Special Plan: Lampung Selatan Hampir Tuntaskan Imunisasi Anak yang Belum Divaksin
Special Plan – Kabupaten Lampung Selatan kembali memperlihatkan kemajuan signifikan dalam program Special Plan yang bertujuan mempercepat vaksinasi anak yang belum mendapatkan imunisasi dasar lengkap. Dalam waktu lima minggu, capaian imunisasi wilayah tersebut meningkat drastis, mencapai 92 persen dari total target yang sebelumnya tercatat 4.967 anak. Angka ini menunjukkan efektivitas strategi yang diterapkan pemerintah daerah guna menekan jumlah anak zero dose dan memastikan setiap bayi memiliki perlindungan kesehatan yang optimal.
Program Special Plan dan Strategi Pelaksanaannya
Program Special Plan yang dicanangkan pemerintah Kabupaten Lampung Selatan bukan hanya sekadar inisiatif vaksinasi, tetapi merupakan upaya komprehensif untuk menjangkau anak-anak yang kurang terlayani. Langkah ini dilakukan sebagai respons terhadap tantangan khusus di tengah situasi pandemi yang masih berdampak pada sistem kesehatan. Yane Ardian Bima Arya, Staf Ahli Bidang Penguatan Ketahanan Pangan Keluarga TP PKK Pusat, menyampaikan apresiasi atas keberhasilan daerah tersebut dalam menyelesaikan target program ini. Menurutnya, Special Plan menjadi contoh bagus bagi daerah lain dalam menyelesaikan masalah zero dose secara efisien.
Salah satu strategi utama dalam Special Plan adalah koordinasi intensif antar lembaga seperti Dinas Kesehatan, TP PKK, serta organisasi masyarakat. Selain itu, pemerintah juga menerapkan pendekatan berbasis komunitas, dengan mengadakan sesi edukasi di tingkat RT dan RW. Yane menekankan bahwa keberhasilan ini tidak terlepas dari keterlibatan masyarakat dan kesadaran para orang tua akan pentingnya vaksinasi bagi kesehatan anak.
Hasil Evaluasi dan Tantangan yang Dihadapi
Menurut data terbaru per 11 Mei 2026, 4.384 anak telah mendapatkan imunisasi dasar lengkap. Setelah pemutakhiran, angka ini meningkat menjadi 92 persen, yang menunjukkan kemajuan pesat. Namun, Yane mengingatkan bahwa pemerintah daerah tetap harus waspada terhadap hambatan yang mungkin muncul, seperti keengganan masyarakat akibat kecurigaan terhadap vaksin atau kesulitan akses ke fasilitas kesehatan. Evaluasi kegiatan ini akan menjadi dasar bagi pengambilan kebijakan lebih lanjut, termasuk dalam pengembangan Special Plan di tahun depan.
Kelompok zero dose di Lampung Selatan juga ditemukan mengalami penurunan melalui pendekatan yang berbeda. Selain penggunaan layanan vaksinasi di puskesmas, pihat daerah menggandeng tokoh agama dan pemuka masyarakat untuk mempercepat akses dan kepercayaan masyarakat. “Special Plan ini harus terus diperkuat dengan monitoring berkala agar tidak ada penurunan kualitas layanan,” tambah Yane dalam sambutannya.
Dalam kegiatan Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Imunisasi Zero Dose yang dihadiri oleh berbagai pihak, Yane meminta pemerintah daerah memastikan bahwa edukasi tentang manfaat vaksinasi menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Ia menyarankan adanya peningkatan jumlah posko layanan vaksinasi di area terpencil, serta penggunaan teknologi digital untuk mempermudah pendaftaran dan pemantauan. Strategi ini diharapkan dapat menopang program Special Plan dan mempercepat pemberian imunisasi kepada anak-anak yang belum terlayani.
Dengan Special Plan yang terus berjalan, pemerintah daerah Lampung Selatan berupaya memastikan tidak ada anak yang tertinggal dari hak kesehatannya. Yane menegaskan bahwa ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga masyarakat. “Kami sangat optimis bahwa Special Plan ini akan menjadi acuan nasional dalam menangani kasus zero dose,” kata Yane saat menghadiri acara evaluasi tersebut.
