85 Investor Lolos Seleksi Proyek Sampah Jadi Listrik
Key Strategy – Jakarta, Liputan6.com – Danantara Investment Management (DIM) mengungkapkan bahwa 85 entitas telah berhasil lolos seleksi Daftar Penyedia Terseleksi (DPT) untuk proyek pengolahan sampah berbasis teknologi ramah lingkungan menjadi energi listrik (PSEL). Pengumuman ini diberikan pada 21 Mei 2026 sebagai bagian dari gelombang seleksi kedua mitra proyek PSEL, yang menjadi langkah strategis dalam mendorong transisi ke ekonomi berkelanjutan.
Tahapan Seleksi dan Perkembangan Partisipasi
Seleksi yang diadakan oleh DIM melanjutkan proses tahap sebelumnya di tiga wilayah, yaitu Bekasi Kota, Bogor Raya, dan Denpasar Raya. Dalam gelombang pertama, hanya 24 peserta yang terdaftar, namun jumlahnya kini meningkat menjadi 85 entitas, termasuk perusahaan baru serta konsorsium yang kembali mengikuti proses. Peningkatan ini mencerminkan minat yang lebih besar dari berbagai pihak, baik lokal maupun internasional, terhadap Key Strategy yang diusung pemerintah dalam pengelolaan sampah.
Kompetensi Mitra dan Diversifikasi Teknologi
“Program PSEL menawarkan daya tarik investasi yang kuat dan dikelola dengan tata kelola yang kredibel. Kami berkomitmen memastikan proses seleksi mitra dilakukan secara transparan serta kompetitif,” tutur Fadli Rahman, CEO PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera) sekaligus Director Investment DIM, dalam keterangan, Sabtu (23/5/2026).
Fadli menambahkan, seleksi ini bertujuan menghasilkan mitra yang mampu mendukung sistem pengelolaan sampah terintegrasi serta menangani masalah darurat sampah di Indonesia. Partisipasi perusahaan asing juga meningkat, dengan peserta DPT berasal dari berbagai negara seperti Indonesia, Singapura, India, Korea Selatan, Tiongkok, Jepang, hingga Prancis. Keberagaman ini memperkaya Key Strategy dengan variasi teknologi, skema pembiayaan, dan model kerja sama yang lebih beragam, memperkuat keberlanjutan proyek.
Keterlibatan Sektor Nasional dan Regulasi Pendukung
Kehadiran perusahaan lintas negara dianggap membuka peluang adanya variasi teknologi, skema pembiayaan, dan model kerja sama yang lebih beragam dalam proyek PSEL. Sementara itu, keterlibatan pelaku usaha lokal tetap menjadi sorotan. Terdapat 16 perusahaan nasional yang tergabung dalam konsorsium DPT gelombang kedua, menunjukkan komitmen sektor dalam negeri untuk mengembangkan Key Strategy secara mandiri.
Langkah ini mencerminkan kesiapan industri dalam negeri untuk memainkan peran lebih signifikan dalam pembangunan infrastruktur pengolahan sampah berskala besar. Fadli menjelaskan, hal tersebut sesuai dengan amanat Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025 yang menekankan keterlibatan sektor nasional dalam proyek pengelolaan sampah. Key Strategy ini diharapkan menjadi pilar dalam mewujudkan ekonomi sirkular, mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil, dan menciptakan lapangan kerja baru.
Persiapan Tahap Selanjutnya dan Proses Pemilihan
Dalam tahap berikutnya, DIM akan menerbitkan Terms of Reference (ToR) kepada peserta yang lolos seleksi DPT. Jadwal serta prosedur lanjutan akan diumumkan melalui pemberitahuan terpisah. Proses ini dirancang untuk memastikan Key Strategy tercapai dengan efisiensi dan efektivitas, serta meminimalkan risiko keterlambatan atau kesalahan dalam pelaksanaan.
Proyek sampah jadi listrik ini tidak hanya menjadi solusi untuk mengurangi volume sampah, tetapi juga menjadi peluang investasi besar dalam sektor energi terbarukan. Dengan keberhasilan seleksi DPT, pemerintah dan DIM kini fokus pada penguatan kerangka kerja sama yang lebih jangka panjang, dengan peran Key Strategy sebagai jembatan antara inovasi teknologi dan kebijakan nasional.
Para investor yang lolos seleksi akan memperkuat kapasitas pengolahan sampah di daerah-daerah prioritas, seperti kota-kota besar yang menghadapi tekanan lingkungan tinggi. Proyek ini juga diharapkan menjadi contoh nyata bagaimana Key Strategy dapat diterapkan dalam perencanaan infrastruktur, sekaligus mendorong kolaborasi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat.
