Main Agenda: Megawati dan Dubes India Bertemu di Menteng, Bercengkrama Saling Nostalgia Bahas Kemitraan
Main Agenda – Liputan6.com, Jakarta – Pertemuan antara Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri dengan Dubes India Sandeep Chakravorty di kediaman Megawati di Menteng, Jakarta Pusat, Senin (25/5/2026), menjadi momen istimewa yang menggabungkan nostalgia sejarah dan pernyataan komitmen kemitraan. Acara tersebut tidak hanya membahas hubungan bilateral Indonesia-India, tetapi juga mengingat kembali peran tokoh-tokoh besar di masa lalu yang membangun fondasi kerja sama antara kedua bangsa.
Latar Belakang Hubungan Bilateral Indonesia dan India
Acara tersebut memperlihatkan bagaimana sejarah politik dan diplomasi Indonesia-India tetap relevan hingga hari ini. Megawati mengungkapkan bahwa hubungan ini diawali dengan interaksi antara Presiden pertama RI Soekarno dan Perdana Menteri pertama India Jawaharlal Nehru, yang berlangsung pada akhir 1940-an. Pada masa itu, India sedang dalam proses kemerdekaannya, sementara Indonesia baru saja merdeka. “Main Agenda ini menjadi kesempatan untuk mengingat kembali perjalanan hubungan kita yang sejak awal telah dijalin dengan semangat persahabatan,” ujarnya.
Dubes India, yang menjabat di Jakarta sejak 2023, menyebutkan bahwa pertemuan ini sejalan dengan usaha memperkuat kerja sama di berbagai sektor. “Main Agenda yang kita bahas saat ini termasuk strategi penguatan ekonomi, kebijakan luar negeri, serta pertukaran budaya,” katanya. Ia menambahkan bahwa India sangat menghargai peran Megawati dalam membawa kebijakan yang mengakar pada nilai-nilai sejarah.
Isu Strategis yang Membahas
Dalam sesi diskusi, Megawati menekankan pentingnya pertemuan seperti ini sebagai bagian dari Main Agenda dalam meningkatkan hubungan bilateral. Ia mengungkapkan bahwa kedutaan India di Jakarta didirikan Soekarno, sebagai bentuk pengakuan kemerdekaan Indonesia yang diberikan India sebagai salah satu negara pertama. “Main Agenda ini juga menyoroti bagaimana warisan sejarah bisa menjadi fondasi untuk kerja sama masa depan,” imbuhnya.
Menurut Megawati, nostalgia tentang pertemuan dengan Nehru menjadi inspirasi dalam membangun kerja sama yang lebih luas. Ia menunjukkan foto perjumpaan Soekarno dan Nehru di Istana Merdeka pada 1950, yang terlihat dalam perjalanan kemerdekaan dua bangsa. “Main Agenda ini juga mendorong kita untuk terus menjaga kualitas dialog yang mengedepankan kepercayaan dan kesetaraan,” katanya sambil memandang foto yang ditunjukkan.
Dubes Chakravorty menyetujui bahwa Main Agenda ini berfokus pada langkah-langkah konkret untuk meningkatkan ekonomi dan politik kedua negara. “Saya berharap kegiatan seperti ini bisa berlanjut hingga menghasilkan kerja sama yang berkelanjutan,” katanya. Ia juga menyampaikan bahwa India siap memperkuat hubungan ekonomi melalui investasi dan kerja sama perdagangan.
Sebagai kenangan, Megawati memperlihatkan foto yang memperlihatkan dirinya berbincang dengan Nehru di Beograd pada 1961. Saat itu, Megawati berusia 14 tahun dan mengenakan kebaya. “Main Agenda ini mengingatkan kita bahwa kemitraan antarbangsa bisa tercipta dari kepercayaan yang dibangun sejak dini,” kata Megawati sambil mengingat momen tersebut.
Dalam pertemuan tersebut, Megawati didampingi oleh sejumlah tokoh PDIP seperti Sekretaris Jenderal Hasto Kristiyanto, Ketua DPP Ahmad Basarah, serta Direktur Hubungan Luar Negeri Hanjaya Setiawan. Mereka menjelaskan bahwa Main Agenda kali ini mencakup isu geopolitik, pertukaran budaya, dan penguatan kapasitas diplomatik. “Kita juga membahas bagaimana memanfaatkan peluang di tingkat global untuk kepentingan bersama,” kata Hasto.
Sepanjang pertemuan, kedua belah pihak berbagi cerita dan kenangan. Dubes India menyerahkan cenderamata miniatur Taj Mahal, sementara Megawati memberikan miniatur kapal Phinisi dan kemeja tenun endek sebagai simbol persahabatan. “Main Agenda ini tidak hanya tentang kebijakan, tetapi juga tentang membangun hubungan yang lebih personal dan berkelanjutan,” ujarnya. Pertemuan tersebut diharapkan bisa menjadi awal dari kemitraan baru yang lebih kuat antara Indonesia dan India.
