Skip to content
beritaterbaik
beritaterbaik
  • Home
  • News
  • Bisnis
  1. Home
  2. News
  3. Special Plan: Prabowo: Indonesia Sudah Swasembada Pangan, Tak Perlu Impor Pangan Lagi
News

Special Plan: Prabowo: Indonesia Sudah Swasembada Pangan, Tak Perlu Impor Pangan Lagi

Linda Moore Reporter Minggu, 10 Mei 2026 pukul 08:28 WIB 4 min read
0 Views 0 Komentar
Share:

Table of Contents

Toggle
  • Prabowo: Indonesia Sudah Swasembada Pangan, Tak Perlu Impor Pangan Lagi
    • Kemajuan Ketahanan Pangan di Gorontalo
    • Dukungan ASEAN terhadap Kemajuan Pangan
    • Peran Nelayan dalam Ekonomi Maritim
    • Kesejahteraan Rakyat sebagai Tujuan Utama
    • Perspektif Global dan Tanggung Jawab Nasional
    • Kebijakan yang Menyentuh Keberlanjutan
    • Langkah-Langkah untuk Masa Depan

Prabowo: Indonesia Sudah Swasembada Pangan, Tak Perlu Impor Pangan Lagi

Special Plan – Di tengah upaya membangun kemandirian nasional, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Indonesia kini telah mencapai level swasembada pangan, sehingga tidak lagi bergantung pada impor dari luar negeri. Pernyataan ini disampaikannya saat melakukan kunjungan ke Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Gorontalo, Sabtu (9 Mei 2026). Menurut Prabowo, keberhasilan ini menjadi bukti bahwa pemerintah telah mengambil langkah-langkah yang tepat dalam memastikan ketersediaan pangan bagi rakyat.

Kemajuan Ketahanan Pangan di Gorontalo

Kunjungan Prabowo ke KNMP tidak hanya sebagai bentuk penghargaan terhadap program tersebut, tetapi juga untuk menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat keberlanjutan pangan nasional. Ia menekankan bahwa kemampuan swasembada pangan tidak hanya sebatas klaim, melainkan telah terbukti melalui realisasi di lapangan. “Kita saat ini sudah mampu memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri, termasuk beras dan jagung,” ujarnya, sembari menyoroti infrastruktur yang telah dibangun di kawasan tersebut.

“Kita sekarang sudah swasembada pangan, sudah swasembada beras, swasembada jagung, banyak sekali kita, kita sekarang tidak perlu impor lagi pangan dari luar,” seru Prabowo yang disambut tepuk tangan oleh masyarakat yang hadir.

Program KNMP, menurut Prabowo, menjadi contoh nyata keberhasilan pengembangan ketahanan pangan. Di Gorontalo, ia melihat adanya peningkatan fasilitas seperti pembuat es dan gudang pendingin yang mendukung kegiatan produksi dan distribusi hasil laut. “Adanya kampung nelayan merah putih ini menunjukkan upaya kita untuk memberdayakan nelayan di seluruh Indonesia,” tambahnya, sambil menambahkan bahwa program ini bertujuan meningkatkan kualitas hidup para nelayan melalui pengembangan ekonomi lokal.

Dukungan ASEAN terhadap Kemajuan Pangan

Prabowo juga mengungkapkan bahwa pencapaian swasembada pangan Indonesia tidak hanya didukung dalam negeri, tetapi juga mendapat pengakuan dari negara-negara ASEAN. Saat menghadiri KTT ke-48 ASEAN di Filipina, ia menyatakan bahwa para pemimpin negara-negara anggota menyambut baik langkah pemerintah dalam mengurangi ketergantungan pada impor. “Kita sangat dihormati karena keberhasilan swasembada pangan yang telah dicapai,” ujarnya, menyoroti keterlibatan Indonesia dalam kerja sama regional.

“Kita baru saja dari Filipina menghadiri KTT ke-48 ASEAN, kita sangat dihormati karena kita sekarang sudah swasembada pangan, sudah swasembada beras, swasembada jagung, banyak sekali kita, kita sekarang tidak perlu impor lagi pangan dari luar,” kata Prabowo, yang diiringi reaksi positif dari peserta acara.

Dalam perjalanan membangun ketahanan pangan, Prabowo menyoroti pentingnya peran sektor pertanian dan perikanan. Ia menjelaskan bahwa swasembada pangan tidak hanya berarti produksi dalam jumlah yang cukup, tetapi juga terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat. “Ini adalah bukti bahwa pemerintah mampu menyediakan makanan untuk rakyat yang sejahtera,” imbuhnya, mengingatkan bahwa keberhasilan ini membutuhkan kolaborasi antar sektor dan kebijakan yang konsisten.

Peran Nelayan dalam Ekonomi Maritim

Sebagai negara maritim, Prabowo memaparkan bahwa nelayan memiliki peran strategis dalam memperkuat kemandirian pangan dan ekonomi nasional. Ia menyatakan bahwa para nelayan bukan hanya penghasil ikan, tetapi juga penghasil protein hewani yang sangat penting bagi konsumsi masyarakat. “Para nelayan adalah penghasil protein, menghasilkan ikan, dan hal ini dinilai sangat penting untuk Indonesia serta dunia internasional,” ujarnya.

“Dunia sekarang sangat memerlukan ikan protein, karena itu pemerintah yang saya pimpin akan besar-besaran mengembangkan perikanan dan kelautan. Istilah kita sekarang adalah the blue ocean economy, ini adalah sangat penting, karunia yang maha kuasa, kita harus bersyukur dan kita harus sekarang besar-besaran investasi,” tutur Prabowo, menutup pidatonya dengan semangat optimis.

Prabowo menegaskan bahwa pengembangan sektor kelautan dan perikanan harus menjadi prioritas utama. Ia menyoroti potensi ekonomi laut sebagai sumber daya alam yang melimpah dan mendorong pemerintah untuk melakukan investasi besar dalam bidang tersebut. “Investasi ini harus berkelanjutan, agar keberhasilan swasembada pangan tidak hanya terbatas pada sektor pertanian, tetapi juga mencakup hasil laut yang menjadi bagian penting dari kebutuhan nasional,” lanjutnya.

Kesejahteraan Rakyat sebagai Tujuan Utama

Dalam pidatonya, Prabowo kembali mengingatkan bahwa tujuan utama dari kebijakan ketahanan pangan adalah meningkatkan kesejahteraan rakyat. Ia menekankan bahwa pemerintah tidak hanya fokus pada produksi, tetapi juga pada distribusi dan aksesibilitas. “Kita ingin semua nelayan di Indonesia kehidupannya tambah baik, penghasilannya harus tambah,” dorongnya, menunjukkan komitmen untuk melibatkan masyarakat secara aktif dalam pembangunan.

Kepemimpinan Prabowo, menurut pengamatan, menekankan pentingnya pemerataan manfaat dari keberhasilan pangan swasembada. Ia menyebut bahwa keberlanjutan program ini akan memperkuat daya tahan ekonomi nasional dan mengurangi ketergantungan pada impor. “Kita berada di jalan yang benar, rakyat kita harus sejahtera,” ujarnya, memperkuat pesan bahwa kemandirian pangan adalah fondasi penting dari kemandirian bangsa.

Perspektif Global dan Tanggung Jawab Nasional

Prabowo juga memperlihatkan perspektif global dalam menyampaikan keberhasilan Indonesia. Ia menyatakan bahwa swasembada pangan bukan hanya penting untuk masyarakat dalam negeri, tetapi juga berkontribusi pada kebutuhan dunia. “Dunia internasional kini mengakui kemajuan Indonesia dalam bidang pangan, termasuk hasil laut yang menjadi bagian dari aliansi global,” jelasnya. Ia menambahkan bahwa langkah ini mencerminkan kebijakan yang seimbang antara pertumbuhan ekonomi dan perlindungan lingkungan.

Di sisi lain, Prabowo mengingatkan bahwa keberhasilan swasembada pangan masih memerlukan pengawasan dan penguatan. Ia menyebut bahwa pemerintah harus terus memperbaiki sistem distribusi dan memastikan ketersediaan pangan bagi semua lapisan. “Kita harus terus berinovasi agar swasembada pangan tidak hanya menjadi slogan, tetapi juga kenyataan yang berkelanjutan,” imbuhnya, menyoroti peran penting kementerian dan lembaga terkait dalam menjaga momentum ini.

Kebijakan yang Menyentuh Keberlanjutan

Pidato Prabowo di KNMP juga menyoroti kebijakan-kebijakan yang berfokus pada keberlanjutan. Ia menekankan bahwa swasembada pangan harus diiringi pengelolaan sumber daya yang bijak. “Pemerintah akan terus mendorong pengembangan teknologi dan pendidikan untuk meningkatkan produktivitas para nelayan dan petani,” jelasnya, menambahkan bahwa investasi dalam bidang ini harus dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan.

Prabowo mengungkapkan bahwa inisiatif seperti KNMP menjadi fondasi dalam membangun ekosistem pangan yang lebih kuat. Ia menyebut bahwa kawasan tersebut tidak hanya meningkatkan produksi, tetapi juga menumbuhkan ekonomi lokal melalui peningkatan kualitas produk dan akses pasar. “Kita harus memastikan bahwa hasil laut dan pertanian bisa memenuhi kebutuhan rakyat tanpa mengorbankan lingkungan,” tegasnya, menegaskan bahwa keseimbangan antara pertumbuhan dan lingkungan adalah prioritas utama.

Langkah-Langkah untuk Masa Depan

Dalam men

Bagikan:

Berita Terkait

Special Plan: Usai Tangkap 321 WNA, Polri Kirim Pesan Keras untuk Jaringan Judi Online Internasional

10 Mei 2026

Latest Program: Mengintip Proses Maung MV3 Milik Prabowo Diterbangkan ke KTT ASEAN Filipina

10 Mei 2026

Ada Nobar Persija Vs Persib – TNI Polri Kawal Sejumlah Titik Demi Antisipasi Bentrok

10 Mei 2026

Komentar

Tinggalkan Komentar Batal

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Field yang wajib diisi ditandai *

Dengan mengirim komentar, Anda menyetujui kebijakan komentar kami.

Terpopuler

Berita Terbaru

Cek Harga Perak Hari Ini 10 Mei 2026 di Antam dan Pasar Global

57 menit yang lalu

Special Plan: Terungkap, Alasan Berat Badan Menkeu Purbaya Turun hingga 12 Kg

59 menit yang lalu

Key Discussion: Stok Minyakita Minim di Pasaran, Mendag Bilang Begini

1 jam yang lalu

Main Agenda: Mendag Bakal Atur Ulang Ekosistem E-Commerce, Hal Ini Jadi Sorotan

1 jam yang lalu

Key Strategy: BRI Life Bayarkan Klaim Asuransi Rp 1,17 Triliun di Kuartal I 2026

1 jam yang lalu

Kategori

  • Bisnis (47)
  • News (49)
  • Uncategorized (1)

About Us

beritaterbaik menyajikan berita terbaru, analisis tajam, dan update penting setiap hari dengan gaya yang jelas dan terpercaya.

Trending Post

  • Hello world!
  • Special Plan: Terungkap, Alasan Berat Badan Menkeu Purbaya Turun hingga 12 Kg
  • Historic Moment: Polri Buru Bos dan Perekrut Utama di Balik Markas Judi Online di Hayam Wuruk
  • Top 3 News: Aktivitas Terakhir Anggota BPK Haerul Saleh Sebelum Meninggal dalam Kebakaran Rumah
  • Historic Moment: Kapolri Rotasi 9 Kapolda, Ini Daftar Lengkapnya

Quick Links

  • Bisnis
  • News
  • Uncategorized

Contact Us

Ready to get started? Contact us today!

  • Contact Us

Copyright © 2026 Nexiamath.com. All rights reserved.