Latest Program: Profil Nanik S Deyang: Dari Wartawan jadi Kepala BGN
eyang: Perjalanan dari Jurnalis ke Pemimpin BGN Latest Program - Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik Nanik Sudaryati Deyang sebagai Kepala Badan
Profil Nanik S Deyang: Perjalanan dari Jurnalis ke Pemimpin BGN
Latest Program – Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik Nanik Sudaryati Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) pada Senin, 8 Juni 2026. Ia menggantikan Dadan Hindayana dalam posisi ini. Sebelum memasuki dunia pemerintahan, Nanik dikenal sebagai tokoh jurnalistik yang berpengalaman. Lahir di Madiun, Jawa Timur, pada 3 Januari 1968, ia memulai kariernya sebagai wartawan di Tabloid Bangkit, yang tergabung dalam kelompok media Kompas Gramedia.
Kariernya di Dunia Media
Dari awal karier, Nanik menunjukkan kemampuan komunikasi dan pengelolaan informasi yang mumpuni. Setelah menjabat di Tabloid Bangkit, ia menjadi pemimpin media di Kelompok Media Peluang (KMP). Pengalaman di sejumlah perusahaan media ini membentuk keterampilannya dalam memimpin dan mengkoordinasikan proyek strategis, termasuk menjadi pemimpin umum, direktur utama, hingga komisaris di media nasional.
Keterlibatan dalam Politik
Nanik memiliki hubungan erat dengan Presiden Prabowo Subianto sejak awal kariernya di dunia politik. Pada Pemilu Presiden 2019, ia bergabung dalam tim pemenangan Prabowo-Sandiaga Uno dan menjabat Wakil Ketua Badan Kemenangan Nasional Koalisi Adil Makmur. Nama Nanik kian dikenal publik setelah aktif dalam pendukungan Prabowo, termasuk sebagai Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) dalam Pilpres 2019.
Pengalaman Pemerintahan
Setelah Prabowo menang Pilpres 2024, Nanik diberikan tanggung jawab strategis sebagai Wakil I Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) periode 2024-2029. Ia dilantik berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 145/P Tahun 2024 dan bekerja bersama Budiman Sudjatmiko. Dalam posisi tersebut, Nanik terlibat langsung dalam pelaksanaan program pemerintah untuk menurunkan tingkat kemiskinan di Indonesia.
Kinerja di BGN
Pada Juni 2025, Nanik ditunjuk sebagai Komisaris Independen PT Pertamina (Persero). Setelah itu, ia mengisi posisi Wakil Kepala BGN pada 17 September 2025, sekaligus diberhentikan dari tugas sebelumnya di BP Taskin. Dalam perannya di BGN, Nanik aktif melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah SPPG di Sukabumi, Jawa Barat, menurut laporan Antara.
Dalam berbagai sidak sebelumnya, Nanik menemukan pelanggaran seperti kurangnya standar higienitas di dapur SPPG, tata letak yang tidak sesuai pedoman teknis, atau fasilitas sanitasi yang memengaruhi keamanan pangan. Ia juga menangguhkan operasional SPPG yang tidak memenuhi SOP Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kebijakan ini dilakukan untuk memastikan kualitas program peningkatan gizi nasional tetap terjaga, dengan sumber daya manusia yang kompeten.
“Terhitung sejak program MBG dimulai pada 6 Januari 2025 hingga 29 Mei 2026, dari total 27.208 SPPG yang beroperasi di seluruh Indonesia, sebanyak 8.182 SPPG pernah ditangguhkan,” ujar Nanik. Dari jumlah tersebut, 5.659 SPPG sudah kembali beroperasi setelah memenuhi persyaratan. Sementara 2.213 SPPG masih menjalani masa penangguhan karena belum mencapai standar teknis, baik manajemen maupun infrastruktur.
Dengan latar belakang yang luas, Nanik menjadi salah satu figur yang dipercaya Prabowo untuk memimpin agenda pembangunan sumber daya manusia dan peningkatan gizi masyarakat. Ia terus berkontribusi dalam pengawasan program nasional, termasuk MBG, yang merupakan prioritas utama pemerintah saat ini.
