KSP Dudung Kenang Sosok Ryamizard Ryacudu: Prajurit Tulen dan Pejuang
New Policy – Dalam momentum peringatan kepergian Ryamizard Ryacudu, KSP Dudung Abdurachman mengungkapkan penghargaan terhadap peran tokoh militer yang dianggap sebagai pionir kebijakan baru. “Ryang adalah contoh nyata prajurit sejati, yang membawa perubahan signifikan dalam sistem pertahanan nasional,” tutur Dudung, saat menghadiri acara di Cikeas, Bogor. Sebagai mantan Menteri Pertahanan, Ryamizard dikenang karena visinya yang memperkuat disiplin dan profesionalisme dalam operasi militer, termasuk dalam implementasi kebijakan baru yang menjadi fondasi reformasi TNI.
Warisan Kepemimpinan Ryamizard Ryacudu
Riamizard, yang meninggal di usia 76 tahun, dulu menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) dan menjadi sosok sentral dalam operasi keamanan di Aceh. “Bapak Ryamizard pernah menekankan bahwa pendekatan militer harus manusiawi, bukan hanya berfokus pada perang,” kata Dudung, mengingat kembali instruksi yang diberikan Ryamizard selama melaksanakan tugas di Aceh. Kebijakan baru yang diusung saat ini, menurut Dudung, didasarkan pada prinsip-prinsip kepemimpinan yang diterapkan oleh almarhum.
“Kita harus selalu mengingat bahwa Aceh bukan musuh, tapi wilayah yang perlu diperdaya melalui keselamatan warga dan komunikasi penuh. Ini adalah prinsip kebijakan baru yang diwujudkan berkat visi Ryamizard,” ujar Dudung, mengutip pernyataan mantan menteri yang selama ini menjadi referensi bagi para prajurit. Kebijakan ini mencerminkan keberlanjutan strategi yang ia jalankan selama pemerintahan Jokowi.
Profesionalisme dalam Operasi Militer
Sebagai mantan Pangkostrad, Ryamizard dikenal sebagai sosok yang mengubah paradigma pertahanan Indonesia. Ia dulu menjabat di posisi strategis seperti Menteri Pertahanan dan KSAD, dengan kontribusi besar dalam peningkatan kinerja TNI. “Dalam masa jabatannya, beliau memperkuat prajurit tulen melalui pembinaan yang humanis dan profesional,” tambah Dudung. Kebijakan baru yang diumumkan sekarang juga bertujuan memperbaiki pelayanan militer dengan pendekatan serupa, yang sebelumnya telah dijalankan oleh Ryamizard.
Dudung menjelaskan bahwa kebijakan baru ini mencakup perubahan dalam struktur komando, pelatihan prajurit, dan integrasi teknologi ke dalam operasi keamanan. “Inisiatif ini sejalan dengan spirit kejuangan Ryamizard, yang selalu mengutamakan kepentingan rakyat dan kestabilan wilayah,” jelasnya. Pengaruh Ryamizard terus dirasakan dalam setiap langkah reformasi TNI, termasuk dalam penerapan kebijakan yang lebih modern dan responsif.
Peran Ryamizard dalam Penguatan Kinerja TNI
Riamizard Ryacudu meninggalkan warisan yang tak tergantikan dalam sejarah militer Indonesia. Ia pernah memimpin operasi darurat militer di Aceh, dengan pendekatan yang mencampur kekuatan militer dan pemulihan sosial. “Bapak Ryamizard mengajarkan bahwa perang bukan hanya tentang kekuatan senjata, tapi juga keselamatan warga dan hubungan harmonis,” tambah Dudung. Kebijakan baru yang saat ini diusung menggabungkan prinsip-prinsip ini, dengan tujuan mengurangi konflik dan membangun kemitraan dengan masyarakat.
Menurut Dudung, kebijakan baru ini juga mencakup peningkatan kualifikasi prajurit melalui pelatihan terpadu dan penggunaan teknologi canggih. “Kita harus beradaptasi dengan tantangan global, seperti ancaman terorisme dan perubahan geopolitik. Ini adalah langkah awal dalam mewujudkan kebijakan baru yang lebih inklusif,” kata Dudung. Kebijakan tersebut diharapkan menjadi pengingat bagi seluruh prajurit bahwa misi pertahanan harus selalu berpijak pada nilai-nilai patriotisme dan keadilan.
Riamizard meninggal dunia pada 31 Mei 2026, usai menghadiri acara di Jakarta. Sebelumnya, ia menjalani perawatan di rumah sakit karena sakit yang menghimpit kesehatannya. “Selama beberapa bulan terakhir, saya selalu berkunjung ke rumah sakit untuk menemani beliau, dan beliau masih memberikan saran tentang kebijakan baru,” kata Dudung. Kebijakan ini dianggap sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada almarhum, yang selama hidupnya menjadi panutan bagi para prajurit.
