Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
News

Latest Program: Cerita Korban Penipuan WO di Jaktim, Tertarik Lihat Promo IG

Mary Hernandez 4 mins read 9 views

an Tertarik Lihat Promo IG Latest Program - Sebagai bagian dari Latest Program yang sedang berlangsung, Polres Jakarta Timur mengungkap kasus penipuan yang

Latest Program: Cerita Korban Penipuan WO di Jaktim, Tertarik Lihat Promo IG

Latest Program: Penipuan WO di Jaktim, Pasangan Korban Tertarik Lihat Promo IG

Latest Program – Sebagai bagian dari Latest Program yang sedang berlangsung, Polres Jakarta Timur mengungkap kasus penipuan yang dilakukan oleh Wedding Organizer (WO) Marwah. Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Alfian Nurrizal mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menangkap tersangka setelah menerima laporan dari Aldi (32) dan Feny (32), pasangan yang menjadi korban. “Modus penipuan ini diungkap oleh Satreskrim Polres Metro Jakarta Timur, dan penangkapan berhasil dilakukan,” jelas Kombes Alfian kepada media, seperti dikutip pada Minggu (31/5/2026).

Pengungkapan Kasus Penipuan oleh Polres Jakarta Timur

Dalam Latest Program ini, penyelidikan awal menunjukkan bahwa sebanyak 58 pasangan calon pengantin tertipu oleh WO Marwah. Dari jumlah tersebut, 56 pasangan belum dapat melangsungkan acara pernikahan karena ulah pelaku. “Dua dari mereka sudah menikah, tapi fasilitas tidak sesuai yang dijanjikan. Sisanya masih menunggu pelaksanaan acara,” tambah Kombes Alfian. Ia menegaskan bahwa tim penyelidik terus memperdalam investigasi untuk memastikan skema penipuan lengkap terungkap dan proses hukum berjalan sesuai aturan.

Kerugian yang tercatat hingga saat ini mencapai sekitar Rp 2.658.885.000. Angka ini diprediksi belum lengkap, karena masih ada korban lain yang memerlukan keterangan lebih lanjut. “Kami sedang mengumpulkan bukti dan data tambahan untuk menyelidiki lebih dalam,” tutur Kombes Alfian. Dalam Latest Program ini, kasus penipuan WO Marwah menjadi contoh nyata bagaimana modus investasi palsu bisa menyerang masyarakat umum.

Kisah Pasangan yang Jadi Korban

Aldi dan Feny, salah satu korban, mengungkap bahwa mereka tertarik dengan promosi WO Marwah melalui Instagram. Setelah melihat berbagai tawaran menarik, pasangan ini memutuskan untuk membeli jasa WO dan membayar uang muka sebesar Rp 85,5 juta. “Saya dan suami melihat promosi di Instagram, lalu langsung menghubungi mereka,” kata Feny. Mereka percaya bahwa WO Marwah adalah pilihan terbaik untuk acara pernikahan karena tampilan profesional yang diperlihatkan selama food testing.

Kepercayaan Aldi dan Feny semakin meningkat setelah melihat contoh pelaminan dan makanan prasmanan. Mereka juga menguji baju pengantin di kantor WO, yang menurut Feny terlihat rapi dan terorganisir. Namun, beberapa waktu kemudian mereka memutuskan untuk menambah jumlah tamu undangan. Keputusan ini memicu kecurigaan setelah pihak gedung di Bekasi menghubungi mereka pada H-10 untuk meminta pelunasan, tetapi WO tidak memberikan konfirmasi apa pun.

Saat H-1 sebelum pernikahan, Aldi dan Feny datang ke kantor WO Marwah di JGC Cakung, Jakarta Timur. Namun, mereka kaget karena tempat tersebut sudah kosong. “Kami berharap bisa menikah dengan fasilitas yang kami bayar, tapi kini tak ada orang di sana,” keluh Feny. Kisah ini menjadi bagian dari Latest Program penipuan yang sedang diungkap oleh polisi sebagai bentuk perlindungan terhadap calon pengantin lainnya.

Modus Penipuan dan Mekanisme Pemalsuan

Dalam Latest Program ini, polisi menyebutkan bahwa modus penipuan WO Marwah mengandalkan iklan menarik di media sosial. Mereka menawarkan paket pernikahan dengan diskon besar, yang membuat banyak calon pengantin tertarik. Penipuan ini dilakukan dengan cara membuat kontrak palsu dan menyembunyikan kenyataan bahwa mereka tidak memiliki modal yang cukup untuk menyelesaikan acara. “Para korban dibujuk dengan janji-janji yang bagus, lalu terjebak dalam transaksi,” kata Kombes Alfian.

Para korban awalnya merasa percaya setelah melakukan food testing dan melihat pelayanan yang disediakan. Namun, saat waktunya tiba, WO tidak bisa memenuhi kebutuhan. “Mereka mengundang kami ke food testing, lalu menunjukkan berbagai fasilitas. Tapi setelah itu, tidak ada tindak lanjut,” ujar Feny. Ini menjadi pola umum dalam Latest Program penipuan WO, di mana korban terjebak dalam kesan profesional yang dibuat oleh pelaku.

Kapolres Metro Jakarta Timur menegaskan bahwa kasus ini menggambarkan bagaimana Latest Program penipuan bisa terjadi secara massal. “Kami mendorong masyarakat untuk waspada dan memverifikasi pihak WO sebelum membayar uang muka. Jangan hanya terpukau oleh promo di media sosial,” pesan Alfian. Dalam Latest Program ini, penipuan WO Marwah menjadi sorotan karena menjangkau banyak korban yang berbeda lokasi dan background.

Langkah-Langkah Penanganan oleh Pihak Kepolisian

Pihak polisi sedang mengumpulkan bukti-bukti untuk memperkuat kasus penipuan WO Marwah. “Tim penyelidik juga berupaya menemukan rekening bank dan alamat kantor tambahan, karena ada dugaan pelaku menipu korban dari lokasi berbeda,” jelas Alfian. Dalam Latest Program ini, Polres Jakarta Timur berharap penangkapan tersangka bisa memberikan keadilan kepada korban dan mencegah penipuan serupa di masa depan.

Sementara itu, korban lain masih menunggu proses lebih lanjut. “Beberapa dari mereka sudah memperlihatkan bukti pembayaran dan kontrak, tapi belum bisa melangsungkan acara,” kata Alfian. Dalam Latest Program ini, penipuan WO Marwah menjadi contoh bagaimana masyarakat perlu lebih hati-hati dalam mengambil keputusan keuangan, terutama saat tertarik dengan promo yang menarik di platform media sosial seperti Instagram.

Gabung diskusi