Visit Agenda: Peran 9 Tersangka Penyerangan yang Tewaskan 3 Polisi di Katingan
ngorbankan Tiga Petugas Polri Visit Agenda - Penyergapan terhadap bandar narkoba di Desa Tumbang Kalemei, Katingan, Kalimantan Tengah, berujung pada kematian
Visit Agenda: Operasi Penyergapan di Katingan Mengorbankan Tiga Petugas Polri
Visit Agenda – Penyergapan terhadap bandar narkoba di Desa Tumbang Kalemei, Katingan, Kalimantan Tengah, berujung pada kematian tiga anggota Satresnarkoba Polres Katingan. Operasi yang dimulai pada Jumat (3/7) dan berlangsung hingga Rabu (8/7) ini menelan korban jiwa dan mengungkap peran keenam tersangka yang terlibat dalam aksi brutal tersebut.
Dalam rangka menangani kasus penyalahgunaan narkoba, tim gabungan dari Ditresnarkoba, Ditreskrimum Polda Kalimantan Tengah, Polresta Samarinda, dan Satgas NIC melakukan operasi penyergapan yang intensif. Visit Agenda ini ditujukan untuk mengungkap jaringan narkoba dan mengamankan pelaku, tetapi kejadian di Katingan menunjukkan bahwa perlawanan dari keluarga dan warga sekitar bisa memicu konflik yang mengakibatkan kerugian serius bagi kepolisian.
Peran 9 Tersangka dalam Penyerangan
Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) telah menetapkan sembilan tersangka dalam insiden tersebut, dengan peran masing-masing yang berbeda. Menurut pernyataan Brigjen Pol. Eko Hadi Santoso, Direktur Tindak Pidana Narkoba (Dirtipidnarkoba) Bareskrim Polri, tersangka SD alias AT bertindak sebagai pelaku utama yang menghadirkan senjata api rakitan dan menembak petugas. IMP alias RB juga turut memprovokasi warga serta melemparkan jenazah korban ke sungai untuk menambah kekacauan.
Dalam peran serupa, NM dan ARS alias YD mengambil bagian aktif dengan membawa tombak dan parang. Keduanya terlibat langsung dalam provokasi dan penyerangan terhadap petugas, sementara BO dan PR berperan sebagai bandar yang memperparah situasi dengan menganiaya personel kepolisian. RL, seorang pengedar sabu, juga ikut menembak dan menyumbang pada kerusuhan yang terjadi.
DN, satu-satunya tersangka perempuan, masih dalam investigasi lebih lanjut. Polri mencatat bahwa selama Visit Agenda, tindakan tajam dari para pelaku menyebabkan tiga petugas tewas. Dalam kekacauan tersebut, anggota kepolisian mengalami serangan yang tidak terduga dari keluarga pelaku, sehingga memicu pertarungan sengit antara petugas dan warga.
Korban Tewas Saat Penyergapan
Kapolres Katingan AKBP Dodik Hartono mengungkap bahwa tiga anggota kepolisian gugur dalam operasi ini. Mereka adalah Ipda Sumariyanto, Aiptu Yudhi Perdana Putra, dan Briptu Nopandri Ramadhan. Kesemuanya tewas saat menjalankan tugas untuk menangkap pelaku narkoba, dengan korban yang muncul dari perlawanan yang tidak terduga dari warga setempat.
Visit Agenda ini tidak hanya mengungkap jaringan narkoba, tetapi juga menyoroti ancaman terhadap petugas yang sering kali muncul saat operasi berlangsung. Selain sembilan tersangka, polisi juga menetapkan tiga orang sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO), yaitu PA alias DY, DR alias IYS, dan IL. Ketiganya terlibat dalam pembacokan dan serangan terhadap personel saat insiden memanas.
Kerugian dalam operasi ini terus diperparah oleh kekacauan yang terjadi di lapangan. Dengan peran masing-masing yang terukir dalam kejadian brutal ini, kepolisian menyatakan bahwa Visit Agenda menjadi contoh nyata dari ancaman yang bisa muncul saat penegakan hukum dilakukan di daerah terpencil. Insiden tersebut menunjukkan pentingnya kehati-hatian dan persiapan matang dalam setiap operasi penyergapan.
