Latest Program: Ryamizard Ryacudu Meninggal, Jenderal Pencetus Bela Negara
Latest Program - Liputan6.com, Jakarta - Mantan Menteri Pertahanan (Menhan) Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu meninggal dunia, Minggu (31/5/2026).
Latest Program – Liputan6.com, Jakarta – Mantan Menteri Pertahanan (Menhan) Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu meninggal dunia, Minggu (31/5/2026). Ia wafat di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta. Ryamizard diketahui pernah menjabat sebagai Menteri Pertahanan pada 2014–2019 di era periode pertama Presiden ketujuh RI Joko Widodo atau Jokowi.
Ia juga pernah menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) serta Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad). Selama menjabat Menhan, Ryamizard dikenal memiliki sejumlah pengalaman dalam mendampingi Presiden Joko Widodo, termasuk terkait program bela negara yang sempat menjadi sorotan publik. Yang paling diingat saat Presiden Jokowi memanggilnya setelah mencetuskan program bela negara yang wajib diikuti oleh masyarakat Indonesia.
Namun, program itu sempat menuai pro dan kontra. Kepada Jokowi, dia menjelaskan maksud dan tujuan program itu. Menurutnya, bela negara ini telah ada sejak 13 tahun yang lalu.
"Saya dipanggil oleh Presiden. 'Bapak Menhan kalau melaksanakan sesuatu ada harmonisasi dulu, ada payung hukumnya. Minta maaf Pak Presiden ini sudah 13 tahun Bapak Presiden'.
diam-diam aja ini. Itu saya mulai turun naik. Saya menggelorakan dua bulan jalan, kemudian payung hukumnya apa?
Payung hukumnya jelas UUD 1945, Pasal 29 dan 30," bebernya saat itu. Diketahui, Ryamizard Ryacudu merupakan purnawirawan jenderal TNI yang cukup diperhitungkan di dunia militer. Kecerdasan serta ketangkasannya menjadi perwira TNI membuat sosoknya beberapa kali menjabat posisi mentereng.
Bahkan usai tak lagi bertugas, Ryamizard dipanggil Joko Widodo (Jokowi) untuk mengabdi menjadi Menteri Pertahanan dengan masa tugas hingga 2019 silam. Sejak kecil, rupanya Ryamizard sudah menunjukkan ketertarikannya pada dunia militer. Dalam biografi yang diterbitkan oleh Dinas Sejarah Angkatan Darat, disebutkan Ryamizard terinspirasi oleh Mahapatih Gajah Mada yang berhasil menyatukan Nusantara.
Selain itu, perjuangan ayahnya dalam mempertahankan kedaulatan Indonesia semakin menguatkan keinginannya untuk bergabung dengan TNI. Setelah lulus dari SMA Negeri 7 Jakarta ia melanjutkan pendidikannya ke Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (AKABRI) dan lulus pada 1974 silam, Ryamizard langsung ditugaskan sebagai Komandan Peleton Kodam XII/Tanjungpura hingga beberapa posisi komandan di satuan lainnya. Selain itu, beberapa jabatan mentereng yang pernah didudukinya yakni sebagai berikut.
1. Panglima Divif 2/Kostrad (15 Maret 1998) 2. Kepala Staf Kostrad (15 Juni 1998) 3.
Pangdam V/Brawijaya (14 Januari 1999–4 November 1999) 4. Pangdam Jaya/Jayakarta (4 November 1999–1 Agustus 2000) 5. Pangkostrad (1 Agustus 2000–4 Juni 2002) 6.
Kepala Staf Angkatan Darat (2002-2005)
