Special Plan: Prabowo Dorong Akademi Olahraga, Bina Calon Atlet Sejak Usia 8 Tahun
demi Olahraga Bina Calon Atlet Sejak Usia 8 Tahun Special Plan - Presiden Prabowo Subianto mengusung Special Plan sebagai langkah strategis untuk membangun
Special Plan: Prabowo Dorong Akademi Olahraga Bina Calon Atlet Sejak Usia 8 Tahun
Special Plan – Presiden Prabowo Subianto mengusung Special Plan sebagai langkah strategis untuk membangun sistem pembinaan olahraga yang lebih efektif. Dalam pertemuan bersama Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir di Hambalang, Jawa Barat, pada Jumat (19/6/2026), Prabowo menekankan pentingnya memulai pelatihan atlet sejak usia dini, khususnya di Sekolah Dasar (SD). “Dengan Special Plan ini, kita ingin menggarisbawahi bahwa calon atlet harus dibina sejak usia 8 tahun,” jelas Erick Thohir, yang menyoroti program ini sebagai bagian dari perencanaan jangka panjang untuk meningkatkan kualitas olahraga nasional.
Struktur dan Implementasi Program
Special Plan yang diusung Prabowo mengintegrasikan sistem pendidikan olahraga dari tingkat SD hingga SMA, dengan fokus pada pelatihan yang terstruktur dan berkelanjutan. Erick Thohir menyampaikan bahwa program ini akan melibatkan kerja sama dengan berbagai lembaga, termasuk sekolah, klub, dan badan olahraga. “Kita akan membangun akademi olahraga nasional yang berbasis pada metode pembelajaran yang beragam, agar masing-masing anak bisa ditemukan bakatnya sejak dini,” tambahnya. Untuk memastikan keberlanjutan, Special Plan juga dirancang dengan anggaran multiyears, sehingga pembinaan bisa dilakukan secara bertahap dan stabil.
Dalam detailnya, Special Plan mencakup pembagian tahapan pelatihan berdasarkan usia. Pada usia 8-12 tahun, fokusnya adalah pengenalan dasar olahraga dan keterampilan fisik. Selanjutnya, di usia 13-16 tahun, program ini akan mengarahkan peserta ke tingkat pertandingan yang lebih tinggi, sementara usia 17-20 tahun akan ditingkatkan untuk persiapan kompetisi internasional. Erick Thohir menjelaskan bahwa langkah ini bertujuan mengurangi risiko kehilangan bakat atlet yang potensial akibat kurangnya pendampingan yang tepat.
Penguatan Pembinaan Olahraga Disabilitas
Sebagai bagian dari Special Plan, Prabowo juga memberikan perhatian khusus pada olahraga disabilitas. Erick Thohir mengungkapkan adanya inisiatif pelatihan sertifikasi bagi penyandang disabilitas, sehingga mereka bisa terlibat aktif dalam proses pembinaan atlet nasional. “Salah satu prioritas Special Plan adalah memastikan bahwa para penyandang disabilitas memiliki akses yang sama dalam mengembangkan kemampuan olahraga mereka,” tambah Erick. Langkah ini menunjukkan komitmen Indonesia untuk menciptakan kesetaraan dalam olahraga, baik dari segi fisik maupun psikologis.
“Dengan Special Plan, Bapak Presiden ingin menjamin bahwa tidak ada kalangan yang terabaikan dalam pembinaan olahraga. Terutama, para penyandang disabilitas ini harus diberi kesempatan untuk menjadi pelatih atau atlet yang berprestasi,” kata Erick.
Program ini juga mencakup pembuatan fasilitas khusus bagi atlet disabilitas, seperti pusat pelatihan yang ramah disabilitas dan perlombaan yang diadaptasi untuk berbagai jenis disabilitas. Dengan Special Plan, Erick menegaskan bahwa pemerintah ingin melibatkan seluruh masyarakat, termasuk penyandang disabilitas, dalam membangun olahraga yang inklusif dan berprestasi.
Di samping itu, Special Plan juga melibatkan rencana pengembangan dana pensiun atlet. Erick Thohir menjelaskan bahwa program ini akan menjadi bagian dari kebijakan jangka panjang untuk memastikan kesejahteraan para atlet setelah masa aktif mereka selesai. “Bapak Presiden telah menanyakan tentang dana pensiun atlet, dan ini menjadi salah satu komponen penting dalam Special Plan,” katanya. Dana pensiun ini diharapkan mampu memberikan dukungan finansial kepada atlet yang telah mempersembahkan kontribusi signifikan bagi olahraga Indonesia.
