Inovasi Warga Gandaria Jaksel: Alat Sampah Plastik Berbasis New Policy
New Policy – Dalam rangka mendorong pengelolaan sampah yang lebih efektif, warga Gandaria Utara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, tengah menggandeng New Policy untuk mengembangkan alat pengolahan sampah plastik yang memiliki nilai ekonomi. Tujuan utamanya adalah mengubah sampah menjadi sumber penghasilan, sekaligus mengurangi dampak lingkungan dari limbah plastik yang sering kali menjadi masalah.
Menumbuhkan Kesadaran Ekonomi dari Sampah
Imam Basori, Ketua RT 11 RW 07 Gandaria Utara, menjelaskan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari New Policy yang ingin mengintegrasikan nilai ekonomi dalam kegiatan daur ulang. “Kita ingin membuat pengolahan sampah lebih menarik agar masyarakat lebih antusias, yang pada akhirnya bisa menghasilkan manfaat ekonomi,” ujarnya saat wawancara di Jakarta, Rabu. Alat yang dikembangkan bertujuan memudahkan proses menghancurkan plastik menjadi bahan yang bisa digunakan kembali.
Proses daur ulang sampah plastik membutuhkan keahlian teknis dan peralatan yang tepat. Untuk itu, warga Gandaria Utara menggandeng New Policy dalam menyiapkan alat bernama “Smart Geprek,” yang menggabungkan teknologi sederhana seperti dinamo dan gearbox. “Dengan mesin ini, warga tidak perlu repot-repot menghancurkan plastik secara manual,” tambah Imam, menegaskan bahwa alat tersebut mampu meningkatkan efisiensi dan mengurangi ketergantungan pada tenaga manusia.
Optimalkan Sistem Pengolahan Sampah
New Policy menekankan bahwa inovasi ini bertujuan mengubah kebiasaan membuang sampah menjadi aktivitas bernilai. “Kita harapkan alat pengolahan sampah ini bisa menjadi percontohan bagi wilayah lain di Jakarta,” kata Imam. Program ini tidak hanya fokus pada pengumpulan, tetapi juga pada transformasi sampah menjadi produk bernilai ekonomi. Dengan kolaborasi antara warga, pengepul, dan instansi lingkungan, limbah plastik bisa diubah menjadi bahan baku untuk kebutuhan sehari-hari.
Salah satu langkah New Policy adalah mengurangi waktu pengolahan sampah dapur dari 28 hari menjadi satu hari. Dengan teknik baru, proses pengeringan bisa selesai lebih cepat, memungkinkan warga lebih mudah mengelola limbah di rumah. “Dengan sistem ini, sampah plastik bisa diubah menjadi barang berharga, seperti bahan baku untuk produk daur ulang,” jelas Imam, menyoroti dampak positif yang diharapkan dari inisiatif ini.
Imam Basori menambahkan bahwa alat Smart Geprek yang sedang dikembangkan merupakan bagian dari New Policy yang ingin menciptakan sistem daur ulang yang ramah lingkungan. “Alat ini dirancang agar proses penghancuran sampah lebih efisien dan ekonomis,” ujarnya. Pemerintah DKI Jakarta telah menetapkan berbagai kebijakan pengelolaan sampah, tetapi New Policy menawarkan pendekatan yang lebih praktis dan melibatkan masyarakat secara aktif.
“Dengan adanya alat ini, warga bisa lebih proaktif dalam mengelola sampah, sekaligus memperoleh keuntungan ekonomi,” tambah Imam. Ia menekankan bahwa New Policy tidak hanya sekadar mengurangi volume sampah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir, tetapi juga memberikan peluang usaha baru bagi warga sekitar. “Sampah yang biasanya dianggap sebagai masalah kini bisa menjadi sumber pendapatan,” imbuhnya.
