Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
News

Pria di Tangerang Cetak Uang Palsu dari Kontrakan

Barbara Miller 3 mins read 4 views

Kasus Pria di Tangerang Cetak Uang Palsu dari Kontrakan Pria di Tangerang Cetak Uang Palsu - Seorang pria di Tangerang, bernama WW (32 tahun), berhasil

Pria di Tangerang Cetak Uang Palsu dari Kontrakan

Kasus Pria di Tangerang Cetak Uang Palsu dari Kontrakan

Pria di Tangerang Cetak Uang Palsu – Seorang pria di Tangerang, bernama WW (32 tahun), berhasil ditangkap oleh polisi setelah melakukan aktivitas pencetakan uang palsu dari kontrakan miliknya di kawasan Jelupang, Serpong Utara. Dalam operasi yang dilakukan oleh Kapolsek Pakuhaji, AKP Prapto Lasono, tim penyidik menyita uang palsu senilai Rp 68,57 juta yang sudah siap untuk diedarkan ke publik. Kasus ini mengemuka setelah masyarakat melaporkan adanya aktivitas mencurigakan di Kampung Bebulak Dato, Kelurahan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang. Pria di Tangerang cetak uang palsu ini diketahui menggunakan alat dan bahan baku khusus untuk memproduksi uang yang hampir menyerupai uang asli, sehingga mampu menipu para pembeli.

Metode Produksi Uang Palsu di Kontrakan

Kontrakan yang digunakan WW menjadi pusat operasi penghasilan uang palsu. Dalam penyidikan, petugas menemukan berbagai peralatan seperti tinta UV, stempel dengan desain hologram, cutter, dan mesin cetak mini yang ditempatkan di ruang tertutup. Pria di Tangerang cetak uang palsu ini dikabarkan menggunakan teknik cetak manual dengan memprint desain uang asli di kertas khusus, lalu menyematkan bahan kimia untuk menciptakan efek hologram yang menipu mata pengguna. Berdasarkan keterangan dari WW, proses produksi dilakukan secara terus-menerus sejak beberapa bulan terakhir, dengan target mencetak ratusan lembar uang per hari.

“Penggunaan tinta UV dan stempel hologram membuat uang palsu ini sangat sulit dideteksi oleh mata biasa. Kami menemukan satu unit mesin cetak yang diperbarui, serta bahan baku dari berbagai daerah, termasuk alat bantu seperti senter untuk memeriksa efek hologram,” jelas Prapto, Senin (13/7/2026).

Kasus ini menunjukkan betapa sengaja dan terorganisirnya upaya pemalsuan uang di Tangerang. WW mengakui menyimpan bahan-bahan tersebut di kontrakan, dan pengembangan penyelidikan membuktikan bahwa dia tidak bekerja sendirian. Polisi menyebutkan bahwa uang palsu ini dijual ke pelaku usaha kecil dengan harga murah, sehingga mampu menarik banyak pembeli. Selain itu, bahan baku diperkirakan berasal dari Bandung melalui seseorang bernama panggilan “God Hand”, yang memperlihatkan jaringan kriminal yang lebih luas.

Upaya Pemerintah dan Masyarakat Meningkatkan Kesadaran Anti Pemalsuan

Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol Raden Muhammad Jauhari, memberikan imbauan penting kepada masyarakat untuk lebih waspada dalam menerima uang tunai. Ia menyarankan tiga langkah pemeriksaan uang: dilihat, diraba, dan diterawang. “Jika mencurigai uang palsu atau aktivitas pidana, segera laporkan ke polisi terdekat atau melalui Call Center Polri 110 yang aktif 24 jam,” tambah Jauhari. Imbauan ini disampaikan sebagai langkah pencegahan sebelum kasus serupa terjadi di wilayah lain.

Kasus uang palsu di Tangerang juga menjadi momentum untuk memperkuat kampanye anti pemalsuan uang. Pihak kepolisian telah menambahkan langkah-langkah pengawasan di area rawan, seperti pasar tradisional dan tempat usaha kecil. Selain itu, masyarakat diminta untuk mengenali ciri-ciri uang palsu, seperti tulisan tidak rata, warna tidak sempurna, atau efek hologram yang tidak terlihat jelas. WW kini dikenai pasal 374 dan 375 KUHP, dengan ancaman hukuman penjara hingga 10 tahun. Kasus ini juga membuka investigasi lebih lanjut tentang jaringan produksi uang palsu yang terlibat.

Menurut sumber di Polsek Pakuhaji, jumlah uang palsu yang berhasil disita mencerminkan skala besar operasi tersebut. Sejumlah bahan baku seperti kertas uang dan tinta UV disimpan secara rapi di kontrakan, menunjukkan persiapan yang matang. WW disebut memiliki pengalaman dalam bidang cetak dan desain, yang memungkinkan dia menghasilkan uang palsu dengan kualitas tinggi. Polisi juga sedang memeriksa apakah ada pelaku lain yang terlibat dalam produksi atau distribusi uang tersebut.

Kasus ini memberikan dampak signifikan terhadap kepercayaan masyarakat terhadap sistem keuangan. Masyarakat kini lebih berhati-hati saat menggunakan uang tunai, terutama di area yang dianggap rentan. Polisi menegaskan bahwa pengawasan akan terus dilakukan untuk mencegah adanya uang palsu yang lebih banyak beredar. Pria di Tangerang cetak uang palsu ini juga menjadi contoh nyata bagaimana kejahatan mata uang bisa terjadi di lingkungan yang sehari-hari dihuni masyarakat biasa.

Gabung diskusi