Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
News

Meeting Results: Kemensos Minta Bener Meriah Percepat Kesiapan Lahan Sekolah Rakyat

Joseph Thomas 3 mins read 1 views

Kemensos Minta Bener Meriah Percepat Kesiapan Lahan Sekolah Rakyat Meeting Results - Hasil rapat antara Kementerian Sosial (Kemensos) dan Pemerintah Kabupaten

Meeting Results: Kemensos Minta Bener Meriah Percepat Kesiapan Lahan Sekolah Rakyat

Kemensos Minta Bener Meriah Percepat Kesiapan Lahan Sekolah Rakyat

Meeting Results – Hasil rapat antara Kementerian Sosial (Kemensos) dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bener Meriah, Selasa (22/6/2026), menyoroti pentingnya percepatan kesiapan lahan untuk proyek Sekolah Rakyat. Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono mengingatkan bahwa kecepatan dalam penyelesaian persiapan lahan akan memastikan usulan Sekolah Rakyat dapat diproses dalam pembangunan tahun ini. Hal ini menjadi fokus utama hasil rapat yang bertujuan mengakselerasi realisasi program pendidikan inklusif di daerah yang terdampak bencana.

Progres Lahan dan Kendala Teknis

Pemkab Bener Meriah telah menyiapkan beberapa alternatif lahan setelah lokasi awal sebesar 5 hektare tidak memenuhi persyaratan teknis. Bupati Bener Meriah Armia menyampaikan bahwa persiapan lahan bukan menjadi hambatan utama, meskipun ada tantangan terkait pasokan listrik dan air. Ia menegaskan bahwa pihaknya telah mengajukan hibah lahan dari Kementerian Pertanian sebagai solusi untuk memenuhi kebutuhan proyek ini.

“Kita punya banyak alternatif, Pak. Jadi intinya, Pak, kalau masalah tanah, saya kira tidak ada persoalan. Masalah listrik dan air masih ada, tapi kita sudah minta hibah lahan dari Kementerian Pertanian,” ujar Armia.

Kemensos menilai persiapan lahan adalah langkah krusial dalam rangka mencapai hasil rapat yang optimal. Agus Jabo Priyono menekankan bahwa kecepatan penyelesaian persiapan lahan akan memungkinkan program Sekolah Rakyat untuk terus berjalan sesuai rencana. Ia juga menyebutkan bahwa waktu masih terbuka sebelum usulan diterima oleh Presiden, sehingga pihak daerah perlu lebih ambisius dalam menyelesaikan tugas tersebut.

“Yang penting cepat supaya bisa ikut. Mumpung usulan tahap tiga belum diteken Menteri Sosial, khawatir nanti setelah itu, kita nggak bisa ikuti lagi, Pak,” tambah Agus Jabo.

Peran Sekolah Rakyat dalam Pemulihan Bencana

Sekolah Rakyat di Bener Meriah menjadi bagian dari upaya pemulihan pasca-bencana yang terjadi beberapa bulan lalu. Program ini dirancang untuk menampung kebutuhan pendidikan anak-anak dari keluarga yang terdampak, serta memberikan akses pendidikan yang lebih baik. Dalam hasil rapat, dibahas bagaimana lahan yang siap akan memudahkan pembangunan fasilitas pendidikan yang memadai, termasuk ruang belajar, aula, dan sarana pendukung lainnya.

Perwakilan Sekretariat Bersama Sekolah Rakyat, Jauhari, mengatakan bahwa lahan dengan luas sekitar 7-8 hektare akan memperkuat perencanaan pendidikan yang lebih sistematis. “Kalau bisa lahannya rata, pasti lebih memudahkan, Pak. Sebab itu akan memungkinkan pembangunan yang lebih cepat dan terstruktur,” jelasnya. Hal ini menunjukkan bahwa kecepatan kesiapan lahan bukan hanya untuk menghindari keterlambatan, tetapi juga untuk menjaga kualitas pendidikan yang diberikan.

Kemensos juga menggarisbawahi bahwa usulan Sekolah Rakyat tetap menjadi prioritas dalam tahun ini, selama ada kejelasan tentang perpindahan lahan dari Pemkab. Agus Jabo Priyono menegaskan bahwa pihaknya akan terus mengejar koordinasi dengan berbagai instansi terkait, termasuk Pusat Data dan Informasi, untuk memastikan progres yang konsisten.

Kesiapan Bantuan untuk Korban Banjir

Hasil rapat tidak hanya fokus pada Sekolah Rakyat, tetapi juga menyoroti kesiapan bantuan bagi korban banjir. Pemkab Bener Meriah menekankan pentingnya distribusi bantuan yang tepat sasaran, termasuk santunan ahli waris, bantuan isi hunian, pemberdayaan ekonomi, dan jaminan hidup (jadup). Koordinasi antara Kemensos dan Pemkab menjadi langkah strategis untuk memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi secara efektif.

Dari data terkini, santunan ahli waris telah diberikan kepada 33 penerima dengan total Rp495 juta. Bantuan isi hunian mencapai 1.261 kepala keluarga senilai Rp3,78 miliar, sementara bantuan pemberdayaan ekonomi mencapai Rp6,3 miliar. Jadup tahap pertama telah mencakup 4.468 individu dengan total dana Rp2,01 miliar untuk satu bulan, dan pihak Kemensos sedang memproses penyaluran lanjutan untuk 3.417 orang dengan anggaran Rp3,07 miliar.

Armia menyampaikan apresiasinya terhadap bantuan yang diberikan Kemensos, yang berperan besar dalam pemulihan masyarakat Bener Meriah. Ia juga meminta dukungan akses data sosial ekonomi hingga tingkat desa untuk memperkuat pemutakhiran informasi penerima bantuan. “Kemarin ada beberapa perubahan data, jadi kita butuh koordinasi yang lebih terstruktur,” tambahnya.

Agus Jabo Priyono menegaskan bahwa Kemensos akan menindaklanjuti permintaan tersebut dengan mengoordinasikan langsung dengan Pusat Data dan Informasi. Ia menambahkan bahwa hasil rapat menjadi dasar untuk mengajukan usulan yang lebih komprehensif, terutama dalam konteks penyelesaian masalah lahan dan distribusi bantuan korban banjir.

Gabung diskusi