langkah-langkah rekayasa lalu lintas yang ketat. Erlyn menjelaskan bahwa jalur utama akan ditutup sementara untuk memudahkan arus peserta aksi, sementara jalur alternatif telah disiapkan. “Tuntutan peserta harus diutamakan, tetapi kita juga perlu memastikan kenyamanan warga sehari-hari,” kata Erlyn. Selain itu, petugas akan berjaga di titik-titik rawan seperti persimpangan dan jembatan untuk mencegah kekacauan.
Kelompok Demonstran dan Isu yang Dibawa
Dua aksi yang digelar pada hari tersebut menarik perhatian karena melibatkan kelompok yang berbeda. Pertama, Aliansi Masyarakat Pecinta Polri mengadakan unjuk rasa di depan Gedung DPR/MPR, Senayan, sebagai bentuk dukungan terhadap reformasi kepolisian. Sementara itu, Aliansi Mahasiswa Pemerhati Bangsa menggelar aksi di Kantor BGN, Menteng, guna menyuarakan isu kebijakan pemerintah terkini. Erlyn menegaskan bahwa semua peserta diimbau untuk menjaga keteraturan dan tidak melanggar protokol keamanan.
Sebagai bagian dari What Happened During, kegiatan ini juga menjadi momentum bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi melalui cara damai. Pihak kepolisian memperkuat pengawasan dengan membagikan informasi terkini melalui media sosial dan pengumuman langsung di sekitar lokasi. “Kami berharap semua pihak bisa saling menghargai, baik peserta aksi maupun warga yang melintas,” tambah Erlyn.
Upaya Pemantauan dan Skenario Darurat
Erlyn juga mengatakan bahwa polisi telah menyiapkan skenario darurat jika terjadi peningkatan tindakan anarkis. “Kami memiliki rencana tanggap cepat untuk memutus kekacauan secepat mungkin,” jelasnya. Selain itu, para peserta demo akan diberikan alur informasi terkait jalur yang aman serta titik pengamanan. Pemantauan akan dilakukan secara real-time dengan bantuan teknologi seperti drone dan sistem komunikasi terpusat.
What Happened During dua demonstrasi ini juga memicu diskusi di kalangan masyarakat. Banyak warga Jakarta yang mengeluhkan gangguan akses ke berbagai tempat, sementara sebagian lainnya mendukung kebebasan berdemo. Erlyn menuturkan bahwa kepadatan lalu lintas di Senayan dan Menteng diperkirakan akan terjadi hingga sore hari, namun akan berangsur pulih setelah peserta aksi selesai menyampaikan tuntutan mereka.
Persiapan untuk Hari Berikutnya
Sebagai antisipasi, pihak kepolisian juga berkoordinasi dengan pihak terkait seperti DKI Jakarta dan Dinas Perhubungan untuk menjamin kelancaran operasional transportasi. “Kami sedang mengevaluasi hasil What Happened During hari ini dan siap melakukan penyesuaian jika diperlukan,” kata Erlyn. Selain itu, pihak kepolisian juga mengimbau warga untuk tetap waspada terhadap kemungkinan peningkatan kepadatan lalu lintas di area sekitar, terutama di jalur utama yang sering digunakan masyarakat.
