Pemkab Aceh Barat Beri Penjelasan Soal Pemindahan Penduduk Korban Bencana
Pemkab Aceh Barat Sebut Puluhan Penyintas – Dalam upaya memastikan kenyamanan warga yang terdampak bencana, Pemkab Aceh Barat mengumumkan bahwa puluhan penyintas bencana telah menempati hunian sementara (huntara) yang dibangun oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Pemindahan ini dilakukan sebagai bagian dari upaya penanggulangan darurat pasca-kejadian banjir yang mengguncang Kecamatan Pante Ceureumen, Aceh Barat. Pemkab Aceh Barat Sebut Puluhan penyintas yang terkena dampak bencana alam ini kini sudah terlayani dengan hunian sementara yang menjadi solusi sementara hingga pemulihan infrastruktur selesai.
Detail Pemindahan Penduduk ke Hunian Sementara
Hunian sementara yang dibangun BNPB berada di dua desa, yaitu Jambak dan Lawet, di Kecamatan Pante Ceureumen. Kedua lokasi tersebut terletak sekitar 60 kilometer ke arah timur dari Meulaboh, kota administrasi Kabupaten Aceh Barat. Pemkab Aceh Barat Sebut Puluhan korban bencana yang tinggal di desa-desa terkena banjir kini telah berpindah ke tempat yang lebih aman, dengan harapan dapat memulihkan kehidupan sehari-hari secepat mungkin. Setiap unit hunian sementara dilengkapi dengan fasilitas dasar seperti tempat tidur, meja, dan kamar mandi untuk memastikan kebutuhan warga terpenuhi.
“Alhamdulillah, semua hunian sementara sudah dihuni masyarakat yang terkena bencana alam,” ungkap Bupati Aceh Barat Tarmizi di Meulaboh, melansir Antara, Sabtu (16/5/2026).
Tarmizi menjelaskan bahwa pemindahan warga ke huntara dilakukan setelah evaluasi keadaan darurat di lokasi asal. Prioritas utama dalam upaya pemulihan ini adalah menjamin keamanan dan kenyamanan hidup bagi para penyintas, terutama dalam menghadapi cuaca ekstrem yang sering terjadi di daerah tersebut. Pemkab Aceh Barat Sebut Puluhan warga yang tinggal di daerah terdampak banjir juga mendapatkan bantuan logistik, termasuk beras, minyak, dan perlengkapan kebutuhan sehari-hari, untuk mempercepat proses pemulihan.
Menurut informasi yang dihimpun, sekitar 12 unit hunian sementara yang dibangun telah menjadi tempat tinggal bagi ratusan warga yang terpaksa meninggalkan rumah mereka. Lokasi huntara dipilih karena memiliki akses yang mudah ke fasilitas kesehatan, pusat pendidikan, dan tempat ibadah. Selain itu, keberadaan huntara juga membantu mengurangi risiko kecelakaan akibat kondisi rumah rusak yang masih berdiri di daerah rawan banjir.
Proses Penyediaan Hunian Sementara
BNPB mengirimkan tim penanggulangan bencana ke Aceh Barat setelah menerima laporan dari pemerintah setempat. Proses penyaluran huntara dilakukan secara bertahap, dengan memprioritaskan keluarga yang lebih rentan seperti lansia, ibu hamil, dan anak-anak. Pemkab Aceh Barat Sebut Puluhan warga yang diungsikan juga diberikan bantuan tambahan berupa perlengkapan tidur dan peralatan dapur untuk memudahkan adaptasi di lingkungan baru.
Tarmizi menegaskan bahwa pemerintah daerah terus memantau kesehatan dan kebutuhan penyintas. Ia menyebutkan bahwa hunian sementara akan menjadi titik awal dalam rekonstruksi rumah warga, sementara pembangunan hunian tetap (huntap) dilakukan secara paralel. “Jika hunian tetap selesai, huntara akan menjadi milik masyarakat,” ujarnya, menambahkan bahwa pihaknya juga berkoordinasi dengan organisasi kemasyarakatan dan lembaga swadaya untuk memastikan kebutuhan penduduk tetap terpenuhi.
Langkah Pemkab Aceh Barat dalam Menyokong Korban Bencana
Sebagai bagian dari upaya penanggulangan bencana, Pemkab Aceh Barat juga melakukan berbagai langkah penyokong seperti distribusi seng baru untuk kebutuhan dapur yang dibangun secara swadaya. Selain itu, pemerintah setempat berencana membangun infrastruktur tambahan, seperti jalan raya dan saluran drainase, untuk mencegah terulangnya bencana serupa di masa depan. Pemkab Aceh Barat Sebut Puluhan korban bencana juga diberikan pelatihan untuk meningkatkan keterampilan membangun rumah yang tahan bencana, sebagai bentuk tanggung jawab pemerintah dalam memastikan ketahanan masyarakat.
Pemkab Aceh Barat Sebut Puluhan penyintas bencana alam ini juga diberikan layanan kesehatan dan psikologis untuk mengatasi trauma yang dialami. Tim kesehatan terdiri dari dokter, perawat, dan psikolog yang beroperasi di lingkungan hunian sementara guna memberikan perlindungan kesehatan fisik dan mental. Tarmizi menyebutkan bahwa pemerintah akan terus memberikan bantuan hingga kondisi warga stabil dan mempercepat proses rehabilitasi daerah terdampak bencana.
