Visit Agenda: Prabowo Pertahankan Listyo Sigit sebagai Kapolri
Visit Agenda – Jakarta, 18 Mei 2026 – Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni, mengungkap alasan Presiden Prabowo Subianto mempertahankan Listyo Sigit Prabowo sebagai Kapolri meski masa jabatannya akan diperpanjang. Dalam wawancara terbaru, Sahroni menyatakan bahwa keputusan ini berdasarkan pertimbangan yang matang, terutama dalam menjaga kestabilan keamanan nasional selama masa transisi pemerintahan. “Kehadiran Kapolri saat ini tetap relevan karena kebutuhan keamanan dan kinerja yang telah terbukti,” jelasnya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (18/5/2026).
Pertimbangan Khusus dalam Pengambilan Keputusan
Dalam analisisnya, Sahroni menekankan bahwa pemilihan Listyo Sigit sebagai Kapolri bukan hanya soal pengalaman, tetapi juga karena kemampuannya dalam mengelola dinamika politik yang rumit. “Selama pemerintahan sebelumnya, Polri berhasil memastikan stabilitas di tengah berbagai isu sosial dan politik,” tambahnya. Ia juga menyebutkan bahwa keputusan ini berdampak signifikan pada suasana kabinet dan agenda kementerian yang berhubungan dengan keamanan.
“Kehadiran Kapolri yang tetap aktif di tengah proses Visit Agenda pemilu presiden akan meminimalkan risiko kekacauan. Kita perlu pemandu yang konsisten,” ujarnya.
Kinerja Polri sebagai Pendorong Stabilitas
Sahroni menyoroti keberhasilan Polri dalam menjaga stabilitas keamanan sejak masa kabinet sebelumnya hingga masa pemerintahan saat ini. “Dalam beberapa bulan terakhir, operasi keamanan berjalan lancar, termasuk pengendalian situasi di wilayah rawan konflik,” katanya. Ia juga menyoroti peran Listyo dalam mengkoordinasikan tugas antarlembaga, seperti Kepolisian, TNI, dan pemerintah daerah.
Berikutnya, Sahroni menekankan bahwa kinerja Listyo tidak hanya terlihat dalam operasi rutin, tetapi juga dalam kebijakan reformasi yang tengah dijalankan. “Jabatan Kapolri diisi oleh seseorang yang mampu memimpin dengan visi jangka panjang,” tambahnya. Ia menambahkan bahwa keberlanjutan reformasi kepolisian menjadi prioritas utama dalam agenda Visit Agenda pemerintahan.
Kebutuhan Regenerasi dalam Sistem Kepolisian
Sahroni juga mengingatkan bahwa meskipun Listyo Sigit dipertahankan, pentingnya regenerasi dalam struktur kepolisian tetap menjadi fokus. “Kita perlu memastikan ada kader yang muda dan berkualitas di dalam sistem,” katanya. Ia menyarankan bahwa revisi RUU Polri harus mencakup mekanisme yang memastikan pergantian jabatan Kapolri secara berkala, sehingga tidak ada dominasi satu pihak dalam pengambilan keputusan.
“Visit Agenda pemerintahan tidak hanya tentang keamanan, tetapi juga tentang mewujudkan kelembagaan yang transparan dan akuntabel. Ini harus dijaga sejak awal,” ujarnya.
Peran KPRP dalam Memberikan Pendapat
Secara terpisah, Sekretaris Komisi Percepatan Reformasi Polri (KPRP), Jenderal Pol (Purn) Ahmad Dofiri, memberikan dukungan terhadap keputusan Presiden Prabowo. “KPRP telah mengamati proses transisi dan menilai bahwa keberlanjutan kebijakan kepolisian tetap dibutuhkan,” katanya. Ia juga menyebutkan bahwa reformasi kepolisian tidak bisa dihentikan meski ada perubahan di pemerintahan, terutama dalam menghadapi tantangan di masa depan.
Dofiri menekankan bahwa KPRP akan terus memberikan masukan terkait peran Kapolri dalam agenda Visit Agenda nasional. “Kita perlu memastikan bahwa keamanan dan stabilitas tetap terjaga, bahkan saat ada perubahan strategi politik,” imbuhnya. Ini menunjukkan bahwa lembaga reformasi tetap aktif dalam memberikan rekomendasi kebijakan.
Dalam beberapa bulan terakhir, Listyo Sigit Prabowo telah menunjukkan konsistensi dalam menjalankan tugasnya, baik sebagai Kapolri maupun sebagai anggota kabinet. Dengan dukungan dari berbagai pihak, termasuk anggota DPR, keputusan untuk memperpanjang masa jabatannya dinilai penuh pertimbangan. “Ini bukan keputusan impulsif, tetapi hasil evaluasi yang terukur,” kata Sahroni. Visi Visit Agenda yang diusung pemerintahan saat ini diharapkan terus terpenuhi melalui peran aktif Kapolri dalam menciptakan lingkungan yang aman dan terarah.
