Sambangi Pulau Miangas, Presiden Prabowo Pastikan Layanan Kesehatan Maksimal di Daerah Terluar
Meeting Results – Jakarta, Liputan6.com – Presiden Joko Widodo, atau lebih dikenal sebagai Presiden Prabowo Subianto, memberikan perhatian khusus dan berkomitmen untuk memastikan akses layanan kesehatan optimal bagi masyarakat, termasuk di wilayah terpencil Indonesia. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengungkapkan, Presiden langsung mengunjungi Puskesmas Miangas di Pulau Miangas, Sulawesi Utara, setelah mendarat pada Sabtu pagi (9/5/2026). Tempat tersebut, yang terletak di ujung utara Indonesia dan berbatasan langsung dengan Filipina, menjadi pusat perhatian dalam upaya pemerintah meningkatkan kualitas layanan medis di daerah terluar.
Dalam kunjungan tersebut, Presiden melakukan pertemuan dengan para petugas kesehatan untuk mendiskusikan berbagai kebutuhan yang diperlukan agar pelayanan kesehatan dapat berjalan secara maksimal. Teddy menyatakan, “Dalam peninjauan tersebut, Bapak Presiden berdiskusi dengan para tenaga kesehatan mengenai berbagai kebutuhan layanan kesehatan agar masyarakat di pulau terluar tersebut dapat memperoleh pelayanan yang maksimal.” Keterangan ini disampaikan Teddy dari Jakarta, Sabtu (9/5/2026), melalui Antara.
Pulau Miangas, yang merupakan wilayah terluar Indonesia, memiliki tantangan tersendiri dalam hal akses ke layanan kesehatan. Kebutuhan masyarakat di sana sangat tergantung pada fasilitas kesehatan yang telah beroperasi selama puluhan tahun tanpa perbaikan signifikan. Setelah mendengarkan laporan dari para tenaga medis, Presiden memutuskan untuk segera melakukan renovasi di Puskesmas tersebut. “Selain itu, pemerintah juga akan menyediakan mobil ambulans, menambah jumlah dokter dan perawat, serta memberikan dukungan tunjangan profesi bagi petugas kesehatan yang bertugas di sana,” tambah Teddy.
Kunjungan Presiden Prabowo ke Miangas tidak hanya fokus pada fasilitas kesehatan, tetapi juga menyentuh kebutuhan mendasar masyarakat. Salah satu momen yang menarik adalah saat Presiden menyapa seorang ibu hamil yang sedang menjalani pemeriksaan di Puskesmas. Ini menunjukkan perhatian pemerintah terhadap kesehatan ibu dan anak, yang seringkali menjadi prioritas utama di daerah terpencil.
Kebutuhan yang Didengar Langsung oleh Presiden
Kepala Puskesmas Miangas, dr. Cefrilia Pesik, menyampaikan bahwa kunjungan Presiden menjadi momentum penting bagi petugas kesehatan untuk mengungkapkan kondisi dan kebutuhan layanan di wilayah perbatasan. “Ada beberapa hal yang sudah didengar oleh Bapak Presiden, mencakup kondisi Puskesmas dan apa yang dibutuhkan di sini. Mudah-mudahan Bapak Presiden dan Bapak Menteri Kesehatan dapat memenuhi permintaan kami,” ujar dr. Cefrilia dalam wawancara via telepon dari Jakarta.
“Dalam peninjauan tersebut, Bapak Presiden berdiskusi dengan para tenaga kesehatan mengenai berbagai kebutuhan layanan kesehatan agar masyarakat di pulau terluar tersebut dapat memperoleh pelayanan yang maksimal,” ujar Teddy yang dikonfirmasi dari Jakarta, Sabtu (9/5/2026).
Puskesmas Miangas adalah satu-satunya fasilitas kesehatan utama yang melayani seluruh masyarakat di wilayah kepulauan tersebut. Oleh karena itu, semua kebutuhan pelayanan harus segera direalisasikan untuk memastikan keberlanjutan kesehatan masyarakat. Menkes Budi Gunadi Sadikin, yang turut serta dalam kunjungan, diberi instruksi langsung untuk mempercepat pelaksanaan program peningkatan kualitas layanan kesehatan di sana.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mendapat arahan khusus untuk memastikan implementasi kebijakan tersebut berjalan efektif. “Kunjungan ini menjadi kesempatan untuk mengecek langsung kondisi Puskesmas dan memastikan perbaikan dilakukan secepat mungkin,” katanya.
Tantangan yang Dihadapi Tenaga Kesehatan
Sementara itu, Albert Nusa, seorang perawat yang telah bertugas di Miangas selama 35 tahun, menjelaskan bahwa meskipun pelayanan kesehatan di wilayah tersebut berjalan baik, masih ada tantangan yang menghambat. “Jika ada pasien darurat, kami harus menangani di tempat. Jika itu memerlukan tindakan rumah sakit, maka fasilitas rujukan menjadi kunci. Namun, kapal rujukan hanya datang setiap satu minggu sekali, sehingga risiko kegawatdaruratan semakin tinggi,” ujar Albert.
“Meski menghadapi berbagai keterbatasan, tenaga kesehatan di Pulau Miangas tetap berupaya memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” tandas Albert.
Menurut Albert, fasilitas pendukung seperti ambulans dan penyimpanan vaksin juga menjadi kebutuhan utama. “Kami membutuhkan mobil ambulans untuk mengantarkan pasien ke fasilitas yang lebih lengkap, serta tempat penyimpanan vaksin yang aman agar distribusi bisa berjalan optimal,” tambahnya.
Pulau Miangas, yang terletak di perairan utara Indonesia, seringkali menjadi titik perlintasan aktivitas ekonomi dan sosial. Namun, jarak yang jauh serta kondisi geografisnya yang sempit membuat akses ke layanan kesehatan menjadi kompleks. “Kondisi Puskesmas saat ini masih memadai, tetapi perlu diperkuat agar masyarakat dapat menikmati layanan yang lebih baik,” ujar dr. Cefrilia.
Dalam rangka mening