Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
News

Solving Problems: Air Mata Nanik S Deyang Usai Dilantik jadi Kepala BGN

Jessica Hernandez 3 mins read 17 views

Air Mata Nanik S Deyang Usai Dilantik Jadi Kepala BGN Solving Problems – Pergantian kepemimpinan di Badan Gizi Nasional (BGN) terasa lebih berat dari biasanya

Solving Problems: Air Mata Nanik S Deyang Usai Dilantik jadi Kepala BGN

Air Mata Nanik S Deyang Usai Dilantik Jadi Kepala BGN

Solving Problems – Pergantian kepemimpinan di Badan Gizi Nasional (BGN) terasa lebih berat dari biasanya ketika Nanik S Deyang, mantan pejabat pemerintah, menunjukkan keharuan yang menggema di Istana Neyara Jakarta, Senin (8/6/2026). Setelah dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto, air mata Nanik mengalir saat ia memenuhi sumpah jabatan, menjadi simbol perasaan campur aduk antara kebanggaan dan tekanan tugas yang besar. Solving Problems dalam konteks ini bukan hanya tentang keberhasilan administratif, tetapi juga tentang pengelolaan kebijakan gizi nasional yang transparan dan berkelanjutan.

Proses Pelantikan dan Perubahan Kepemimpinan

Pelantikan tiga kepala baru BGN berdasarkan Keppres 18/M Tahun 2026 menandai penggantian tiga pejabat sebelumnya yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi tata kelola Makan Bergizi Gratis (MBG). Sebelumnya, Dadan Hindayana, mantan kepala BGN, menjadi sorotan karena terlibat dalam praktik yang disebut merugikan keuangan negara. Dengan dilantiknya Nanik, Agustina Arumsari, dan Mayjen TNI Trenggono, harapan muncul bahwa perubahan kepemimpinan ini akan menjadi awal dari Solving Problems dalam menyelaraskan program gizi dengan kebutuhan masyarakat.

Nanik S Deyang, yang sebelumnya menjabat sebagai direktur di Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), dianggap sebagai figur yang tepat untuk memimpin BGN. Pengalaman terdahulu di BPKP membekali dirinya dengan keterampilan manajemen keuangan yang kuat, sementara kehadiran Mayjen Trenggono, mantan wakil direktur utama PT Agrinas Pangan Nusantara, menambah kredibilitas tim baru. Solving Problems tidak hanya menjadi moto BGN, tetapi juga menjadi tantangan utama Nanik dalam menjaga konsistensi program MBG yang dicanangkan sejak 2020.

Tantangan dan Harapan di Tahun Pertama Kepemimpinan

Dalam upacara pelantikan, Prabowo Subianto menyampaikan harapan bahwa Nanik dan rekan-rekannya akan menjadi pengambil kebijakan yang mampu Solving Problems secara efektif. Pasca-pelantikan, Nanik terlihat berkaca-kaca saat berinteraksi dengan Jaksa Agung ST Burhanuddin, yang sebelumnya terlibat dalam penyelidikan kasus MBG. “Saya berharap dapat menjadi pelopor perubahan di sektor gizi nasional,” ujar Nanik, menegaskan komitmen untuk memperbaiki sistem yang selama ini dinilai kurang optimal.

Kasus dugaan korupsi MBG menjadi sorotan utama dalam masa kepemimpinan Dadan Hindayana. Program ini, yang diharapkan meningkatkan akses makanan bergizi bagi masyarakat miskin, kini harus diawasi lebih ketat. Nanik S Deyang mengakui bahwa Solving Problems akan memerlukan upaya kolaboratif dengan berbagai pihak, termasuk Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang hadir dalam acara tersebut. “Saya berterima kasih atas dukungan Pak Kapolri, mohon bantuannya agar MBG bisa berjalan lebih baik,” ujar Nanik, sebelum memberikan sumpah jabatan.

Moment pelantikan tidak hanya tentang perpindahan jabatan, tetapi juga tentang mengubah narasi. Nanik S Deyang dikenal sebagai tokoh yang konsisten mengawal reformasi di berbagai sektor, termasuk bidang pangan. Dalam pidato sumpah, Nanik dan dua wakil kepala BGN lainnya menegaskan komitmen untuk menjalankan tugas secara sungguh-sungguh, memastikan setiap langkah Solving Problems berjalan adil dan berdampak nyata. “Demi Allah, saya bersumpah untuk menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi kepentingan bangsa dan negara,” pungkas Nanik, mengiringi ucapan serupa dari para pejabat lain.

Komitmen untuk Reformasi dan Peningkatan Kinerja

BGN, sebagai institusi yang bertugas mengelola program MBG, memiliki tanggung jawab besar dalam menyediakan makanan bergizi secara terjangkau. Nanik S Deyang diharapkan bisa menjadi garda depan dalam mengatasi keterlambatan pengiriman bantuan dan ketidaksempurnaan distribusi. Solving Problems dalam konteks ini melibatkan peningkatan pengawasan, transparansi anggaran, serta keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan program.

Sebagai mantan wakil menteri bidang pendidikan dan kebudayaan, Nanik memiliki pengalaman dalam mengoordinasi proyek nasional. Kini, ia harus menghadapi tantangan berbeda di sektor gizi, yang memerlukan pengelolaan rantai pasok yang lebih efisien. “Kita harus memastikan bahwa setiap anak Indonesia, terutama di daerah terpencil, mendapatkan hak makanannya secara tepat waktu,” jelas Nanik, saat diwawancarai oleh Liputan6.com. Solving Problems di BGN tidak hanya tentang angka, tetapi juga tentang kehidupan nyata masyarakat yang mengandalkan bantuan pangan.

Pelantikan ini menjadi momentum penting untuk membuka era baru dalam reformasi gizi nasional. Nanik S Deyang, bersama tim baru, berharap bisa menyelesaikan masalah yang selama ini menghambat keberhasilan MBG. “Saya ingin BGN menjadi institusi yang lebih berwibawa dan mampu memberikan solusi konkret,” tegasnya, menegaskan bahwa Solving Problems adalah prioritas utama dalam lima tahun kepemimpinan mendatang.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Gabung diskusi