Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
News

Tangis Hasto Pecah Saat Teatrikal Kudatuli Dipentaskan

Barbara Miller - beritaterbaik.com 3 mins read 4 views

Jakarta - Tangis Hasto Pecah Saat Teatrikal Kudatuli menjadi momen emosional yang tak terlupakan bagi para hadirin. Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDIP)

Tangis Hasto Pecah Saat Teatrikal Kudatuli Dipentaskan

Tangis Hasto Pecah Saat Teatrikal Kudatuli: Mengenang 30 Tahun Peristiwa Bersejarah

Beritaterbaik.com – Jakarta – Tangis Hasto Pecah Saat Teatrikal Kudatuli menjadi momen emosional yang tak terlupakan bagi para hadirin. Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto, terlihat meneteskan air mata saat menyaksikan pementasan teatrikal yang memperingati 30 tahun peristiwa Kerusuhan 27 Juli 1996. Acara yang digelar di Kantor DPP PDIP, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, pada Minggu (26/7/2026) ini menghadirkan kembali suasana masa lalu dengan penuh khidmat. Berdasarkan pantauan Liputan6.com, teatrikal ini diperankan oleh sejumlah pemuda dan pemudi yang dengan cermat merekonstruksi peristiwa penyerbuan Kantor PDI pada 27 Juli 1996.

Adegan Emosional yang Menggugah Hati

Saat adegan penyerbuan dipentaskan, Hasto yang duduk di barisan depan tampak beberapa kali mengusap wajahnya. Ia tak kuasa menahan air mata ketika para aktor memperagakan detik-detik penyerbuan kantor PDI yang saat itu dipertahankan pendukung Megawati Soekarnoputri. Dalam visualisasi tersebut, massa pendukung kubu Soerjadi digambarkan menyerbu dan merusak kantor DPP PDI yang kala itu dikuasai pendukung Megawati. Tangis Hasto Pecah Saat Teatrikal ini menunjukkan betapa dalam ingatan kolektif tentang peristiwa tersebut masih tertanam kuat di hati para saksi sejarah.

"Tiga puluh tahun berlalu sejak peristiwa 27 Juli 1996 menjadi titik balik perjalanan demokrasi Indonesia. Waktu boleh berjalan, tetapi luka sejarah tidak pernah benar-benar hilang selama keadilan belum sepenuhnya ditegakkan," kata Bonnie Triyana.

Adegan itu disertai teriakan, kepulan asap, dan kepanikan para pemeran yang menggambarkan situasi saat peristiwa Kudatuli terjadi. Pementasan tersebut dihadiri Ketua DPP PDIP Ganjar Pranowo, Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto, tokoh senior PDIP Sidarto Danusubroto, mantan jurnalis Widiarsi Agustina, jajaran pengurus DPP PDIP, serta sejumlah seniman dan tokoh pro-demokrasi. Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri mengikuti acara secara daring dari kediamannya.

Kepala Badan Sejarah Indonesia DPP PDIP, Bonnie Triyana, menjelaskan bahwa tiga dekade telah berlalu sejak peristiwa Kudatuli yang menjadi salah satu titik balik perjalanan demokrasi Indonesia. Namun, menurutnya, keadilan bagi para korban belum sepenuhnya terwujud hingga saat ini. Ia menegaskan, pementasan teatrikal bukan dimaksudkan untuk membuka kembali luka lama, melainkan menjaga ingatan kolektif atas peristiwa tersebut. "Kita tidak datang untuk membuka kembali luka, melainkan untuk memastikan bahwa luka itu tidak pernah dilupakan," tegasnya.

Tangis Hasto Pecah Saat Teatrikal Kudatuli juga menjadi simbol bahwa generasi muda kini mulai memahami pentingnya menghargai sejarah perjuangan bangsa. Teatrikal ini bukan sekadar seni, tapi upaya menghadirkan kembali masa ketika kekerasan digunakan terhadap oposisi. Seni membantu kita merasakan apa yang tidak terungkap oleh dokumen-dokumen sejarah. Usai pementasan, rangkaian acara dilanjutkan dengan ritual adat ruatan kebangsaan yang dibawakan masyarakat adat Kasepuhan Cisungsang, Banten Kidul.

Prosesi tersebut digelar sebagai simbol pembersihan batin dan doa bersama bagi para korban Kudatuli. Acara kemudian ditutup dengan pertunjukan seni tradisional Ngarengkong dari Kasepuhan Cilebang serta pembacaan puisi Melawan dan Berjuang oleh seniman Butet Kartaredjasa. Peristiwa Kudatuli terjadi pada 27 Juli 1996 di Kantor DPP PDI, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat. Saat itu, kantor yang dikuasai pendukung Megawati Soekarnoputri diserbu massa pendukung Soerjadi yang terpilih sebagai Ketua Umum PDI versi Kongres Medan. Peristiwa tersebut menewaskan sedikitnya lima orang dan menyebabkan ratusan lainnya terluka.

Gabung diskusi