Skip to content
Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
News

Rektor Yarsi Soroti Belum Jelasnya Standar Kampus Ramah Disabilitas

beritaterbaik - beritaterbaik.com 4 mins read

Ratna Sitompul, sebagai rektor Universitas Yarsi, secara terbuka menyampaikan keprihatinannya mengenai belum adanya kejelasan standar nasional yang mengatur

Rektor Yarsi Soroti Belum Jelasnya Standar Kampus Ramah Disabilitas: Tantangan dan Solusi Inklusif

Beritaterbaik.com – Ratna Sitompul, sebagai rektor Universitas Yarsi, secara terbuka menyampaikan keprihatinannya mengenai belum adanya kejelasan standar nasional yang mengatur penerimaan dan pelayanan terhadap penyandang disabilitas di seluruh perguruan tinggi Indonesia. Menurut beliau, pedoman nasional yang komprehensif sangat krusial guna memberikan arah yang tegas dan terukur bagi setiap kampus dalam menyiapkan sarana dan prasarana yang memadai.

Pernyataan penting tersebut diutarakan Ratna pada Kamis, 13 Agustus 2026, saat mengikuti kegiatan Pelatihan Strategi Pelayanan Prima yang Ramah Keberagaman Individu bagi Tenaga Kependidikan (Tendik) di kampus Universitas Yarsi. Acara ini menjadi momentum penting bagi universitas untuk mengevaluasi kembali komitmen inklusifnya terhadap masyarakat disabilitas.

Ratna mengakui bahwa hingga saat ini ia belum sepenuhnya yakin apakah pemerintah pusat telah menetapkan acuan resmi yang jelas bagi perguruan tinggi dalam melayani kelompok disabilitas. Ketidakjelasan ini menciptakan ketidakpastian bagi banyak institusi pendidikan tinggi dalam merancang program layanan yang optimal.

“Sebetulnya yang saya belum tahu itu adalah apakah pemerintah mempunyai standar. Mempunyai standar untuk mengatakan kita bisa menerima disabilitas. Atau diizinkan untuk menerima disabilitas,” ungkap Ratna dengan tegas.

Upaya Inklusif Berbasis Komitmen Internal dan Kolaborasi

Kendati demikian, Universitas Yarsi tetap berkomitmen menjalankan layanan inklusif melalui kebijakan internal yang kuat. Salah satu langkah konkret yang diambil adalah melibatkan dosen yang memiliki disabilitas untuk memberikan masukan mengenai kebutuhan fasilitas yang seharusnya tersedia di lingkungan kampus. Pendekatan ini memastikan bahwa suara mereka yang langsung merasakan kebutuhan menjadi bagian dari proses pengambilan keputusan.

“Kita menyelenggarakan karena kita berkomitmen. Kita ingin salah satu dari staf pengajar kita punya disabilitas. Jadi dia tahu apa yang dia butuhkan sebetulnya. Sehingga itu yang kita sediakan. Mungkin beliau juga pasti membaca literatur, melihat ke universitas-universitas lain bagaimana itu harus diselenggarakan,” jelas Ratna.

Menurut Ratna, standar nasional tidak sekadar menjadi pedoman operasional bagi perguruan tinggi, melainkan juga dapat dijadikan landasan untuk memberikan sertifikasi kepada kampus yang telah memenuhi kriteria tertentu. Sertifikasi ini diyakini akan memberikan kepastian bagi penyandang disabilitas mengenai mutu layanan yang ditawarkan oleh setiap institusi pendidikan.

“Tapi akan sangat bagus kalau ada standarnya. Kalau ada standarnya dan itu tercapai, kita boleh dong diberikan tersertifikasi untuk disabilitas. Sehingga disabilitas juga paham. Jadi kita perlu standar,” tambah Ratna.

Pelatihan Terukur dan Dampak Nasional yang Lebih Luas

Selain aspek fasilitas fisik, Ratna menilai bahwa tenaga kependidikan juga memerlukan pelatihan yang terukur dan berkelanjutan. Idealnya, materi pelatihan tersebut mengacu pada standar yang berlaku baik di tingkat nasional maupun internasional. Selama ini, Yarsi telah berupaya memberikan pelayanan inklusif berdasarkan referensi yang dikembangkan secara mandiri. Namun, kehadiran standar resmi dinilai akan membuat upaya tersebut lebih terarah dan mudah diadopsi secara luas oleh berbagai institusi pendidikan di seluruh Indonesia.

Ratna berharap pengalaman yang telah diraih Universitas Yarsi dapat menjadi masukan berharga bagi pemerintah dalam merumuskan standar pelayanan disabilitas di perguruan tinggi. Tujuannya agar pendidikan inklusif tidak hanya tumbuh di kampus-kampus tertentu di Jakarta, tetapi juga merambah ke berbagai daerah di Indonesia. Dengan adanya standar yang jelas, setiap perguruan tinggi dapat mengukur kemajuan mereka dalam mewujudkan kampus ramah disabilitas secara objektif.

Lebih lanjut, Ratna menekankan bahwa standar nasional akan membantu mengurangi disparitas layanan antar kampus. Saat ini, banyak perguruan tinggi yang masih bekerja tanpa acuan yang jelas, sehingga kualitas layanan kepada penyandang disabilitas bisa sangat bervariasi. Dengan standar yang terukur, pemerintah dapat melakukan monitoring dan evaluasi yang lebih efektif terhadap implementasi pendidikan inklusif di seluruh negeri.

Universitas Yarsi juga berencana untuk terus memperluas program pelatihan bagi tenaga kependidikan mereka. Program ini akan mencakup aspek-aspek penting seperti aksesibilitas fisik, komunikasi yang efektif, serta pemahaman tentang berbagai jenis disabilitas. Melalui pendekatan holistik ini, Yarsi berharap dapat menjadi model bagi perguruan tinggi lain dalam mewujudkan kampus yang benar-benar ramah bagi semua kalangan.

FAQ: Standar Kampus Ramah Disabilitas

Apa itu standar kampus ramah disabilitas? Standar kampus ramah disabilitas adalah pedoman nasional yang mengatur persyaratan sarana, prasarana, dan layanan yang harus dipenuhi oleh perguruan tinggi untuk melayani penyandang disabilitas secara optimal.

Mengapa standar nasional penting bagi perguruan tinggi? Standar nasional memberikan kepastian hukum dan operasional bagi kampus dalam merancang program layanan inklusif, serta menjadi dasar untuk sertifikasi kampus ramah disabilitas.

Bagaimana Universitas Yarsi menerapkan layanan inklusif? Yarsi melibatkan dosen disabilitas dalam pengambilan keputusan, menyediakan fasilitas sesuai kebutuhan, dan melakukan pelatihan berkelanjutan bagi tenaga kependidikan.

Kapan pernyataan rektor Yarsi tentang standar disabilitas disampaikan? Pernyataan tersebut disampaikan pada Kamis, 13 Agustus 2026, dalam kegiatan pelatihan strategi pelayanan prima bagi tendik.

Apa manfaat sertifikasi kampus ramah disabilitas? Sertifikasi memberikan kepastian bagi penyandang disabilitas mengenai mutu layanan yang ditawarkan dan membantu membandingkan kualitas layanan antar perguruan tinggi.

Gabung diskusi