New Policy: Suhardi Jadi Agen BRILink untuk Mudahkan Transaksi Masyarakat
New Policy – Dalam rangka menghadirkan new policy yang lebih inklusif, BRILink kini memperluas jaringan agen di berbagai wilayah Indonesia. Salah satu contoh nyata adalah Suhardi, pemilik toko kecil di Jalan Gatak, Tamantirto, Kasihan, Bantul, Yogyakarta. Sejak sebelum pandemi, ia menjadi agen BRILink yang membantu masyarakat mempermudah transaksi keuangan sehari-hari. New policy ini tidak hanya meningkatkan akses layanan digital, tetapi juga memperkuat peran ritel tradisional dalam ekosistem pembayaran modern.
Transisi ke Era Digital
Toko Suhardi, yang berdiri sejak tahun 2004, sempat mengalami perubahan drastis seiring berkembangnya kawasan sekitarnya. Dulu, ia menjadi satu-satunya pilihan belanja di lingkungan yang masih sepi. Namun, kini dengan new policy BRILink, toko ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat belanja, tetapi juga sebagai titik jual layanan pembayaran digital. “Saya kebetulan dihubungi oleh seorang pelanggan galon, alumni UMY yang bekerja di Bank Rakyat Indonesia. Maka, dia nawarin, Pak, mbok saya dibantu, bapak besok masuk di BRILink,” cerita Suhardi.
Kehadiran BRILink sebagai bagian dari new policy ini memberikan peluang baru bagi usaha kecil. Dengan menggunakan EDC (Electronic Data Capture), Suhardi bisa menangani transaksi antarbank, pulsa listrik, token, telpon, hingga pembayaran online seperti Shopee, Gopay, Dana. “Kan berkembang, ada tarik, ada pulsa listrik, token, telpon, dan berbagai jasa lainnya. Sekarang ada Shopee, Gopay, Dana, semua transaksi keuangan bisa dilakukan,” tambahnya.
Manfaat yang Luas
Menurut Suhardi, new policy BRILink membawa dampak signifikan bagi masyarakat sekitar. Layanan ini tidak hanya mempercepat proses pembayaran, tetapi juga mengurangi ketergantungan pada uang tunai. “Saya dibayari dulu, lalu ditalangi. Kalau sudah ada duit, baru dibayar. Itu yang struk-struk itu,” jelasnya. Bantuan ini tidak dibatasi waktu, bahkan terjadi sepanjang bulan.
Kehadiran BRILink juga memudahkan transaksi di jam malam hingga dini hari. Suhardi kerap menerima permintaan dari tetangga untuk transfer atau tarik tunai. “Waktu sudah sore, misalnya, ada yang telepon, masih buka gak, ini mau minta tolong transfer. Tadi, pedagang sapi mau bayar ke Madura,” ceritanya. Dengan new policy ini, transaksi keuangan bisa dilakukan kapan saja, tanpa batasan waktu.
Toko Suhardi buka mulai pukul 06.00 WIB hingga 21.00 WIB. Namun, ada kali ia membuka layanan sebelum subuh melalui pesan WhatsApp. Meski keuntungannya tidak terlalu besar, ia merasa menjadi agen BRILink cukup membantu menambah penghasilan sekaligus memudahkan masyarakat dalam berbagai kebutuhan keuangan. “Dengan new policy ini, masyarakat bisa akses layanan digital secara cepat dan praktis,” katanya.
Kebijakan yang Mengubah Pola
Perkembangan new policy BRILink menunjukkan pergeseran pola konsumsi masyarakat. Banyak pelanggan yang sebelumnya memilih belanja ke toko Suhardi karena jarak satu kilometer, kini lebih memilih transaksi melalui BRILink. “Dulu, saya satu-satunya warung di sini. Jadi, radius satu kilometer belanjanya ke sini,” ungkap Suhardi. Kini, jangkauan transaksi bisa melampaui batas geografis, dengan dukungan teknologi yang semakin mudah dipahami.
Manfaat new policy ini tidak hanya terbatas pada transaksi ritel. Suhardi menyebutkan bahwa BRILink menjadi pilihan utama bagi pengguna layanan digital. “Toko ini bisa jadi titik transaksi, baik untuk belanja maupun transfer. Jadi, masyarakat lebih mudah menyelesaikan kebutuhan keuangan,” katanya. Dengan new policy BRILink, penggunaan uang tunai berkurang, sementara akses ke pembayaran digital meningkat drastis.
Seiring dengan new policy BRILink, BRILink terus berinovasi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Suhardi menilai bahwa peran agen seperti dirinya sangat vital dalam mempercepat adopsi layanan digital. “Toko kecil bisa menjadi penghubung antara masyarakat dan teknologi. Jadi, new policy ini membuat transaksi lebih nyaman, murah, dan cepat,” katanya. Dengan new policy ini, BRILink menunjukkan komitmen untuk meningkatkan kualitas layanan dan menjangkau lebih banyak kalangan.
