Prabowo: Indonesia Sudah Swasembada Pangan, Tak Perlu Impor Pangan Lagi
Latest Program – Liputan6.com, Jakarta – Dalam kunjungan ke Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Gorontalo, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Indonesia kini telah mencapai jalur yang tepat dalam mencapai kemandirian pangan. Menurutnya, negara ini kini mampu memenuhi kebutuhan pangan tanpa harus mengandalkan impor dari luar.
“Kita berada di jalan yang benar, rakyat kita harus sejahtera. Saat ini kita sudah swasembada pangan, swasembada beras, dan swasembada jagung. Banyak sekali hasil pertanian kita, sehingga tidak perlu lagi mengimpor bahan makanan dari luar,” ujar Prabowo saat acara tersebut.
Prabowo menjelaskan bahwa pernyataan tersebut bukan sekadar klaim. Ia menambahkan bahwa dalam pertemuan ASEAN ke-48 di Filipina, para pemimpin negara-negara anggota mengakui pencapaian ini. “Kita baru saja menghadiri KTT ke-48 ASEAN di Filipina, dan kita sangat dihormati karena telah mencapai kemandirian pangan. Dunia kini sangat membutuhkan ikan sebagai sumber protein, sehingga pemerintah akan mengembangkan sektor perikanan secara besar-besaran,” seru Prabowo yang diterima tepuk tangan peserta acara.
Kampung Nelayan Merah Putih Sebagai Program Kunci
Menurut Prabowo, KNMP merupakan salah satu inisiatif penting yang mendukung ketahanan pangan nasional. Ia menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk memberdayakan nelayan melalui fasilitas seperti pembuat es dan gudang pendingin. “Kita ingin semua nelayan di Indonesia bisa meningkatkan kualitas hidup dan pendapatan mereka,” dorong Prabowo.
“Negara sebagai fasilitator harus hadir untuk melayani para nelayan agar hasil laut bisa dimaksimalkan. Nelayan adalah penghasil protein penting, tidak hanya bagi Indonesia, tetapi juga bagi dunia internasional,” imbuh Prabowo.
Dalam konteks keberhasilan kemandirian pangan, Prabowo menekankan bahwa sektor maritim memiliki peran sentral. Ia menyatakan bahwa pemerintah akan terus berkomitmen mengembangkan perikanan dan kelautan sebagai bagian dari visi ‘blue ocean economy’ yang dianggap sebagai anugerah dari Tuhan. “Kita harus bersyukur dan investasi besar-besaran untuk memperkuat sektor ini,” tutup Prabowo.