ITB Umumkan New Policy: Tindak Lanjut Dugaan Manipulasi Riset Alumni di Forum Internasional
New Policy – ITB (Institut Teknologi Bandung) resmi meluncurkan New Policy sebagai respons terhadap dugaan manipulasi riset yang dilakukan dua mantan mahasiswa program magister, Prihantini dan Rifaldy Putra, dalam sebuah konferensi internasional. Kebocoran informasi ini terjadi setelah mereka dipertanyakan atas data yang diduga tidak akurat, memicu reaksi cepat dari kampus dan menarik perhatian publik di media sosial. New Policy ini dirancang untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas akademik, serta mencegah penipuan ilmiah yang melibatkan alumni.
Kebijakan Baru untuk Penguatan Etika Akademik
Kebijakan baru ini diterapkan setelah tindakan Prihantini dan Rifaldy Putra dalam konferensi internasional di Kopenhagen, Denmark, pada 17 hingga 21 Mei 2026, menjadi sorotan. Aep Patah, dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) ITB, mengungkapkan bahwa New Policy bertujuan mengawasi seluruh proses riset yang melibatkan alumni, baik di dalam maupun di luar lingkungan kampus. “New Policy ini memberikan kerangka kerja yang lebih jelas untuk memastikan data yang disampaikan selalu sesuai dengan standar akademik,” ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (28/5/2026).
Menurut Aep, New Policy mencakup tiga komponen utama: verifikasi data oleh tim internal sebelum presentasi, pelatihan etika riset untuk alumni, dan mekanisme pelaporan langsung kepada otoritas akademik. Dengan adanya kebijakan ini, ITB berkomitmen untuk menjaga reputasi akademik dan menghindari dugaan kesalahan yang bisa merusak kepercayaan masyarakat. “New Policy bukan sekadar tindakan pencegah, tetapi juga peningkatan kualitas riset yang dihasilkan oleh alumni,” tambahnya.
Dugaan manipulasi riset yang menimpa Prihantini dan Rifaldy Putra menimbulkan kontroversi publik, terutama setelah data mereka dipublikasikan di berbagai platform media sosial. Kedua alumni tersebut diduga mengubah hasil eksperimen dan memasukkan data yang tidak sesuai dengan fakta untuk meningkatkan kredibilitas penelitian. Aep menjelaskan bahwa meskipun materi yang mereka presentasikan tidak langsung berkaitan dengan tesis, ITB tetap menilai kasus ini serius dan memerlukan investigasi mendalam.
Proses Investigasi dan Langkah Tindak Lanjut
Sebagai bagian dari New Policy, ITB telah mempercepat proses investigasi terhadap dua alumni tersebut. Tim internal kampus bersama dengan lembaga penelitian nasional melakukan audit menyeluruh terhadap data yang dipresentasikan dalam konferensi internasional. “Kami ingin memastikan bahwa seluruh laporan riset yang muncul di forum global tetap sesuai dengan prinsip ilmiah,” kata Aep. Selain itu, kampus juga menegaskan akan memberikan sanksi tegas jika terbukti adanya pelanggaran.
Proses investigasi ini tidak hanya melibatkan tim internal, tetapi juga melibatkan kolaborasi dengan pihak penyelenggara konferensi. ITB berharap melalui New Policy, transparansi dan kejujuran dalam riset bisa dipertahankan, bahkan di luar lingkungan kampus. “New Policy akan menjadi panduan untuk seluruh alumni yang ingin mempublikasikan riset mereka di platform internasional,” ujarnya. Kebijakan ini diharapkan juga bisa memperkuat kolaborasi antara institusi pendidikan tinggi dan komunitas akademik global.
Aep menegaskan bahwa New Policy tidak hanya berlaku untuk kasus ini, tetapi juga akan menjadi standar untuk semua riset yang dilakukan alumni ITB di masa depan. “Kami ingin memastikan bahwa setiap riset yang diangkat oleh alumni selalu dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan etika akademik yang berlaku,” tuturnya. Langkah ini sejalan dengan komitmen ITB untuk mendorong kualitas pendidikan dan keunggulan riset di tingkat nasional serta internasional.
Dalam keterangan resmi, ITB juga menyatakan dukungan penuh terhadap proses hukum yang dilakukan jika dugaan manipulasi riset tersebut terbukti. “New Policy ini tidak hanya mengenai tindak lanjut internal, tetapi juga memberikan kebebasan kepada alumni untuk mengambil langkah hukum jika dibutuhkan,” jelas Aep. Pihak kampus berharap kebijakan ini bisa menjadi langkah preventif dan peningkatan kualitas riset yang dihasilkan oleh para lulusan.
Kasus ini menjadi bahan pembelajaran bagi ITB dalam memperkuat pengawasan terhadap riset alumni. Dengan New Policy, kampus memastikan bahwa seluruh proses akademik tetap dijaga kejujuran dan akuntabilitasnya. “Kami percaya bahwa New Policy ini akan menjadi jaminan bagi masyarakat dan akademisi bahwa setiap riset yang dihasilkan oleh alumni ITB tetap layak dipercaya,” pungkas Aep. Langkah ini juga menunjukkan komitmen ITB untuk terus berinovasi dalam mengatasi masalah akademik yang mungkin muncul di luar lingkungan kampus.
