Kronologi Kebakaran Rumah di Tanjung Priok – 4 Orang Tewas Terjebak Asap
Kronologi Kebakaran Rumah di Tanjung Priok – Kebakaran yang mengguncang sebuah rumah berlantai dua di Jalan Agung Perkasa IV, RT 04/16, Kelurahan Sunter Agung, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara, terjadi pada Rabu (13/5/2026). Peristiwa ini memakan korban jiwa sebanyak empat orang, termasuk tiga anggota keluarga yang terjebak dalam asap. Kronologi Kebakaran Rumah di Tanjung Priok dimulai dengan api yang terlihat pertama kali di lantai bawah, sebelum secara cepat merambat ke lantai atas dan mengancam kehidupan seluruh penghuni.
Detik-detik Kebakaran dan Kejadian Awal
Kebakaran terjadi sekitar pukul 05.05 WIB, ketika api mulai membesar dari dalam rumah yang sedang dalam kondisi terbakar. Menurut laporan dari petugas pemadam kebakaran, kondisi api meningkat dengan cepat, sehingga memaksa warga sekitar untuk segera menghubungi layanan darurat. Dalam pernyataan resmi, Kepala Seksi Operasi Suku Dinas Gulkarmat Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu, Gatot Sulaeman, mengungkapkan bahwa korban yang meninggal berada dalam satu keluarga. Mereka diduga tidak sempat melarikan diri karena terkurung di dalam bangunan.
“Korban meninggal dunia masih satu keluarga. Mereka diduga terjebak asap di dalam rumah sehingga tidak sempat menyelamatkan diri,” kata Gatot dalam keterangan resmi, dikutip Rabu (13/5/2026).
Kebakaran ini berdampak serius karena rumah yang terbakar memiliki luas sekitar 168 meter persegi. Dengan kecepatan api yang sangat tinggi, penyelamatan menjadi sulit. Dua korban lainnya, Lia (22) dan Erli (27), mengalami kondisi syok setelah berhasil dievakuasi. Kedua korban tersebut terluka dalam kondisi parah, namun masih hidup.
Kegiatan Pemadaman dan Tindakan Petugas
Setelah menerima laporan, petugas pemadam kebakaran segera dikerahkan. “Untuk menangani kejadian dengan cepat, kami mengerahkan sembilan unit mobil pemadam kebakaran beserta 45 personel,” ujar Gatot. Proses pemadaman dimulai pada pukul 05.07 WIB, ketika unit pertama tiba di lokasi.
“Peristiwa kebakaran berhasil diatasi dan pada pukul 06.20 WIB penanganan dinyatakan selesai,” tambah Gatot.
Petugas keamanan lingkungan sebelumnya telah melakukan upaya pemadaman awal dengan alat APAR. Namun, karena api terus berkembang, bantuan dari layanan pemadam menjadi lebih mendesak. Selama proses pemadaman, petugas menghadapi tantangan seperti kepadatan asap yang menyembunyikan jalur evakuasi dan risiko kejutan dari kembang api yang membara.
Para petugas juga menemukan bahwa api mulai menyebar ke sekitar rumah, mengancam bangunan di sebelahnya. Dengan bantuan dari warga sekitar yang membantu mengatur lalu lintas dan memasukkan alat pemadam tambahan, api akhirnya berhasil dikendalikan pada pukul 05.25 WIB, setelah pendinginan dilakukan hingga pukul 05.52 WIB.
Penyebab serta Langkah Responsif
Setelah api ditangani, penyebab kebakaran langsung menjadi fokus investigasi. Berdasarkan laporan awal, kebakaran diduga dipicu oleh gangguan kelistrikan di dalam rumah. Pemicu ini memperumit upaya evakuasi karena api bisa dengan cepat menyebar melalui saluran listrik dan bahan bakar yang mudah terbakar.
Menurut Gatot, penanganan kebakaran membutuhkan koordinasi yang intensif antara petugas pemadam, warga sekitar, dan layanan kesehatan. “Kami memperhatikan kondisi korban dan memastikan seluruh penghuni rumah dikeluarkan dengan aman,” jelasnya. Selain itu, pihak kepolisian juga melakukan penyelidikan untuk memastikan tidak ada korban tambahan atau penyebaran api ke lokasi lain.
Dalam upaya responsif, pemerintah setempat mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap risiko kebakaran. Gatot menekankan pentingnya pemeriksaan berkala terhadap instalasi listrik di rumah dan penggunaan peralatan elektronik sesuai standar keamanan. “Kronologi Kebakaran Rumah di Tanjung Priok menjadi pelajaran penting bagi warga untuk meningkatkan kesadaran akan potensi kebakaran di lingkungan mereka,” tambahnya.
Sebagai respons atas kejadian ini, warga sekitar melakukan penggalangan dana untuk membantu keluarga korban. Sementara itu, pihak rumah tangga yang terdampak sedang menjalani proses pemulihan, baik fisik maupun psikologis. Kebakaran ini juga memicu rencana evaluasi terhadap sistem pemadam kebakaran di wilayah Tanjung Priok.
