Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
News

Topics Covered: Mendagri Buka Festival Fulan Fehan 2026, Hadirkan Tarian Persahabatan Dua Negara

Mary Hernandez 3 mins read 2 views

Topics Covered: Mendagri Buka Festival Fulan Fehan 2026, Tampilkan Tarian Persahabatan Kebanggaan untuk Persahabatan Bangsa Topics Covered – Pada hari Sabtu

Topics Covered: Mendagri Buka Festival Fulan Fehan 2026, Hadirkan Tarian Persahabatan Dua Negara

Topics Covered: Mendagri Buka Festival Fulan Fehan 2026, Tampilkan Tarian Persahabatan

Kebanggaan untuk Persahabatan Bangsa

Topics Covered – Pada hari Sabtu, 27 Juni 2026, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian secara resmi membuka Festival Fulan Fehan IV di Desa Dirun, Kecamatan Lamaknen, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT). Kehadiran Mendagri menandai pentingnya festival ini sebagai platform untuk memperkuat hubungan bilateral antara Indonesia dan Timor-Leste. Acara ini diawali dengan upacara pemukulan tihar, yang merupakan tradisi khas masyarakat lokal, sebagai simbol awal persahabatan yang harmonis.

Acara pembukaan Festival Fulan Fehan 2026 dihadiri oleh sejumlah tokoh nasional dan internasional, termasuk Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, Bupati Belu Willybrodus Lay, serta delegasi dari negara-negara tetangga. Tito Karnavian menegaskan bahwa festival ini bukan hanya kegiatan budaya, tetapi juga sarana untuk menjalin persahabatan yang lebih dalam antar kedua bangsa. “Festival ini menjadi cerminan bagaimana seni lokal bisa mewakili semangat kebersamaan,” ujarnya dalam sambutannya.

Budaya Tari yang Menggambarkan Persatuan

Topics Covered – Salah satu highlight utama dari Festival Fulan Fehan 2026 adalah pertunjukan tarian kolosal yang menggambarkan persaudaraan antara Indonesia dan Timor-Leste. Tito Karnavian menyoroti bahwa tarian ini diadakan di lokasi alami, yaitu kawasan Gunung Lakaan dan padang savana yang menawarkan suasana yang unik. “Di sini, kita bisa merasakan keindahan alam yang tidak terbangun oleh tangan manusia, serta keharmonisan antar dua bangsa yang terus berkembang,” kata Tito dalam sesi pembukaan.

Pertunjukan tari ini melibatkan empat suku yang berdansa bersama dalam satu tema, yaitu persahabatan antar kedua negara. Setiap gerakan tarian diiringi oleh musik tradisional yang berasal dari kedua belah pihak, menunjukkan perpaduan budaya yang dinamis. Tito mengungkapkan bahwa festival ini menjadi bukti bahwa seni lokal, seperti tenun dan tarian, adalah bagian penting dari identitas nasional. “Dengan tarian yang beragam dan bahasa yang berbeda, kita masih bisa bersatu dalam satu bingkai NKRI,” tambahnya.

“Satu ribu sahabat tidak cukup, satu musuh sudah terlalu banyak. Tarian ini adalah representasi dari semangat kebersamaan yang terus tumbuh di antara kita,” tutur Tito dalam wawancara dengan media lokal.

Topics Covered – Festival Fulan Fehan 2026 juga menampilkan berbagai kegiatan budaya lainnya, seperti pameran seni, pertunjukan musik, dan diskusi tentang keberlanjutan lingkungan. Acara ini berlangsung selama tiga hari, dengan partisipasi aktif dari warga NTT, Timor-Leste, serta delegasi Australia yang hadir sebagai tamu kehormatan. Tito berharap Festival Fulan Fehan bisa menjadi contoh keberhasilan kerja sama lintas batas dalam menjaga kekayaan budaya dan alam.

Kolaborasi Internasional untuk Kebersamaan

Topics Covered – Kehadiran delegasi Australia, khususnya Wali Kota Darwin, Peter Styles, menambahkan dimensi internasional dalam festival ini. Pertunjukan kolosal yang menyatukan tarian dari Indonesia dan Timor-Leste dianggap sebagai simbol dari kerja sama yang telah terjalin selama bertahun-tahun. “Festival seperti ini sangat penting untuk menunjukkan bahwa persahabatan bukan hanya tentang politik, tetapi juga tentang perpaduan budaya yang nyata,” ujar Peter Styles dalam pidatonya.

Menurut Tito, Festival Fulan Fehan 2026 berdampak signifikan dalam meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya kerja sama regional. “Dengan menghadirkan budaya Timor-Leste dan Indonesia dalam satu panggung, kita membangun kepercayaan yang lebih kuat di antara warga,” katanya. Acara ini juga diharapkan menjadi inspirasi untuk festival serupa di daerah lain, sebagai bentuk apresiasi terhadap keanekaragaman budaya nasional.

“Keberhasilan festival ini menunjukkan bahwa persahabatan antar bangsa bisa diwujudkan melalui seni dan budaya. Saya yakin, tahun depan Festival Fulan Fehan akan semakin dikenal di tingkat internasional,” tutur Tito dalam wawancara usai acara.

Topics Covered – Dengan tema “Persahabatan yang Berkelanjutan,” Festival Fulan Fehan 2026 menjadi acara yang tidak hanya merayakan budaya, tetapi juga mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga keharmonisan antar suku dan negara. Berbagai upacara adat serta pertunjukan seni yang dihadirkan memberikan gambaran tentang sejarah dan evolusi hubungan antara Indonesia dan Timor-Leste. Tito Karnavian mengakui bahwa festival ini menjadi platform yang efektif untuk menyampaikan pesan perdamaian dan kerja sama bilateral.

Acara ini diakhiri dengan doa bersama oleh para peserta, yang diharapkan dapat menguatkan semangat persatuan. Mendagri juga memberikan apresiasi kepada masyarakat Belu yang secara aktif mengorganisasi festival ini. “Terima kasih atas usaha dan semangat yang ditunjukkan oleh seluruh lapisan masyarakat. Festival ini menjadi bukti bahwa kebersamaan bisa terwujud melalui kegiatan yang menyenangkan dan bermakna,” pungkas Tito. Dengan berbagai kegiatan yang diadakan, Festival Fulan Fehan 2026 menjadi acara penting untuk memperkuat jalinan persahabatan di tingkat lokal maupun internasional.

Gabung diskusi