Solution For: Edukasi Pola Asuh Mencegah Stunting di Alor
Solution For – Liputan6.com, Jakarta – Dalam pertemuan dengan kader TP PKK Kabupaten Alor di Aula Rumah Jabatan Bupati Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu 20 Mei 2026, Ketua Umum TP PKK Tri Tito Karnavian menyoroti pentingnya pendidikan pola asuh sebagai solusi untuk mengatasi stunting. Ia menekankan bahwa peningkatan kualitas SDM di masa depan bergantung pada upaya konsisten dalam memberikan gizi yang baik sejak masa bayi dan balita, serta membentuk pola hidup sehat yang diterapkan sejak dini.
Keterlibatan Kader PKK sebagai Pilar Pemecahan Masalah
Tri Tito menjelaskan bahwa stunting tetap menjadi tantangan utama dalam pembangunan manusia di Alor, meski wilayah ini memiliki potensi besar dalam sektor pertanian dan perikanan. Dengan kekayaan sumber daya alam, daerah tersebut bisa menghasilkan makanan bergizi secara lokal, tetapi kunci utama adalah peningkatan pemahaman masyarakat terhadap pola asuh yang sehat. “Solution For stunting tidak hanya berada di pihak pemerintah, tetapi juga melibatkan peran ibu-ibu sebagai pengasuh utama,” tegas Tri.
Kader PKK Kabupaten Alor yang hadir menjadi bagian penting dalam implementasi program ini. Mereka diharapkan bisa menjadi penyampai informasi secara langsung ke masyarakat, terutama tentang pentingnya memperkaya menu anak dengan protein, vitamin, dan mineral. “Solution For keberhasilan program ini tergantung pada keterlibatan aktif ibu-ibu dalam pendidikan dan pengasuhan,” lanjut Tri dalam sesi dialog.
Manfaat Teknologi dalam Mempermudah Akses Gizi
Dalam wawancara, Tri menyoroti bahwa teknologi digital bisa menjadi alat efektif untuk memperluas akses informasi gizi. Ia mencontohkan bagaimana ibu-ibu bisa mencari resep sehat melalui ponsel, seperti “menu seminggu dari telur” atau “cara membuat makanan ikan yang disukai anak”. “Solution For menurunkan stunting tidak terbatas pada metode tradisional, tetapi juga memanfaatkan kemudahan teknologi untuk menyederhanakan proses pengasuhan,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa kader PKK perlu terus berinovasi dalam menyajikan makanan yang menarik bagi anak. Contohnya, mengolah protein menjadi camilan ringan atau makanan yang bisa dikonsumsi dalam bentuk yang lebih mudah dicerna. “Solution For masyarakat sehat bisa dimulai dari makanan yang diberikan sehari-hari, jadi kita harus kreatif dalam menyediakannya,” imbuh Tri.
Target SDM Tangguh di Tahun 2045
Tri Tito juga menyoroti target pembangunan SDM tangguh hingga tahun 2045. Menurutnya, peran TP PKK sangat vital dalam memastikan generasi muda Indonesia siap bersaing di era globalisasi. “Solution For masyarakat emas 2045 harus dimulai dari kesehatan fisik dan mental anak, karena ini adalah fondasi untuk meraih kesuksesan di masa depan,” ujarnya.
Menurut data dari Kementerian Kesehatan, stunting masih menjadi tantangan besar di Indonesia, dengan angka prevalensi sekitar 20% di beberapa daerah. Tri Tito menegaskan bahwa keberhasilan mencegah stunting membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, organisasi, dan masyarakat. “Solution For ini bukan hanya tanggung jawab satu pihak, tetapi harmonisasi kebijakan dan kegiatan dari semua pihak,” katanya.
Dalam acara tersebut, hadir juga para pejabat terkait seperti Staf Ahli Bidang Pendidikan Karakter TP PKK Pusat Sri Handayani, Ketua TP PKK Provinsi NTT Vera Johni Asadoma, serta perwakilan dari Pemerintah Daerah Alor. Tri Tito mengapresiasi antusiasme kader PKK yang telah menunjukkan komitmen untuk terus memperkuat keberadaan program edukasi pola asuh. “Solution For stunting akan tercapai jika semua pihak terus berpartisipasi aktif,” pungkasnya.
