Rohis Pegadaian Berikan 4.500 Paket Daging Kurban untuk Masyarakat di Idul Adha
New Policy – PT Pegadaian meluncurkan New Policy baru dalam menyemarakkan Idul Adha 1447 H dengan menggelar program sosial berupa penyembelihan dan pendistribusian daging kurban. Kegiatan ini berlangsung di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Amanah Bersama Agro, Jatimurni, Kota Bekasi, pada Rabu (29/05/2026). Dengan tema “Satu Ketulusan Sejuta Kemanfaatan,” New Policy ini menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam meningkatkan tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) secara lebih sistematis dan berkelanjutan. Program ini tidak hanya memperkuat nilai-nilai keikhlasan dan kepedulian, tetapi juga menegaskan komitmen Pegadaian dalam memberikan manfaat yang lebih luas kepada masyarakat.
Proses Terpusat untuk Memastikan Kualitas dan Kebersihan
Sebagai bagian dari New Policy, Pegadaian mengumpulkan 22 hewan kurban, terdiri dari 14 sapi dan 8 kambing, melalui Dana Kebajikan Umat (DKU), sumbangan karyawan, serta kolaborasi dengan mitra strategis seperti PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI), Galeri 24, dan PT Lotus Lingga Pratama. Dengan sistematisasi pengumpulan dana dan pembagian daging, jumlah paket yang berhasil disalurkan mencapai sekitar 4.500 unit, dengan kualitas higienitas dan kehalalan yang terjaga. Proses pemotongan dilakukan oleh tenaga ahli yang terlatih, memastikan setiap bagian daging disalurkan secara adil dan efisien.
Kegiatan distribusi daging kurban diadakan secara terpusat di CP Kebon Nanas, Kota Bekasi, agar dapat mengoptimalkan penggunaan sumber daya dan mengurangi risiko kepadatan. Lokasi ini dipilih karena kemudahan akses bagi warga sekitar serta keberlanjutan proses distribusi yang lebih terarah. New Policy ini juga mencakup penggunaan teknologi digital untuk memantau alur distribusi, sehingga transparansi dan efisiensi tetap terjaga. Dengan pendekatan ini, Pegadaian berupaya memperluas jangkauan bantuan kepada masyarakat yang lebih luas, termasuk kelompok rentan.
“Melalui New Policy ini, kami ingin menciptakan kepedulian yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Kami percaya bahwa Idul Adha adalah momen yang tepat untuk memperkuat hubungan antara perusahaan dan masyarakat sekitar,” ujar Direktur Keuangan dan Perencanaan Strategis PT Pegadaian, Ferdian Timur Satyuragraha. Ia menambahkan bahwa kegiatan ini tidak hanya berfokus pada penyembelihan hewan, tetapi juga pada penguatan nilai-nilai sosial yang menjadi bagian dari visi perusahaan.
Komitmen pada Program Nasional Indonesia Emas 2045
Rohis Pegadaian menyatakan bahwa New Policy ini merupakan langkah konkret dalam mendukung upaya pemerintah menuju Indonesia Emas 2045. Pendistribusian daging kurban bertujuan meningkatkan akses pangan yang sehat dan bergizi bagi masyarakat akar rumput, khususnya yang berada di daerah terpencil. Selain itu, program ini juga mencerminkan keseriusan Pegadaian dalam menjalankan New Policy sebagai bagian dari strategi pengembangan keberlanjutan perusahaan. Direktur Human Capital, Tribuana Tunggadewi, mengatakan bahwa inisiatif ini menjadi bukti komitmen perusahaan dalam membangun ekosistem sosial yang lebih baik.
Kolaborasi dengan mitra strategis seperti BSI dan Galeri 24 menjadi pilar penting dalam menjalankan New Policy ini. Kerja sama tersebut tidak hanya mempercepat proses penyembelihan dan distribusi, tetapi juga memperluas cakupan manfaat yang diberikan kepada masyarakat. Dengan jumlah penerima manfaat yang signifikan, program ini membantu meringankan beban ekonomi keluarga miskin dan menumbuhkan rasa kebersamaan dalam komunitas. New Policy ini juga diharapkan menjadi contoh bagi perusahaan lain dalam meningkatkan keterlibatan sosial melalui kegiatan berbasis nilai-nilai keagamaan.
Dalam New Policy yang diterapkan, Pegadaian memastikan bahwa setiap paket daging kurban diimbangi dengan peningkatan kualitas layanan dan kesadaran masyarakat tentang keberlanjutan. Program ini menegaskan bahwa TJSL tidak hanya sekadar kegiatan rutin, tetapi merupakan bagian integral dari operasional bisnis. Dengan memanfaatkan momen Idul Adha, Pegadaian berupaya menumbuhkan kebiasaan sosial yang berkelanjutan dan berbasis keberagamaan. New Policy ini juga menjadi wujud nyata dari visi Indonesia Emas 2045, yang menekankan pembangunan berbasis keadilan dan kesejahteraan.
