2 Demo Digelar di Jakarta Hari Ini, Waspadai Kepadatan Lalu Lintas di Senayan dan Menteng
Visit Agenda – Jakarta, Liputan6.com – Kota Jakarta tengah menghadapi dua aksi demonstrasi yang direncanakan berlangsung pada hari Selasa, 26 Mei 2026. Aksi tersebut akan menjadi fokus perhatian masyarakat, khususnya di sekitar wilayah Jakarta Pusat. Pihak kepolisian telah memberikan peringatan terkait kemungkinan terjadinya peningkatan kepadatan lalu lintas akibat kegiatan tersebut.
Detik-Detik Persiapan Aksi di Senayan
Aliansi Masyarakat Pecinta Polri menjadi salah satu organisasi yang akan menggelar aksi unjuk rasa di area depan Gedung DPR/MPR, Senayan. Kepala Humas Polres Metro Jakarta Pusat, Iptu Erlyn Sumantri, menjelaskan bahwa massa dari kelompok ini diperkirakan akan berkumpul di lokasi tersebut. Aksi ini dilakukan sebagai bentuk apresiasi dan kepedulian terhadap pelayanan kepolisian yang selama ini mereka dukung.
Erlyn menambahkan bahwa sejumlah peserta aksi dari kelompok lain juga akan turut serta dalam acara tersebut. “Kami telah menerima informasi dari berbagai pihak bahwa jumlah peserta aksi di Senayan diperkirakan mencapai ratusan orang,” ujar Erlyn dalam siaran persnya. Ia memastikan bahwa kegiatan demonstrasi tersebut akan berjalan teratur, seiring dengan persiapan yang telah dilakukan pihak kepolisian.
Peringatan dari Polisi untuk Demo di Menteng
Pada hari yang sama, Aliansi Mahasiswa Pemerhati Bangsa akan mengadakan aksi demonstrasi di Kantor BGN yang berada di Jalan Kebon Sirih, Menteng. Aksi ini bertujuan menyampaikan aspirasi masyarakat terkait berbagai isu nasional yang sedang hangat dibicarakan. Erlyn mengingatkan bahwa kegiatan tersebut akan dilakukan dengan aman dan tertib.
“Demo di Menteng juga akan diikuti oleh kelompok masyarakat yang memperhatikan kondisi politik saat ini. Mereka berharap agar suara mereka dapat didengar oleh pihak berwenang,” kata Erlyn. Dalam keterangannya, dia menekankan bahwa polisi akan memberikan pengamanan yang maksimal, tetapi dengan pendekatan yang humanis.
Persiapan dan Langkah Kepolisian
Persiapan untuk menghadapi dua aksi demonstrasi tersebut sudah dimulai lebih awal. Erlyn menjelaskan bahwa total 584 personel gabungan akan dikerahkan untuk menjaga ketertiban dan keamanan di sekitar lokasi aksi. “Anggota kepolisian bersama dengan personel dari instansi terkait akan siap memberikan pengamanan yang optimal,” imbuhnya.
Persiapan ini dilakukan demi menghindari terjadinya gangguan kecil yang bisa memicu kekacauan. Erlyn menjelaskan bahwa rencananya akan ada rekayasa lalu lintas yang diterapkan di sekitar lokasi demo. “Rekayasa ini akan dilakukan secara situasional, sesuai dengan kondisi yang terjadi di lapangan,” tegas Erlyn.
Erlyn juga menyebutkan bahwa selama aksi berlangsung, masyarakat diminta untuk tetap tenang dan berhati-hati. “Selain itu, kami juga akan memastikan bahwa peserta aksi tetap mengikuti aturan yang berlaku, agar tidak terjadi bentrok atau tindakan anarkis,” lanjutnya.
Peringatan untuk Peserta Aksi
Erlyn mengingatkan peserta aksi agar menjaga sikap dan tidak melakukan tindakan yang memicu konflik. “Orasi yang dilakukan peserta aksi haruslah konstruktif, sehingga tidak mengganggu aktivitas masyarakat lainnya,” ujar Erlyn.
Dalam keterangannya, Erlyn menyebutkan bahwa tuntutan peserta aksi harus disampaikan secara tertib. “Mereka dilarang melakukan tindakan membakar ban bekas, merusak fasilitas umum, atau melawan petugas. Selain itu, peserta juga diminta untuk tidak memprovokasi orang-orang di sekitarnya,” pungkas Erlyn.
Kepolisian juga akan memastikan bahwa aksi unjuk rasa berjalan lancar tanpa mengganggu lalu lintas. “Kami akan terus memantau kondisi di lapangan dan siap bergerak jika diperlukan,” jelas Erlyn. Dia menambahkan bahwa pengamanan akan diperkuat dengan penambahan posko di sekitar lokasi aksi.
Dengan adanya dua aksi demonstrasi yang dijadwalkan berlangsung hari ini, Erlyn berharap masyarakat bisa tetap tenang dan memahami bahwa kegiatan tersebut adalah bagian dari peran partisipatif dalam menyampaikan aspirasi. “Kami bersama masyarakat berharap agar aksi tersebut dapat berjalan harmonis, sehingga tidak memicu kekacauan di kota Jakarta,” ujarnya.
Dalam situasi yang mungkin terjadi, Erlyn menegaskan bahwa pihak kepolisian siap menjalankan tugasnya dengan penuh tanggung jawab. “Pengamanan yang kami lakukan bukan hanya untuk melindungi peserta aksi, tetapi juga untuk melindungi masyarakat yang berada di sekitar lokasi tersebut,” tambah Erlyn.
Dengan jumlah personel yang cukup, pihak kepolisian yakin bahwa dua aksi demonstrasi ini akan berjalan aman. Erlyn juga mengingatkan bahwa peserta aksi harus menghindari tindakan-tindakan yang bisa menimbulkan kegaduhan. “Kami berharap semua pihak bersama-sama menjaga keharmonisan dan keamanan di Jakarta,” tutup Erlyn.
Aspirasi dan Harapan Masyarakat
Dua aksi demonstrasi tersebut diharapkan dapat memberikan ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan suara mereka secara langsung. Erlyn menegaskan bahwa pihak kepolisian selalu siap melayani aspirasi masyarakat, selama aksi berjalan dengan tertib.
“Aspirasi adalah bagian dari hak warga negara, tetapi harus disampaikan dengan cara yang tepat agar tidak mengganggu kehidupan sehari-hari warga Jakarta,” ujar Erlyn. Dia menambahkan bahwa masyarakat perlu menyadari bahwa aksi unjuk rasa bisa berdampak pada lalu lintas, terutama di wilayah Senayan dan Menteng yang merupakan pusat aktivitas dan transportasi.
Dengan adanya peringatan dari pihak kepolisian, diharapkan masyarakat dapat mengantisipasi kemungkinan terjadinya kemacetan. “Kami juga akan memberikan informasi terkini terkait kepadatan lalu lintas, sehingga peserta aksi bisa mempersiapkan diri lebih baik,” jelas Erlyn.
Erlyn berharap dengan penggunaan pendekatan humanis, aksi demonstrasi ini bisa menjadi sarana yang efektif dalam menyampaikan kepentingan masyarakat. “Kami ingin aksi ini menjadi contoh bagaimana aspirasi bisa disampaikan dengan damai dan tanpa merugikan orang lain,” pungkasnya.
