Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
News

Visit Agenda: BPBD Magetan: 390 Pendaki Datangi Gunung Lawu Jelang 1 Suro

Barbara Miller 3 mins read 17 views

tangi Gunung Lawu Jelang 1 Suro Visit Agenda - Menjelang perayaan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah atau yang dikenal sebagai 1 Suro, jumlah pendaki

Visit Agenda: BPBD Magetan: 390 Pendaki Datangi Gunung Lawu Jelang 1 Suro

Visit Agenda: 390 Pendaki Datangi Gunung Lawu Jelang 1 Suro

Visit Agenda – Menjelang perayaan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah atau yang dikenal sebagai 1 Suro, jumlah pendaki yang mengunjungi Gunung Lawu mulai meningkat. Pada minggu sebelum perayaan tersebut, sekitar 390 pendaki tercatat melakukan aktivitas di kawasan Gunung Lawu, yang terletak di perbatasan Kabupaten Magetan dan Karanganyar, Jawa Tengah. Persiapan khusus telah dilakukan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Magetan bersama tim gabungan untuk menjaga keamanan dan keselamatan selama arus pendaki meningkat.

Persiapan Keamanan untuk Pendaki

BPBD Magetan, melalui Kepala Pelaksana Eka Radityo, mengonfirmasi bahwa petugas di Pos Pengamanan Gunung Lawu via Cemorosewu di Desa Ngancar, Kecamatan Plaosan, telah mencatat kehadiran sebanyak 390 pendaki. Dari jumlah tersebut, sekitar 150 orang memilih untuk bermalam di puncak gunung, sementara 240 lainnya melakukan aktivitas tektok, yaitu mendaki dan turun dalam satu hari. Selain itu, BPBD juga memantau kondisi cuaca yang diprediksi akan memasuki musim kemarau, sehingga memberikan peringatan terkait risiko kondisi lingkungan yang memengaruhi kegiatan pendakian.

Persiapan keamanan tidak hanya terbatas pada pengawasan jalur pendakian, tetapi juga melibatkan koordinasi dengan Kodim Magetan, Polres Magetan, Perhutani KPH Lawu, serta relawan dari Paguyuban Giri Lawu (PGL). Tim tersebut bertugas memastikan alur lalu lintas pendaki tetap terkendali, menyediakan fasilitas darurat, serta memantau kegiatan yang berpotensi memicu kebakaran hutan, seperti pembakaran sampah atau tumbuhan.

Kegiatan Pendakian dan Tren Wisata Spiritual

Gunung Lawu bagi masyarakat Jawa memiliki makna khusus, tidak hanya sebagai tempat wisata alam tetapi juga sebagai lokasi ziarah atau tirakat. Oleh karena itu, setiap bulan Suro, pendaki dari berbagai daerah terus berdatangan untuk memperingati momen spiritual tersebut. Tahun ini, arus pendaki diprediksi akan lebih tinggi pada malam 1 Suro, Senin 15 Juni 2026, yang merupakan momen puncak perayaan.

Untuk memastikan kegiatan tetap aman, BPBD Magetan menekankan pentingnya penggunaan perlengkapan pendakian yang memadai, terutama karena cuaca bisa berubah tiba-tiba. Suhu yang terkadang dingin dan ekstrem di puncak gunung memerlukan persiapan tambahan dari pendaki, seperti penggunaan jaket tebal, peralatan penerangan, serta sumber daya makanan yang cukup. Selain itu, aktivitas yang bisa mengancam lingkungan seperti membakar sampah atau tumbuhan dilarang keras selama masa perayaan.

Persiapan Fasilitas dan Pengendalian Arus Pendaki

Dalam rangka menyambut kenaikan pendaki, BPBD Magetan juga menyiapkan beberapa fasilitas tambahan di basecamp, termasuk area registrasi yang harus diikuti oleh setiap pendaki sebelum memulai perjalanan. Langkah ini bertujuan untuk memudahkan pengawasan dan memastikan semua pendaki memiliki izin resmi untuk berada di kawasan Gunung Lawu. Registrasi dilakukan secara terstruktur dengan meminta data lengkap, seperti nama, alamat, dan informasi perlengkapan pendakian.

BPBD Magetan menambahkan bahwa selain pengawasan dari petugas di lapangan, juga dilakukan koordinasi dengan instansi terkait untuk mengantisipasi kemungkinan kejadian darurat. Ini mencakup persiapan pusat pengendalian arus, pos pemeriksaan kesehatan, serta layanan darurat yang siap diaktifkan jika diperlukan. Dengan adanya persiapan ini, diharapkan tidak ada kejadian fatal seperti kecelakaan atau kebakaran yang mengganggu kegiatan pendaki.

Menurut Eka Radityo, kehadiran sebanyak 390 pendaki jelang 1 Suro menunjukkan minat masyarakat terhadap kegiatan pendakian yang memiliki nilai spiritual. Kebutuhan akan persiapan yang memadai menjadi prioritas, terutama dalam menghadapi kondisi cuaca yang tidak menentu. “Pendaki diminta membawa perlengkapan yang cukup untuk menghadapi perubahan iklim, karena ini merupakan saat yang ideal untuk menikmati keindahan alam Gunung Lawu sambil merayakan tradisi yang telah berlangsung sejak ratusan tahun lalu,” jelas Eka dalam keterangannya, Minggu 14 Juni 2026.

Pendakian ke Gunung Lawu pada bulan Suro juga menjadi bagian dari agenda wisata tahunan yang populer di kalangan pendaki lokal maupun nasional. Dengan jumlah pendaki yang terus bertambah, BPBD Magetan mengimbau kepada seluruh pendaki agar tetap mengikuti protokol yang berlaku, seperti mematuhi rute yang ditentukan, tidak meninggalkan sampah, serta menjaga kebersihan lingkungan gunung. Dengan kombinasi antara kegiatan wisata dan tradisi spiritual, visit agenda ke Gunung Lawu tetap menjadi daya tarik utama bagi pengunjung.

Gabung diskusi