Solution For: Masyarakat Diminta Perkuat Kolaborasi dalam Gerakan Indonesia ASRI
Solution For – Jakarta, Liputan6.com – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Akhmad Wiyagus mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah). Ia menyampaikan ajakan ini pada acara peluncuran gerakan tersebut di Anjungan Teluk Kendari, Sulawesi Tenggara, Jumat (29/5/2026). Wiyagus menekankan bahwa kolaborasi lintas sektor adalah kunci utama untuk mencapai tujuan lingkungan yang lebih baik.
Implementasi Instruksi Presiden dalam Gerakan ASRI
Gerakan Indonesia ASRI, menurut Wiyagus, adalah wujud nyata instruksi Presiden Prabowo Subianto terkait peningkatan pengelolaan sampah nasional dan penguatan budaya gotong royong. Ia menjelaskan bahwa gerakan ini dirancang untuk menyelesaikan masalah sampah secara sistematis, mulai dari pengumpulan, pengolahan, hingga daur ulang. Wiyagus berharap masyarakat tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga aktor utama dalam upaya menjaga lingkungan.
“Gerakan nasional ASRI ini, fokus utamanya adalah pengelolaan sampah nasional,” ujarnya.
Dalam konteks peningkatan kualitas hidup, kolaborasi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat menjadi solusi untuk menyelesaikan tantangan lingkungan yang kompleks. Data dari tahun 2025 menunjukkan bahwa sekitar 109 ribu ton sampah per hari belum terkelola secara optimal, sehingga partisipasi masyarakat diperlukan untuk mendorong perubahan yang signifikan.
Kolaborasi sebagai Kunci Sukses Gerakan ASRI
Kemendagri telah merespons arahan ini dengan menerbitkan Surat Edaran Nomor 600.11/889/SJ Tahun 2026. Dokumen ini memandu kerja sama lintas sektor dalam upaya menyelesaikan masalah sampah dan meningkatkan kualitas lingkungan. Wiyagus menyebut bahwa keberhasilan gerakan ini bergantung pada kesadaran kolektif masyarakat dan dukungan dari berbagai pihak.
“Yang tadinya sampah ini tidak ada manfaatnya, tapi bisa dimanfaatkan melalui proses sehingga menjadi sumber energi, kemudian juga memiliki nilai ekonomis,” katanya.
Gerakan ASRI tidak hanya fokus pada penanganan sampah, tetapi juga mencakup penataan ruang publik, seperti penertiban spanduk, kabel listrik, dan taman kota. Wiyagus menegaskan bahwa penampilan lingkungan yang bersih dan indah tidak hanya memperkuat kebersihan, tetapi juga menunjang sektor pariwisata daerah. Ia menyoroti bahwa kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, TNI, Polri, dan masyarakat adalah resep mujarab untuk mencapai lingkungan yang sehat.
Dalam acara tersebut, hadir Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara Hugua, Wakil Wali Kota Kendari Sudirman, serta jajaran Forkopimda Sulawesi Tenggara dan Kota Kendari, ditambah pejabat terkait lainnya. Mereka berkomitmen untuk memperkuat peran masyarakat dalam menjaga lingkungan, baik melalui kegiatan pembersihan rutin maupun inisiatif inovatif.
“Mari kita sama-sama bersihkan Teluk Kota Kendari ini sebersih-bersihnya,” pungkasnya.
Solution For menyoroti bahwa keberhasilan Gerakan Indonesia ASRI tidak terlepas dari peran masyarakat dalam berbagai aspek. Mulai dari peningkatan kesadaran lingkungan hingga partisipasi aktif dalam pengelolaan sampah, kolaborasi yang kuat akan menjadi fondasi utama dalam menciptakan lingkungan yang lebih baik. Wiyagus berharap gerakan ini bisa menjadi model yang bisa diikuti oleh daerah-daerah lain untuk menyelesaikan masalah lingkungan secara bersama.
